UNITY membangun MEZBAH Doa

08 Sep, 2017

Kata Elia kepada seluruh rakyat itu : "Datanglah dekat kepadaku !" Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.
( 1 Raja-Raja 18 : 30 )

Kita semua mengerti arti pentingnya membangun mezbah doa, yakni membangun hubungan pribadi dengan TUHAN melalui doa, pujian dan penyembahan. Namun firman TUHAN juga menjelaskan kepada kita tentang arti pentingnya membangun mezbah doa secara korporat atau bersama-sama.

Kita perlu belajar dari gaya hidup murid-murid TUHAN pada masa gereja yang mula-mula di mana sebelum Roh Kudus dicurahkan dalam Pentakosta yang pertama. Mereka bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama ( Kisah Para Rasul 1 : 14 ). Demikian pula kemudian setelah jemaat mula-mula tersebut bertumbuh dengan luar biasa, ketika penganiayaan dan tekanan terjadi, mereka tetap mengatur waktu untuk melakukan doa secara bersama-sama. Tercatat peristiwa ketika Rasul Petrus ditangkap dan dipenjarakan, maka jemaat itu mendoakannya dengan tekun, dan mujizat TUHAN pun dinyatakan ( Kisah Para Rasul 12 : 5 ). Setiap kali ada kemajuan dan terobosan rohani, selalu ada tantangan baik dari dalam maupun dari luar, karenanya kita harus waspada, dan mengerti rahasia kemenangan mereka : UNITY membangun MEZBAH Doa.

Mezbah adalah 'point of contact', antara TUHAN dengan umat-Nya, titik temu antara 'yang natural' dengan 'yang supra natural', antara  'yang manusiawi' dengan 'yang ilahi'. Hal ini seharusnya semakin perlu kita lakukan di tengah kancah spiritual warfare yang terjadi di balik segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan di jaman akhir ini. Ini berarti, kita perlu lebih giat dalam kelompok-kelompok doa kita, termasuk dalam membangun mezbah doa dalam keluarga maupun membangun mezbah doa melalui Persekutuan Doa di tempat kerja.

Menarik untuk kita belajar dari apa yang nabi Elia lakukan ketika ia dan umat Tuhan berperang melawan empat ratus lima puluh nabi baal. Kisah yang luar biasa itu tercatat dalam 1 Raja-Raja 18 : 20-39. Perhatikan bahwa peperangan itu berpusatkan pada : mezbah.

Hal yang perlu kita pelajari dari kisah itu untuk lebih memaknai unity membangun mezbah
doa kita bersama adalah :

1. Memahami pentingnya 
    deklarasi dalam peperangan rohani

    .."Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan akupun akan memanggil nama
    TUHAN.. ( 1 Raja-Raja 18 : 24 ).

Dengan memahami bahwa dibalik apa yang kita lihat secara jasmani sebenarnya di udara terjadi peperangan rohani. Kesadaran akan hal ini hendaknya memotivasi kita untuk lebih serius membangun mezbah doa kita lebih lagi. Di dunia kerja, di keseharian Anda, pastikan Anda membangun mezbah doa secara korporat dan mendeklarasikan bahwa kita berada dalam kubu Allah sang Panji Kemenangan kita. Pastikan atmosfer rohani menjadi nyata dalam ruang-ruang kerja Anda.

2. Mengekspresikan kesatuan hati
     dan kerendahan hati

     .." Dan umat-Ku yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga, mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.." ( 2 Tawarikh 7 : 14 ).

Kata 'umat' dalam ayat tersebut berarti secara korporat atau secara bersama atau unity. Untuk terjadinya hal itu dibutuhkan kesatuan hati dan kerendahan hati. Dalam ruang-ruang kerja Anda sehari-hari, meeting atau rapat kerja dibatasi oleh sekat jenjang jabatan dalam organisasi. Sebab itu diperlukan alokasi waktu yang khusus, dalam bentuk mezbah doa atau Persekutuan Doa bersama, di mana semua  -baik atasan maupun bawahan- merendahkan hati di hadapan Tuhan. Ketika kesatuan hati yang sejati terjadi, maka ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat-berkat -Nya dicurahkan ( Mazmur 133 : 1-3 ). Nabi Elia pun perlu secara khusus membuat parit sekeliling mezbah itu ( 1 Raja-Raja 18 : 32).

3. Memberikan persembahan 
     yang berharga ke hadapan TUHAN 

Selain menaruh kayu api dan korban bakaran di atas mezbahnya, Elia memerintahkan umat TUHAN untuk menyiram mezbah itu dengan air ( 1 Raja-Raja 18 : 33-35 ). Pada masa itu, kekeringan melanda tiga setengah tahun lamanya, dan air adalah sesuatu yang sangat berharga. Ada 'harga yang harus dibayar' untuk membangun mezbah di hadapan-Nya. Itu bisa berarti Anda harus meninggalkan siaran favorit televisi Anda demi membangun mezbah doa dalam keluarga Anda. Time is Money, sudah menjadi suatu 'dogma' bagi dunia kerja. Waktu yang Anda alokasikan di tengah kesibukan Anda untuk membangun mezbah doa adalah sesuatu yang sangat berharga di hadapan-Nya. Dan sudah tentu, kita tidak boleh melupakan bahwa kita harus mempersembahkan tubuh kita, kehidupan kita, sebagai persembahan yang kudus dan ibadah yang sejati ( Roma 12 : 1-2 ). Pastikan di tempat kerja Anda corporate prayer meeting adalah hal yang terpenting.

4. Berdoa merindukan Api TUHAN 
     dicurahkan

    .."Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah
itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya .."  ( 1 Raja-Raja 18 : 38 ).

Api TUHAN berbicara tentang hadirat dan kuasa-Nya yang dicurahkan di tengah-tengah kita. Peristiwa Pentakosta yang pertama, di mana Roh Kudus dicurahkan dalam bentuk lidah-lidah api, terjadi ketika murid-murid TUHAN bersehati dengan tekun dalam doa bersama ( Kisah Para
Rasul 2 : 1-4 ). Jika di masa Pentakosta yang pertama itu, hadirat Tuhan perlu dirindukan melalui doa bersama-sama, maka terlebih di masa Pentakosta yang ke-tiga ini hadirat-Nya kita perlukan. Pastikan Anda lebih panik bila tidak ada hadirat TUHAN daripada bila tidak ada hadirat WiFi di-
tempat kerja Anda ! (JSW)