Memulai Sebuah PERMULAAN BARU

14 Dec, 2017

"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." (Kejadian 1:1)

Semua orang menginginkan hasil akhir yang baik, finish strong. Namun seringkali mereka hanya bertopang dagu dan tidak kunjung memulai apa pun, alias menunda. Alasannya pun beragam berpikir bahwa dia belum sempurna, belum punya skill memadai. Mengenai hal ini Zig Ziglar memberi saran, "You don't have to be great to start, but you have to start to be great." Ya, jangan tunggu hebat untuk memulai sesuatu, tapi mulainya agar Anda menjadi hebat. Mulailah dengan apa yang ada di tangan kita saat ini. Murid-murid hanya punya lima roti dan dua ekor ikan, tapi dengan itu mereka melangkah dan mujizat pun terjadi. Musa memulai perjalanan panjangnya dengan tongkat sederhana di tangannya. Sekalipun sarananya terbatas, skillnya minim, akan tetapi ia memulai juga. Hasilnya ? Kemenangan demi kemenangan Tuhan beri. Start where you are. Use what you have. Do what you can. Percaya, begitu kita memulai dan konstan menjaga langkah kaki kita, tahu-tahu keadaan kita sudah tidak sama lagi seperti yang dahulu.

Alasan lainnya mengapa orang tidak memulai karena mereka menunggu sampai keadaan baik dulu, mereka tak mau mengambil risiko. Padahal situasi di depan sana serba tidak menentu, kalau kita terus saja menunggu kapan akan memulai sesuatu ? Kapan akan menuai hasilnya ? "Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai." (Pengkhotbah 11:4).

Jika Anda ingin mengalami hasil yang luar biasa, tidak bisa tidak, Anda harus mulai mengambil ancang-ancang dan segera bergerak. Inilah beberapa hal yang bisa kita lakukan :

AWALI Bersama ALLAH

Hudson Taylor, seorang hamba Tuhan pernah berkata, "Jangan lakukan konser Anda dulu dan menyetem alat Anda kemudian. Mulailah hari ini dengan Allah." Sebelum tampil melawan Goliat, Daud direndam sekian tahun di padang belantara. Di sana, ia menghabiskan waktu bersama Allah, merenungkan kebaikan-Nya, menyanyikan mazmur, mengenali pribadi-Nya. Sebelum murid-murid memberitakan Injil lebih luas lagi, mereka diminta menunggu, supaya berdoa, diperlengkapi dengan Roh Kudus di kamar loteng. Yohanes 15:5 pun berkata, "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." Orang mesti tinggal dulu di dalam Dia, sebelum itu kita tidak bisa berbuah, tidak dapat berbuat apa-apa. Maka, awalilah bersama Tuhan sehingga kita mendapat God's Idea. Ya, ketika yang di dalam hidup kita sudah penuh, penuh dengan urapan, kreatifitas, penuh dengan hal-hal yang Ilahi, kita lebih dimampukan untuk menelurkan hal-hal luar biasa.

PROYEKSIKAN Gambaran AKHIRNYA

Setelah God' Idea Anda dapatkan, ini waktunya bagi kita untuk menetapkan tujuan, gol, sasaran bahkan mampu melihat hasil akhirnya dengan baik. Kadang-kadang orang hanya bisa melihat awalnya tapi tidak tahu ujungnya akan seperti apa. Ini tentu sebuah hal yang keliru. Untuk mendapatkan hasil akhir yang excellent, kita bukan saja dituntut untuk mengetahui awalnya, sehingga bisa menetapkan langkah-langkah atau strategi jitu, akan tetapi kita pun perlu tahu endingnya akan bagaimana, endingnya mau seperti apa. Setelah Walt Disney wafat, terjadi percakapan antara istrinya dengan seorang sahabat. "Sayang, Disney tidak bisa melihat apa yang selama hidupnya, sudah ia bangun dengan susah-payah," ujar sang sahabat. Istrinya segera menjawab, "Anda salah. Jauh sebelum kerajaan Disneyland berdiri, suami saya sudah melihatnya di alam pikirannya." Nah, bagaimana dengan Anda ? Tentukanlah target yang ingin dicapai, sambil memproyeksikan gambaran akhirnya. Niscaya, ini akan menghindarkan kita keluar dari sasaran, dari visi awal. Ingatlah hanya dengan perencanaan dan siasat, maka kita bisa menang berperang. (Amsal 24:6A, Amsal 20:18).

Tentukan STRATEGI Pentahapan

Saat gambaran akhirnya Anda dapatkan, maka langkah selanjutnya Anda perlu membuat pemetaan strategi pentahapan. Kita sering berpikir, bahwa kita harus membuat perubahan besar. Mari kita coba membuat perubahan yang kecil-kecil dahulu. Jika dilakukan secara konsisten, perubahan-perubahan kecil itu akan membawa pengaruh yang besar. Ya, bagilah visi, sasaran, gol Anda yang besar itu menjadi bagian-bagian kecil yang real, yang mudah dieksekusi baik oleh Anda sendiri maupun oleh tim Anda. Allah sendiri sudah memberi kita contoh, dalam menciptakan dunia yang luas ini, cara kerja-Nya begitu rapi dan teratur. Awalnya Ia mengurus bagian atas, langit, benda-benda penerang lalu Ia menyelesaikan apa yang di bawah, tanah, tumbuhan, ternak-ternak dan manusia. (Kejadian 1:1-31). Maka, ketika Anda melihat sebuah target yang besar, jangan buru-buru stress. Pecah itu menjadi bagian yang sederhana lalu selesaikan. Begitu seterusnya sampai tujuan yang besar tercapai.

MULAILAH Membuat Langkah AWAL

Suatu ketika, raja Saul memberi syarat bagi Daud untuk bisa menjadi menantunya. Raja menghendaki anak muda itu membawa 100 kulit khatan orang Filistin. Alkitab mengatakan bahwa waktunya belum genap tapi Daud sudah bersiap, sudah bergerak. (1 Samuel 18:26-27). Daud bahkan menewaskan musuh dan menyerahkan bukan 100, melainkan 200 kulit khatan musuh-musuhnya. Memulai lebih awal memberi banyak keuntungan bagi kita. Anda dan saya jadi punya lebih banyak waktu untuk berpikir, untuk mempersiapkan segalanya, bahkan punya waktu untuk memperbaiki, membenahi jika kesalahan terjadi. Bandingkan dengan mereka yang mengulur-ulur waktu untuk memulai, atau banyak perhitungan sebelum melangkah. Atau memulai dengan ketergesa-gesaan. Biasanya hasilnya tidak akan maksimal. So, mulailah dengan bagaimana pun keberadaan Anda saat ini. Sebab, perjalanan 1.000 mil selalu dimulai dari satu langkah kecil. (IS)

All glory comes
from daring to begin