Memulai Pelayanan

Pelayanan saya dimulai pada tahun 1985. Tuhan memanggil saya ke dalam pelayanan penuh waktu dengan mengirim 2 hamba Tuhan untuk memberikan konfirmasi kepada saya, yaitu Pdt. S. Damaris, seorang hamba Tuhan senior yang juga dikenal sebagai penginjil pertama Indonesia, dan Pdt. Schenk yang merupakan seorang hamba Tuhan dari Belanda.

Pdt. Damaris menunjukkan kepada saya bahwa Tuhan telah memanggil saya untuk melayaninya sepenuh waktu dalam area pujian dan penyembahan untuk merestorasi Pondok Daud. Beliau berkata bahwa saya adalah orang pertama yang dipanggil Tuhan untuk melayaninya di dalam area ini dalam kapasitas sepenuh waktu dengan tugas yang spesifik yaitu untuk merestorasi Pondok Daud, oleh karena itu saya harus mempersiapkan diri saya untuk menghadapi segala konsekuensinya. Pdt. Schenk mengkonfirmasi panggilan tersebut saat beliau sedang berkhotbah di Surabaya. Beliau mendatangi saya dan berkata bahwa Tuhan memanggil saya untuk membawa umat-Nya datang ke hadirat-Nya.

Saya mulai berkeliling, memimpin penyembahan dari satu desa ke desa lain, dari satu tempat ke tempat lain. Tidak banyak orang yang mengenal pelayanan saya karena hampir tidak ada orang lain yang dipanggil untuk melayani dalam kapasitas itu.

Jika Restorasi Pondok Daud dilihat dalam kurun waktu 5 tahunan, maka dapat dijabarkan sebagai berikut:

5 tahun pertama, 1988 - 1993‚Äč, Pujian dan Penyembahan
Yesaya 54:2-3

5 tahun kedua, 1993 - 1998, “Doa”
Doa, Pujian dan Penyembahan
Yesaya 56:7-8

5 tahun ketiga, 1998 - 2003, “Unity”
Doa, Pujian dan Penyembahan dalam “Unity”

5 tahun keempat, 2003 - 2008
Pemantapan Doa, Pujian dan Penyembahan dalam “Unity”
Kisah Para Rasul 15:17

5 tahun kelima, 2008 - 2013, siang dan malam, yang berarti terus menerus
Doa, Pujian dan Penyembahan dalam “Unity” siang dan malam
Kisah Para Rasul 1:8

5 tahun keenam, 2013 - 2018
Prajurit Tuhan yang gagah perkasa, yang memiliki gaya hidup doa, pujian dan penyembahan dalam “Unity” siang dan malam dan melakukan kehendak Bapa pada jaman ini.

Visi & Misi Gereja Bethel Indonesia Jl. Gatot Subroto

1988
Tanggal 4 September kebaktian perdana GBI Jl. Gatot Subroto (dahulu bernama GBI. Bethany) diadakan.

1989-1993
Wadah-wadah mulai dibuka. Gereja bergerak kuat dalam urapan pujian & penyembahan.Sampai pertengahan tahun 1993 terdapat 16 gereja yang berdiri. Tahun-tahun perintisan. Tuhan menghendaki pendirian gereja yang berpolakan: adakan beberapa kali kebaktian Praise & Worship, setelah ada peneguhan lebih lanjut, dirikan gereja di tempat/kota itu.

1993
Tuhan memberikan visi di dalam Yesaya 54:2-3, “Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota sunyi.”

1994
Tahun 1994 adalah tahun penggenapan visi yang Tuhan beri di tahun 1993 dalam Yesaya 54: 2-3 menjadi tema utama. Tahun ini merupakan tahun persiapan:

Mempersiapkan Pasukan Doa Syafaat

Memulai doa puasa setiap hari Sabtu (dimulai pada tgl. 5 Maret)

Mempersiapkan Family Altar (kelompok sel)

Pada tahun ini Pasukan Doa mulai dibentuk.

1995
Tuhan memberikan visi di dalam Yesaya 56:7, “Mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.”

1996
Visi Rumah Doa menjadi tema utama. Tuhan menghendaki umat-Nya untuk menjadi rumah doa. Kotbah-kotbah dan seminar-seminar doa diadakan. 

1997
Tahun 1997 adalah tahun misi dan penginjilan. Prof. Peter Wagner seorang pakar mengenai pertumbuhan gereja menyimpulkan dalam sebuah bukunya bahwa pertumbuhan gereja yang paling efektif adalah dengan membuka gereja-gereja baru. (Gereja-gereja baru ini merupakan “rumah-rumah doa” / pangkalan doa). Kejadian Mei 1997 yang mengguncangkan kota Jakarta menjadikan umat semakin menjadi rumah doa.Pertengahan tahun kami mulai membentuk kubu-kubu doa. Kubu-kubu doa dibentuk di kelompok-kelompok sel (FA) untuk pertahanan wilayah RT / RW / Kelurahan setempat, untuk menduduki dan memenangkan wilayah tsb bagi Kristus dan menjadikan jemaat Rumah Doa. Kubu Doa bersifat ringkas dan fleksibel. Dari satu kelompok sel (FA) dapat dibentuk 2 atau 3 kubu doa.

1998
Menuai dalam kasih.

Tuhan memberikan tujuh strategi penuaian:

Unity

Memperhatikan yang kekurangan

Mendoakan bangsa-bangsa

Jangan takut

Pergi, injak, kumpulkan orang dan ajak berdoa

Banyak berdiam diri dan berdoa

Menjadi murid Kristus

Doa menjadi awal dan prioritas untuk penuaian.

Tahun 1998 Menara Doa (Watch Tower) mulai dirintis pendiriannya. Konvokasi doa di Jerusalem th. 1998 yang dihadiri oleh bangsa-bangsa memberikan kesimpulan bahwa tanpa Menara Doa (Rumah Doa 24 jam) tidak akan terjadi penuaian. September 1998 kami memulainya dengan satu Menara Doa 24 jam yang bertempat di gedung BHS, lantai 25, Gajah Mada – Kota. 

1999
Tuntunan Tuhan adalah:

Persiapkan bahtera kehidupan

Menara Doa (tempat tinggi, intim 24 jam, unity)

Memasuki tahun ini diawali dengan doa puasa 40 hari. Tuhan menghendaki untuk masuk perhentian / berdiam diri dan memikirkan perkara yang di atas bukan yang di bumi.

Ada 3 hal yang harus diperhatikan pada tahun ini :

Penuaian jiwa besar-besaran

Goncangan yang besar

Hidup berjaga-jaga

Sasaran penuaian: Bani Kedar dan Nebayot (Yes 21: 13-16).

Pola penuaian di akhir jaman:

Kemuliaan Tuhan memenuhi gereja-Nya (Ef 5:18-21, Yoh 17:21)

Pray, Praise & Worship

Bangkit dan menjadi terang (Yes 60:1)

Miliki pikiran dan perasaan Kristus (Flp 2:5)

Tuhan akan turun di hadapan seluruh bangsa agar mereka memiliki rasa takut akan Tuhan

2000
Visi tahun ini adalah “Tahun pelipatgandaan, Tahun Mukjizat, Tahun tidak ada yang mustahil bagi orang percaya”, bagi kita yang sudah melakukan apa yang terbaik, yaitu duduk di kaki Yesus seperti Maria untuk mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan. Duduk diam di kaki Yesus artinya menanti-nantikan Tuhan. Di dalam Yesaya 40:31, “…orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali…”.

2001
Pesan Konvokasi Jerusalem 2001: Deeper Intimacy (intim lebih lagi dengan Tuhan).

Pesiapan umat yang layak, hidup intim dengan Tuhan menjadi hal yang utama, di dalam Wahyu 2:1-5, Tuhan kembali mengingatkan kita kepada kasih mula-mula agar kita dapat mengalami hujan awal dan hujan akhir, yaitu mereka yang begitu haus dan lapar akan kebenaran, yang selalu memburu hadirat Tuhan, memburu firman Tuhan dan meresponinya.Kita juga memperoleh janji Tuhan yang ada di dalam 1 Korintus 2:9, “…Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia”

2002
Penuaian Jiwa Beribu-ribu Laksa, tiga senjata Allah yang harus kita pergunakan untuk memasuki penuaian jiwa beribu-ribu laksa, seperti dalam Wahyu 5:8-12, yaitu terdiri dari tersungkur menyembah Tuhan Yesus; Doa, Pujian dan Penyembahan; Menyanyikan nyanyian baru, seperti dalam Mazmur 40:4.

2003
Tahun 2003 adalah tahun pencanangan Transformasi bagi bangsa Indonesia dan tahun lawatan Tuhan. Seperti dalam Yoel 2:23, “Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.”Tuhan sudah berbicara dan berjanji terjadi Transformasi untuk Indonesia, dan dalam Ulangan 11:13-14, “Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu.” Kita akan membangun Rumah Doa bagi segala bangsa di Bukit Sentul, yang akan memberi dampak kepada TRANSFORMASI INDONESIA.

2004
Visi Tuhan tahun 2004, Prepare The Way For The King Of Glory. Untuk mempersiapkan kedatangan Raja Kemuliaan kita harus semakin sungguh-sungguh dengan Tuhan, sesuai dengan pesan Tuhan dalam 2 Petrus 3:11-12, “…betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah…”

2005
Visi tahun 2005 adalah Tahun Kebangkitan Gereja.

2006
Visi tahun 2006 adalah Tahun Kesaksian Gereja, Penginjilan, Mujizat, Kemenangan, Peperangan Rohani.

2007
Visi tahun 2007 adalah Tahun Peperangan Rohani, Kesembuhan, Mujizat, Pertobatan.

2008
Visi tahun 2008 adalah Tahun Mujizat dan Kesembuhan

2009
Visi tahun 2009 adalah Tahun Mujizat dan Kesembuhan yang Kreatif

2010
Visi tahun 2010 adalah Tahun Pemulihan dan Kelimpahan

2011
Visi tahun 2011 adalah Tahun Multiplikasi dan Promosi

2012
Visi tahun 2012 adalah Tahun Multiplikasi dan Promosi Karena Perkenanan Tuhan

2013
Visi tahun 2013 adalah Tahun Pemulihan Seutuhnya - Entering the Next Level (The Year of Restoration To Wholeness) 1 Yohanes 2:6

2014
Visi tahun 2014 adalah Tahun dibukaNYA pintu – pintu mujizat (The Year of God Opening Doors for Miracles).
Wahyu 3:8

2015
Visi tahun 2015 adalah Tahun Pelipatgandaan Mujizat (The Year of Multiplication for Miracles)
Efesus 3:20 & Kisah Para Rasul 2:19-20

2016
Visi tahun 2016 adalah Tahun Pembebasan Seutuhnya (The Year of Total Deliverance)
Lukas 4:18, 19 & 21

2017
Visi tahun 2017 adalah Tahun Mujizat Penuaian (The Year of Miracle Harvest)
Yoel 2:28-32 

2018
Visi tahun 2018 adalah Tahun Permulaan yang Baru (The Year of New Beginnings)
2 Korintus 5:17

GROWING BY THE GRACE OF GOD