Membangun & mengedepankan INTEGRITAS Anda

05 Apr, 2018

"Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai." (I Korintus 4:2)

INTEGRITAS menurut KAMUS adalah mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan, kesesuaian yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran. Ya, INTEGRITAS seringkali dikaitkan dengan sikap, perilaku dan ucapan seseorang, apakah antara perkataan dan perbuatannya sama, atau sebaliknya bertentangan. Misalnya, Anda mengatakan kejujuran tapi perilaku Anda malah korupsi, curang, menipu, dan belat belit. Atau, Anda memperkatakan kedisiplinan tetapi Anda sendiri tidak pernah on-time. Anda memperkatakan jangan sombong, tetapi justru Anda sendiri saja mengekspresikan kesombongan selangit. Firman Tuhan dalam ayat di atas, mengatakan bahwa akhirnya yang dituntut dari para pelayan Tuhan adalah kita dapat dipercayai. Tapi bagaimana bisa dipercayai kalau antara yang dikatakan berbeda dengan yang dilakukan ? Bagaimana dapat dipercaya kalau bekerja hanyakarena dilihat, diawasi, diperhatikan, sementara jika tidak ada ‘mandornya', Anda cenderung bebas, berbuat seenaknya ? Integrity is doing the right, even when no one is watching. INTEGRITAS juga berarti melakukan yang benar, sekalipun tak ada yang melihat.

Baru-baru ini, dunia kehilangan seorang pahlawan iman, Billy Graham. Sepanjang hidupnya, ia bukan saja terkenal akan jabatan-jabatan tinggi yang berhasil didudukinya, namun hamba Tuhan ini juga dikenang, bahkan mendapat respek yang luar biasa dari orang-orang, karena ia mampu menjaga hidupnya, menjaga INTEGRITAS sampai akhir. Pahamilah bahwa INTEGRITAS tak bisa dipisahkan dari kesuksesan yang bertahan lama. Tidak mungkin seseorang menuai sukses jangka panjang, memanen keberhasilan dan kemenangan tanpa menjaga tangannya tetap bersih. (Mazmur 24:3-4).

Bila Anda rindu membangun INTEGRITAS yang kuat, agar karir, keluarga dan kehidupan pribadi Anda berjalan maksimal, inilah hal-hal yang perlu Anda lakukan :

Membangun dan mengedepankan
SIKAP Takut akan TUHAN

Amsal 8:13 berkata, "Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat." Dari mana orang bisa membenci kejahatan ? Dari mana INTEGRITAS sejati dibangun ? Semua bermula karena sikap yang takut akan Tuhan. Dan bukan dibangun hanya karena orang mengikuti seminar motivasi atau muncul karena tekad kekuatan manusiawi saja. Melainkan, semuanya ada karena kekuatan Ilahi, karena Anda dan saya memahami firman-Nya. Namun bila kita jarang atau tidak pernah merenungkan itu, bagaimana kita bisa tahu, apalagi mengerjakannya?

Steve Reinemund yang pernah menjabat sebagai CEO Pepsi memilih untuk mengawali harinya dengan berdoa dan merenungkan firman. Menurutnya, pikirannya bisa menjadi lebih terbuka dengan banyak hal yang terjadi di sekitarnya usai berserah diri. Dan setelahnya, Reinemund pun melanjutkan aktivitasnya dengan lari pagi, lalu sarapan sambil berbincang dengan istri dan anaknya. Semua kebenaran yang ia serap setiap hari, pada akhirnya terpancar lewat kehidupan sehari-hari. Bahkan buahnya terlihat dari hasil kerja, dari prestasi, dari kedudukan dan jabatan yang ia peroleh. Maka, pastikan setiap hari kita menyerap hal-hal yang benar dari Tuhan. Percayalah jika inputnya baik, outputnya otomatis juga akan sama baiknya.

Membangun dan mengedepankan
MENTALITAS Membayar HARGA

Jika Anda rindu membangun INTEGRITAS, hal berikutnya yang perlu Anda pahami adalah bahwa tanpa mental bayar harga, INTEGRITAS tak bakal. Mengapa hari ini banyak orang tidak memiliki INTEGRITAS ? Mengapa mereka tidak dapat mengekspresikan perkataan dan perbuatan dalam satu pribadi ? Karena mereka mengerti secara teori, namun tidak mau membayar harga untuk menjadikannya nyata melalui perilaku mereka. Lihatlah tokoh-tokoh di Alkitab, saat mereka mau memperlihatkan INTEGRITASnya, mau menunjukkan bahwa hidup mereka bersih, maka ada harga yang dibayar. Yusuf rela di penjara, agar tubuhnya tidak tercemar oleh ketidakkudusan. Sadrakh, Mesakh dan Abednego rela dimasukkan dalam perapian, supaya hidupnya tetap taat pada Allah yang hidup. Anda bisa menambah daftarnya dengan menyebut nama-nama yang lain.

Mazda, merek mobil asal Jepang pernah mengambil keputusan besar. Mereka putuskan memusnahkan sekitar 4.703 mobilnya yang masih tergolong baru. Ini terjadi karena kapal kargo yang mengangkut mobil-mobil tersebut mengalami kecelakaan. Sebenarnya, mobil-mobil itu tidak mengalami kerusakan apa-apa karena sistem penyimpanan yang sangat aman. Akan tetapi, pihak perusahaan tak mau mengambil risiko. Mereka menilai kalau sampai ada konsumen yang mengeluhkan mobilnya, maka selain divisi garansi akan kewalahan, nama Mazda sendiri akan rusak di mata orang. Lihatlah mereka berani bayar harga mahal untuk menjaga INTEGRITAS dan reputasi perusahaannya agar tetap bersih. Apakah perusahaan Anda juga berani melakukannya ? If you pay peanuts, you get monkeys. Maka, jangan takut bayar harga. Semakin mahal harganya, semakin yang Anda dapat adalah sesuatu yang memukau, yang berkelas. (Filipi 2:8).

Membangun dan mengedepankan
KONSISTENSI Sampai Akhir

Setelah kita bertekad melakukan firman Tuhan dan membayar harga untuk segala sesuatunya, ini waktunya bagi Anda dan saya melakukan kebenaran itu setiap saat, secara konsisten, berkesinambungan, bukan hanya sesekali, bukan hanya kalau sedang diperhatikan, bukan cuma karena situasinya cocok. Ya, ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa untuk membangun INTEGRITAS, Anda perlu melakukannya ribuan hari, tapi untuk menghancurkannya Anda cukup memerlukan satu hari saja.

Semua orang mengenal Billy Graham, tapi bagaimana jika saya menyebut nama Chuck Templeton dan Bron Clifford ? Anda mungkin kurang familiar, namun sebenarnya 2 tokoh itu pun sama hebatnya dengan Billy Graham. Templeton adalah seorang pengkotbah brilian, ia bahkan pernah menginjili Babe Ruth, seorang pemain baseball terkenal. Clifford pun sama, ia seorang penginjil berbakat. Banyak orang mengantre berjam-jam hanya untuk mendengar kotbahnya. Sayang, tahun 1950 Templeton meninggalkan pelayanan demi mengejar karir di dunia hiburan. Ironisnya, sekian tahun berkecimpung di radio dan TV, ia lalu menyatakan tidak percaya lagi pada Yesus. Cliffrod, tahu 1954 kehilangan keluarga, pelayanan dan kesehatannya. Ia stress, putus asa, kecanduan alkoho, dan meninggalkan istrinya. Pengkotbah yang pernah terkenal di zamannya itu, kemudian meninggal karena penyakit hati di usia 35 tahun.

Sementara itu, Billy Graham pun semasa pelayanannya diserang oleh banyak tantangan, namun ia memilih setia sampai akhir. Ia membangun konsistensi sampai selesai. "Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya." (Kolose 3:9-10). Kata ‘terus-menerus diperbaharui' ini bisa berbicara tentang hal yang terus dilakukan, sehingga mutunya makin hari makin oke, kualitasnya makin excellent. Sebab itu, berpeganglah pada INTEGRITAS setiap waktu, di mana saja, bagi siapa saja.

Pro & Biz, menjelang kedatangan Tuhan yang semakin dekat mari makin perhatikan hidup kita. "Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia." (2 Petrus 3:14). Ia mau kita tak bercacat cela. Ia ingin kita menjaga INTEGRITAS sampai akhir. (JSW/IS)