SISI LAIN TEOLOGI PAULUS; PEMBENARAN OLEH PERBUATAN

04 Mar, 2018

"... aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya.
Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya,
sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api."
(1 Korintus 3:10-17)

Dari ayat di atas, Rasul Paulus mengajarkan bahwa ada ujian yang akan datang yang akan menimpa rumah kehidupan yang kita bangun. Ia mengambil contoh seorang insinyur (ahli bangunan/Tekton) yang telah meletakkan satu dasar yang tidak dapat digantikan dengan dasar yang lain. Dalam Matius 7:24-27 Yesus menjelaskan bahwa ada dua macam ujian yang harus dihadapi dalam kehidupan seseorang.

UJIAN TERHADAP DASAR
Ujian juga berlaku bagi mereka yang mendengarkan dan melakukan apa yang diajarkan Tuhan yaitu mereka yang membangun rumahnya di atas batu karang. Batu karang dan pasir sebenarnya adalah benda yang sama. Pasir adalah batu karang yang telah terpecah-pecah. Tidak lagi memiliki bobot, massa, dan daya rekat.
Di dalam pribadi manusia hal ini seperti "integritas" akan memberikan bobot, massa, dan "merekatkan" apa yang kita katakan dan apa yang kita lakukan. Jika kita hanya mendengarkan perkataan Tuhan Yesus tetapi tidak melakukannya maka kehidupan kita seperti pasir; tidak memiliki daya rekat. Sebaliknya jika kita mendengarkan perkataan Tuhan Yesus dan melakukannya maka kita seperti batu karang, kita memiliki massa, bobot dan daya rekat.

UJIAN TERHADAP BANGUNAN
Ada 6 bahan dasar yang harus diperhatikan dalam membangun rumah kehidupan, yaitu:

1. Emas, Perak Dan Batu-batu Mulia
Barang-barang ini terletak di bawah tanah, tersembunyi dan harus digali karena kelangkaannya. Seperti perumpamaan tentang harta yang terpendam dan mutiara yang sangat berharga dalam Matius 13, untuk mendapatkannya kita harus mencarinya. Proses emas dan perak semakin bertambah nilainya ketika melewati proses pemurnian. Seorang ahli emas akan berkata bahwa yang terakhir yang harus diangkat dalam proses peleburan emas untuk menjadi emas murni 24 karat adalah perak. Jadi untuk menjadi sesuatu yang sangat berharga harus melalui proses. Batu-batu mulia dimurnikan dengan tekanan tertentu dan hasilnya mereka dipakai untuk menghiasi baju efod imam besar yang melayani di dalam kemah suci. Batu-batu mulia berbicara mengenai kualitas kepemimpinan rohani yang membuat seseorang layak melayani di dalam rumah Tuhan.

2. Kayu, Jerami Dan Rumput Kering
Ketiga benda ini jauh lebih mudah untuk didapatkan karena terletak di atas tanah. Ketiganya sama-sama memiliki harga, kayu pun ada yang harganya mahal. Namun semahal-mahalnya kayu dan rumput ketika melewati api maka hilanglah nilai kesemuanya. Ini berbicara tentang perbuatan seseorang yang meskipun kelihatan berharga dan berguna tetapi di mata banyak orang tidaklah cukup untuk menghasilkan karakter yang tahan uji dalam pribadi itu.

TIGA HAL YANG DIUJI DALAM BANGUNAN KEHIDUPAN KITA
1. Motivasi
Tuhan akan menguji motivasi kita. Kadang-kadang Tuhan ijinkan kita mengalami penolakan dan tidak mendapatkan penghargaan atau ucapan terima kasih yang sepatutnya. Kita melewati waktu penantian lama sehingga kita sendiri tidak segera melihat hasil pekerjaan yang kita lakukan. Hanya kasih mula-mulalah yang akan memampukan kita mengatasi segala kesulitan dan menjadikan perbuatan kita seperti emas di hadapan Tuhan.

2. Mutu
Mutu adalah baik buruknya kualitas suatu benda. Jika seseorang memiliki kasih yang mula-mula dan hatinya berkobar-kobar untuk melayani Tuhan, maka ia lebih mudah untuk melakukannya dengan kualitas yang lebih tinggi karena segala sesuatunya dikerjakan sebagai pengabdiannya untuk Tuhan. Jika seseorang memiliki kasih yang mula-mula kepada orang lain, maka kualitas pekerjaannya akan teruji dengan ketelitiannya dalam memperhatikan seluruh perintah Tuhan.

3. Metode
Jika seseorang menginginkan mutu yang terbaik dalam pekerjaannya pastilah dia akan berusaha memperhatikan proses pekerjaan itu dan bukan hanya kepada hasil akhirnya saja. Dalam 2 Samuel 6:8 Raja Daud berusaha mengembalikan Tabut Perjanjian ke Yerusalem tetapi cara membawa tabut itu tidak menggunakan cara yang diperkenan oleh Tuhan sehingga Tuhan menghukum seseorang yang bernama Uza karena berusaha menyentuh Tabut Perjanjian.

Rasul Paulus juga mengajarkan doktrin pembenaran dengan iman dan meneruskannya dengan mengajarkan doktrin pembenaran oleh perbuatan karena perbuatan merupakan bukti nyata iman kita. Perbuatan yang dilakukan menunjukkan kualitas iman dari setiap orang percaya. Biarlah iman kita menghasilkan perbuatan yang tahan uji sehingga memperoleh puji-pujian pada hari Kristus menyatakan diri-Nya.
(1 Petrus 1:7). Amin. (AL)