BERDAMAI DENGAN ALLAH

06 Jan, 2019

Memasuki tahun 2019, tidak sedikit orang yang mengalami rasa bimbang, pikiran yang tidak menentu tentang kemana arah pergerakan kehidupan ditinjau dari berbagai aspek, baik itu perekonomian, sosial budaya, perpolitikan. Akankah akan terjadi banyak bencana, ataukah semuanya berjalan dengan aman dan nyaman.
Pada perayaan natal tahun 2018 yang lalu, Tuhan memberikan tema kepada Gembala Sidang/Pembina kita : Lahirnya Sang Raja Damai (Yesaya 9:5), ini merupakan tema yang luar biasa, sehingga kita dipersiapkan memasuki tahun yang baru, Tahun Kelahiran yang Baru bersama dengan Sang Raja Damai yakni Tuhan Yesus Kristus.

Untuk dapat mengalami damai yang sejati dalam sepanjang hidup kita, baik kehidupan di dunia yang sementara ini, maupun kehidupan yang kekal kelak, yang terutama adalah kita harus berdamai dengan ALLAH.

2 Korintus 5:18-20
Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

Ada 3 hal penting terkait dengan bagaimana kita berdamai dengan ALLAH :
1. Berdamai dengan ALLAH hanya dapat dilakukan dengan perantaraan Kristus. (ayat 18).
Dunia seakan menawarkan banyak jalan untuk berdamai dengan ALLAH serta 'mengiming-imingi' atau menjanjikan jalan menuju Sorga dengan caranya masing-masing, namun demikian tidak ada satupun yang dunia tawarkan yang sungguh-sungguh dapat menghantarkan kita ke Sorga dan kembali dalam hubungan yang erat dengan ALLAH kecuali melalui Kristus.

Kisah Para Rasul 4:12
"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

1 Timotius 2:5-6
"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan." Karenanya, jangan bimbang, jangan pikir panjang, percayalah dan tetapkan pilihan, keputusan serta kepercayaan kita hanya kepada Tuhan Yesus Kristus.

2. Seberapa pun Besarnya Dosa Kita, Kristus bisa Mendamaikan Kita dengan ALLAH. (ayat 19)
Tanpa disadari, seringkali manusia merasakan dan mengalami seperti yang dialami oleh Adam. ketika Adam jatuh dalam dosa, Adam bersembunyi dan berusaha untuk menghindar dari ALLAH.
Kejadian 3:8-10
"Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya:"Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

Demikian juga dengan kebanyakan orang, mereka merasa dosa mereka terlalu besar dan tidak layak untuk diampuni, tidak layak untuk menghadap Tuhan. Ini adalah salah satu manifestasi dari intimidasi dosa yang berupaya mempertahankan manusia dalam keadaan keberdosaannya. Jangan mau ditipu oleh dosa, ingatlah Firman Tuhan yang mengatakan :
Yesaya 1:18
"Marilah, baiklah kita beperkara! - firman TUHAN - Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." seberapa pun besarnya dosa dan pelanggaran yang kita lakukan, kita hanya perlu bertobat, minta ampun atas segala dosa kita.
1 Yohanes 1:9
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."

3. Kita harus Memberi Diri Kita Didamaikan dengan ALLAH. (ayat 20)
Untuk dapat didamaikan dengan ALLAH, kita harus memberi diri kita. Artinya ada ada kesadaran dan penyerahan diri yang tulus dan sungguh-sungguh kepada ALLAH.

Anda tidak bisa mengharapkan Kristus mendamaikan Anda dengan ALLAH tanpa memberi diri Anda. Memberi diri berarti merendahkan hati kita, melepaskan segala kesombongan, datang kepada Kristus dengan hancur hati dan pertobatan yang sungguh. Mari kita berdamai dengan ALLAH! hanya mereka yang sudah berdamai dengan ALLAH yang dapat berdamai dengan dirinya sendiri, berdamai dengan musuhnya dan berdamai dengan lingkungan. Amin.