Memulai Pelayanan

Pelayanan saya dimulai pada tahun 1985. Tuhan memanggil saya ke dalam pelayanan penuh waktu dengan mengirim 2 hamba Tuhan untuk memberikan konfirmasi kepada saya, yaitu Pdt. S. Damaris, seorang hamba Tuhan senior yang juga dikenal sebagai penginjil pertama Indonesia, dan Pdt. Schenk yang merupakan seorang hamba Tuhan dari Belanda.

Pdt. Damaris menunjukkan kepada saya bahwa Tuhan telah memanggil saya untuk melayaninya sepenuh waktu dalam area pujian dan penyembahan untuk merestorasi Pondok Daud. Beliau berkata bahwa saya adalah orang pertama yang dipanggil Tuhan untuk melayaninya di dalam area ini dalam kapasitas sepenuh waktu dengan tugas yang spesifik yaitu untuk merestorasi Pondok Daud, oleh karena itu saya harus mempersiapkan diri saya untuk menghadapi segala konsekuensinya. Pdt. Schenk mengkonfirmasi panggilan tersebut saat beliau sedang berkhotbah di Surabaya. Beliau mendatangi saya dan berkata bahwa Tuhan memanggil saya untuk membawa umat-Nya datang ke hadirat-Nya.

Saya mulai berkeliling, memimpin penyembahan dari satu desa ke desa lain, dari satu tempat ke tempat lain. Tidak banyak orang yang mengenal pelayanan saya karena hampir tidak ada orang lain yang dipanggil untuk melayani dalam kapasitas itu.

TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN PELAYANAN

Selama 23 tahun terakhir, Tuhan telah memanggil saya untuk menjalankan tugas khusus, yakni merestorasi Pondok Daud. Pondok Daud berbicara mengenai Doa, Pujian, dan Penyembahan bersama-sama- dalam unity, siang dan malam. Sejak itu, gereja ini telah menempuh perjalanan iman. Tanggal 4 September 1988, kebaktian perdana diadakan di Jakarta, tepatnya di Gedung Karsa Pemuda, yang dihadiri lebih dari 400 orang.

Lima tahun pertama (1988-1993)-Pujian dan Penyembahan
Tuhan hanya menyingkapkan pemahaman mengenai Pondok Daud, yaitu mengenai pujian dan penyembahan. Hal ini memulai fenomena di Jakarta. Pujian dan Penyembahan tetap menjadi fitur utama dari kebaktian kita, tetapi di atas semuanya itu, kita melihat banyak pertobatan terjadi, dan banyak juga yang disembuhkan. Kita juga mulai menyaksikan fenomena lain di Indonesia, di mana kita menanam beberapa gereja di dalam kota yang sama. Ini adalah sesuatu yang baru di Indonesia. Lalu pada tahun 1993, Tuhan memberikan visi di dalam Yesaya 54:2-3.

Lima tahun kedua (1993-1998)- Doa, Pujian, dan Penyembahan
Memasuki lima tahun kedua, yaitu pada tahun 1993, Tuhan memberikan visi dalam Yesaya 54:2-3, di mana Tuhan memerintahkan kita untuk mengembang ke kanan dan ke kiri dan tahun 1994 merupakan penggenapan visi tersebut. Pada tahun ini, pasukan doa mulai dibentuk. Dan pada tahun 1995, Tuhan memberikan kita petunjuk, “tambahkan doa”. Sekarang kita mengenal tiga rangkaian ini; Doa, Pujian, dan Penyembahan; dan inilah yang kita kenal sebagai rumah doa- sejalan dengan Yesaya 56:7. Visi rumah doa menjadi tema utama di tahun 1996, dan Tuhan berkata jika kita membangun rumah doa, Tuhan akan menambahkan jumlah orang yang akan datang kepada-Nya, seperti tertulis di Yesaya 56:8. Dengan pemahaman ini, Tuhan mulai menyingkapkan rahasia dari menanam jemaat baru, yaitu dengan memulai kelompok sel yang dinamakan Family Altar pada tahun 1997 yang merupakan tahun misi dan penginjilan bagi gereja kita. Beberapa Family Altar digabungkan untuk membentuk kubu-kubu doa. Pada tahun 1998, Tuhan meminta kita menuai dengan kasih. Dalam waktu satu setengah tahun- dari tahun 1996-1998-kita menanam lebih dari 200 gereja baru.

Lima tahun ketiga (1998-2003)- Pemantapan Doa, Pujian, dan Penyembahan
Tuhan mulai menyingkapkan mengenai menara doa. Menara doa adalah tempat tinggi, di mana ada doa, pujian, dan penyembahan siang dan malam selama 24 jam di dalam unity. Pondok Daud berbicara mengenai hal ini. Pada tahun 1998, sebuah konvokasi doa di Yerusalem yang dihadiri oleh bangsa-bangsa menyimpulkan bahwa “Tanpa Menara Doa, tidak akan ada penuaian jiwa.”  Dan pada September 1998, GBI Jl. Gatot Subroto memulai sebuah menara doa-24 jam yang bertempat di gedung BHS, Jakarta. Ketika kita taat dan mulai melangkah untuk melakukan menara doa, Tuhan mulai menambahkan jumlah gereja yang ditanam. Sampai tahun 2002, kita mengawasi sekitar 500 gereja.

Saat itu, saya pikir kita sudah melangkah dengan benar dalam hal menara doa; kita sudah mendirikan tempat tinggi- yang berarti hidup kudus dan berjalan bersama Tuhan. Kemudian ada doa, pujian dan penyembahan, juga unity. Tetapi yang ada dalam pikiran saya benar-benar berbeda dengan yang ada di pikiran Tuhan. Pada tahun 2002, saya ingat ada seorang pendoa syafaat kita yang mendapat penglihatan tentang saya. Dalam penglihatan tersebut saya sedang berdiri di stasiun dengan mengenakan jas, dan tiba-tiba terdengar suara “change destination..change destination..!!” (Ganti arah.. ganti arah..!!)

Saat hal ini dilaporkan kepada saya, saya langsung tahu bahwa akan ada perubahan yang terjadi di dalam pelayanan saya. Mengenakan jas berarti saya sedang bertugas dalam pelayanan. Kemudian Tuhan menemui saya dan menunjukkan pelayanan saya yang merupakan sumber kesombongan saya sampai saat itu, dan Tuhan berkata, “selama ini kamu itu sombong dan arogan”. Lalu saya menangis di hadapan Tuhan dan berkata “Tuhan, ampunilah aku, dan tunjukkan apa yang harus aku lakukan.” Ada dua hal yang Tuhan minta saya untuk lakukan. Yang pertama, Dia meminta saya menurunkan nama gereja kita yang sangat saya sombongkan saat itu. Hal kedua yang Tuhan minta saya lakukan adalah mendatangi para hamba Tuhan dan meminta maaf kepada mereka. Saya melakukan kedua hal ini dan apa yang terjadi? Roh rekonsiliasi seperti dicurahkan di atas Indonesia. Rekonsiliasi mulai terjadi di antara para hamba Tuhan dari berbagai gereja dan denominasi, dan di tengah-tengah itu semua, tiba-tiba Tuhan berkata bahwa Indonesia akan mengalami transformasi.

Lima tahun keempat (2003-2008)- Unity dan Healing
Lima tahun keempat adalah saat di mana banyak hal terjadi. Hamba-hamba Tuhan mulai bergandengan tangan. Kita mengadakan Konferensi Doa Nasional yang pertama pada tahun 2003. Setelah itu, saya melihat terbentuknya banyak jaringan doa di kota-kota. Kita meluangkan banyak waktu untuk berdoa, dan apakah yang terjadi?

Kita dikejutkan dengan kejadian yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004, sebuah tsunami yang dahsyat mengguncang kawasan Asia Tenggara dan menyapu Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Tidak lama setelah itu, bencana alam yang serupa mengguncang Pulau Nias dalam skala yang lebih kecil, yang menyebabkan bencana alam lainnya. Banyak penyakit baru dan aneh mulai bermunculan. Jumlah orang-orang miskin mulai meningkat. Kita berseru saat itu, “kami meminta transformasi, mengapa Engkau izinkan hal ini terjadi?” Tetapi di balik misteri ini, kita mulai melihat banyak orang kembali pada Tuhan. Pada tahun 2006, melalui berbagai firman, Tuhan berkata, “Tahun mujizat dan kesembuhan”. Saya ingat pada tanggal 8 Agustus 2006 ketika KKR Mujizat dan Kesembuhan diadakan untuk pertama kalinya di Kota Bandung, saya melihat dengan mata saya sendiri, yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, kanker dan tumor hilang dalam sekejap.

Dan fenomena tersebut terus terjadi dari waktu ke waktu. Tidak lama setelahnya, Tuhan memerintahkanku untuk mengadakan perjalanan ke kota-kota berbeda untuk mengadakan KKR serupa. Di setiap kota, saya melihat bahwa Tuhan terus bergerak dalam gerakan serupa yang dahsyat, dan hal tersebut membuat saya mengerti bahwa di tengah bencana alam, penyakit, kemiskinan, hal-hal yang membawa penderitaan di Indonesia; di tengah ini semua ada kesembuhan yang terjadi. Hal ini selaras dengan Hosea 6:1, “Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut  kita.” Inilah yang terjadi pada Indonesia. Kata kunci disini adalah ‘Mari, kita akan berbalik kepada Tuhan’. Sejak bulan Agustus 2006, Tuhan memberikan nama baru kepada pelayanan kita. Sekarang kita dikenal sebagai ‘Healing Movement Ministry’, dan Dia telah mengizinkan ‘aliran’ kesembuhan yang baru untuk mengalir keluar dari pelayanan ini.

Pertama, ada Healing Movement Crusade (KKR Kesembuhan), dimana Tuhan memerintahkan kita untuk pergi ke berbagai kota berbeda dan sampai saat ini (per Agustus 2012)kita telah mengadakan 200 KKR di tempat yang berbeda. 

Kemudian, Tuhan memberikan kita Healing Movement Camp, di mana kita melihat bagaimana Tuhan memulihkan keluarga. Tidak hanya pemulihan mental dan spiritual, tapi juga kesembuhan fisik juga.

Lalu Tuhan memberikan kita Healing movement bagi orang-orang miskin. Melalui organisasi kita, Yayasan Kasih Peduli Masyarakat Indonesia, banyak cerita menakjubkan mengenai hidup yang diubahkan.

Tuhan juga memberikan kita Healing Movement Center, yaitu SICC, Sentul International Convention Center.

Melalui banyak nabi-nabi-Nya, Tuhan mengungkapkan bahwa SICC adalah Rumah Doa bagi segala bangsa, “sebuah pusat kesembuhan dan mujizat, sebuah tempat yang sangat berpengaruh bagi transformasi Indonesia dan bangsa-bangsa.” Hari-hari ini, kita ada di tengah gerakan kesembuhan dan saya mengerti bahwa ini adalah gerakan dari Tuhan sendiri. Supaya gerakan ini terus berlangsung, Tuhan berkata, “jangan mencuri kemuliaan-Ku” dan “jangan mengambil keuntungan pribadi dari pelayanan ini.”

Jika kita mengkaji ulang perjalanan iman ini, kita dapat melihat bagaimana Tuhan mulai menggenapi pengertian Pondok Daud. Biarkan saya mengulangi sekali lagi, Pondok Daud adahal doa, pujian, dan penyembahan. Kita telah melakukan semua itu, dengan unity di atas semuanya. Sekarang kita telah melakukan hal itu sesuai definisi dari Tuhan. Sekarang tinggal bagaimana kita melakukannya siang dan malam. Saya yakin bahwa Tuhan sedang mengarahkan kita ke tahap ini. Kita diminta untuk meluangkan banyak waktu di hadirat Tuhan- intim dengan Tuhan, siang dan malam. Apakah tujuan Tuhan merestorasi Pondok Daud? Kis. 15:17 mengatakan, “supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini.” Tuhan mengatakan bahwa apa yang kita lihat baru sebagian kecil saja. Kita akan melihat hal-hal yang lebih besar daripada ini bila kita mentaati apa yang Tuhan minta.

Lima tahun kelima (2008-2013)- Unity yang ditambahkan Tuhan
Memasuki periode 5 tahun kelima, Tuhan terus menuntun gereja-Nya untuk memasuki rencana-Nya yang sempurna. Saya mengingat di tahun 2009 awal, Tuhan berkata dengan sangat kuat kepadaku, “Aku kembali dengan segera”. Tuhan meminta saya untuk menyampaikan pesan ini kemanapun saya pergi, sampai saat ini. Kemudian, di pertengahan tahun 2009, Tuhan berkata “Aku akan mencurahkan Roh-Ku” sesuai dengan nubuatan di Yoel 2:28-32. Tuhan berkata bahwa ada tiga tanda yang terjadi saat Roh Kudus dicurahkan:

1. 3 generasi akan dipakai Tuhan secara luar biasa: Anak-anak, pemuda dan orang tua, yaitu 3 generasi akan dipakai Tuhan secara luar biasa.
2. Terjadinya goncangan-goncangan.
3. Penuaian jiwa besar-besaran.

Di awal tahun 2010, Tuhan memberikan kita Kis. 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Tuhan meminta kita untuk menjadi saksi-Nya, bukan hanya dengan perkataan saja, melainkan melalui perbuatan dan tindakan kasih kita seperti yang Yesus lakukan. Akhir-akhir ini Tuhan terus mengingatkan kepada kita bahwa kita adalah terang dunia. Oleh sebab itu, sesuai dengan Yesaya 60:1-2, “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.”

5 Hal yang akan terjadi ketika kita bangkit dan menjadi terang- berdasarkan Yesaya 60:
1. Bangsa-bangsa berduyung-duyung datang kepada terangmu
2. Kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepada kita
3. Kebenaran dan keadilan akan menang
4. Kekerasan tidak lagi terdengar di negeri
5. Seluruh penduduk akan disebut orang benar. Tuhan terus memimpin dan membimbing gereja-Nya memasuki rencana dan tujuan-Nya.

Tahun 2012 adalah tahun perkenanan Tuhan. Multiplikasi dan promosi terjadi karena perkenan Tuhan. Mujizat masih ada! Tahun 2012 juga merupakan tahun awal penuaian jiwa besar-besaran di akhir zaman, sebelum Yesus datang untuk kali yang kedua. Orang yang berkenan kepada Tuhan di tahun 2012 akan banyak mengalami apa yang 1 Korintus 2:9 katakan, yaitu ... “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Tuhan mengingatkan saya akan Daud, seseorang yang berkenan di hati Tuhan sebab dia melakukan kehendak Allah pada zamannya. (Kis. 13:22, 36). Akhir-akhir ini, kita diminta untuk memiliki mata dan telinga seorang murid yang bisa mendengar suara dan tuntunan Tuhan dengan jelas, dan juga memiliki mata yang terus terpaku pada rencana Tuhan atas dunia ini. Marilah kita memiliki hati yang luar biasa- yaitu hati Yesus sendiri, yang penuh dengan kasih yang mengusir segala ketakutan dan juga menutupi banyak sekali kesalahan. Kita akan melihat banyak orang berbalik kepada Yesus, bukan karena dengan kecakapan berbicara atau demonstrasi dari kuasa, melainkan dengan menabur kebaikan melalui kasih Yesus yang ada di dalam hati kita melalui kasih karunia-Nya.

Visi & Misi Gereja Bethel Indonesia Jl. Gatot Subroto

1988
Tanggal 4 September kebaktian perdana GBI Jl. Gatot Subroto (dahulu bernama GBI. Bethany) diadakan.

1989-1993
Wadah-wadah mulai dibuka. Gereja bergerak kuat dalam urapan pujian & penyembahan.Sampai pertengahan tahun 1993 terdapat 16 gereja yang berdiri. Tahun-tahun perintisan. Tuhan menghendaki pendirian gereja yang berpolakan: adakan beberapa kali kebaktian Praise & Worship, setelah ada peneguhan lebih lanjut, dirikan gereja di tempat/kota itu.

1993
Tuhan memberikan visi di dalam Yesaya 54:2-3, “Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota sunyi.”

1994
Tahun 1994 adalah tahun penggenapan visi yang Tuhan beri di tahun 1993 dalam Yesaya 54: 2-3 menjadi tema utama. Tahun ini merupakan tahun persiapan:

Mempersiapkan Pasukan Doa Syafaat

Memulai doa puasa setiap hari Sabtu (dimulai pada tgl. 5 Maret)

Mempersiapkan Family Altar (kelompok sel)

Pada tahun ini Pasukan Doa mulai dibentuk.

1995
Tuhan memberikan visi di dalam Yesaya 56:7, “Mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.”

1996
Visi Rumah Doa menjadi tema utama. Tuhan menghendaki umat-Nya untuk menjadi rumah doa. Kotbah-kotbah dan seminar-seminar doa diadakan. 

1997
Tahun 1997 adalah tahun misi dan penginjilan. Prof. Peter Wagner seorang pakar mengenai pertumbuhan gereja menyimpulkan dalam sebuah bukunya bahwa pertumbuhan gereja yang paling efektif adalah dengan membuka gereja-gereja baru. (Gereja-gereja baru ini merupakan “rumah-rumah doa” / pangkalan doa). Kejadian Mei 1997 yang mengguncangkan kota Jakarta menjadikan umat semakin menjadi rumah doa.Pertengahan tahun kami mulai membentuk kubu-kubu doa. Kubu-kubu doa dibentuk di kelompok-kelompok sel (FA) untuk pertahanan wilayah RT / RW / Kelurahan setempat, untuk menduduki dan memenangkan wilayah tsb bagi Kristus dan menjadikan jemaat Rumah Doa. Kubu Doa bersifat ringkas dan fleksibel. Dari satu kelompok sel (FA) dapat dibentuk 2 atau 3 kubu doa.

1998
Menuai dalam kasih.

Tuhan memberikan tujuh strategi penuaian:

Unity

Memperhatikan yang kekurangan

Mendoakan bangsa-bangsa

Jangan takut

Pergi, injak, kumpulkan orang dan ajak berdoa

Banyak berdiam diri dan berdoa

Menjadi murid Kristus

Doa menjadi awal dan prioritas untuk penuaian.

Tahun 1998 Menara Doa (Watch Tower) mulai dirintis pendiriannya. Konvokasi doa di Jerusalem th. 1998 yang dihadiri oleh bangsa-bangsa memberikan kesimpulan bahwa tanpa Menara Doa (Rumah Doa 24 jam) tidak akan terjadi penuaian. September 1998 kami memulainya dengan satu Menara Doa 24 jam yang bertempat di gedung BHS, lantai 25, Gajah Mada – Kota. 

1999
Tuntunan Tuhan adalah:

Persiapkan bahtera kehidupan

Menara Doa (tempat tinggi, intim 24 jam, unity)

Memasuki tahun ini diawali dengan doa puasa 40 hari. Tuhan menghendaki untuk masuk perhentian / berdiam diri dan memikirkan perkara yang di atas bukan yang di bumi.

Ada 3 hal yang harus diperhatikan pada tahun ini :

Penuaian jiwa besar-besaran

Goncangan yang besar

Hidup berjaga-jaga

Sasaran penuaian: Bani Kedar dan Nebayot (Yes 21: 13-16).

Pola penuaian di akhir jaman:

Kemuliaan Tuhan memenuhi gereja-Nya (Ef 5:18-21, Yoh 17:21)

Pray, Praise & Worship

Bangkit dan menjadi terang (Yes 60:1)

Miliki pikiran dan perasaan Kristus (Flp 2:5)

Tuhan akan turun di hadapan seluruh bangsa agar mereka memiliki rasa takut akan Tuhan

2000
Visi tahun ini adalah “Tahun pelipatgandaan, Tahun Mukjizat, Tahun tidak ada yang mustahil bagi orang percaya”, bagi kita yang sudah melakukan apa yang terbaik, yaitu duduk di kaki Yesus seperti Maria untuk mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan. Duduk diam di kaki Yesus artinya menanti-nantikan Tuhan. Di dalam Yesaya 40:31, “…orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali…”.

2001
Pesan Konvokasi Jerusalem 2001: Deeper Intimacy (intim lebih lagi dengan Tuhan).

Pesiapan umat yang layak, hidup intim dengan Tuhan menjadi hal yang utama, di dalam Wahyu 2:1-5, Tuhan kembali mengingatkan kita kepada kasih mula-mula agar kita dapat mengalami hujan awal dan hujan akhir, yaitu mereka yang begitu haus dan lapar akan kebenaran, yang selalu memburu hadirat Tuhan, memburu firman Tuhan dan meresponinya.Kita juga memperoleh janji Tuhan yang ada di dalam 1 Korintus 2:9, “…Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia”

2002
Penuaian Jiwa Beribu-ribu Laksa, tiga senjata Allah yang harus kita pergunakan untuk memasuki penuaian jiwa beribu-ribu laksa, seperti dalam Wahyu 5:8-12, yaitu terdiri dari tersungkur menyembah Tuhan Yesus; Doa, Pujian dan Penyembahan; Menyanyikan nyanyian baru, seperti dalam Mazmur 40:4.

2003
Tahun 2003 adalah tahun pencanangan Transformasi bagi bangsa Indonesia dan tahun lawatan Tuhan. Seperti dalam Yoel 2:23, “Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.”Tuhan sudah berbicara dan berjanji terjadi Transformasi untuk Indonesia, dan dalam Ulangan 11:13-14, “Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu.” Kita akan membangun Rumah Doa bagi segala bangsa di Bukit Sentul, yang akan memberi dampak kepada TRANSFORMASI INDONESIA.

2004
Visi Tuhan tahun 2004, Prepare The Way For The King Of Glory. Untuk mempersiapkan kedatangan Raja Kemuliaan kita harus semakin sungguh-sungguh dengan Tuhan, sesuai dengan pesan Tuhan dalam 2 Petrus 3:11-12, “…betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah…”

2005
Visi tahun 2005 adalah Tahun Kebangkitan Gereja.

2006
Visi tahun 2006 adalah Tahun Kesaksian Gereja, Penginjilan, Mujizat, Kemenangan, Peperangan Rohani.

2007
Visi tahun 2007 adalah Tahun Peperangan Rohani, Kesembuhan, Mujizat, Pertobatan.

2008
Visi tahun 2008 adalah Tahun Mujizat dan Kesembuhan

2009
Visi tahun 2009 adalah Tahun Mujizat dan Kesembuhan yang Kreatif

2010
Visi tahun 2010 adalah Tahun Pemulihan dan Kelimpahan

2011
Visi tahun 2011 adalah Tahun Multiplikasi dan Promosi

2012
Visi tahun 2012 adalah Tahun Multiplikasi dan Promosi Karena Perkenanan Tuhan

2013
Visi tahun 2013 adalah Tahun Pemulihan Seutuhnya - Entering the Next Level (The Year of Restoration To Wholeness) 1 Yohanes 2:6

2014
Visi tahun 2014 adalah Tahun dibukaNYA pintu – pintu mujizat (The Year of God Opening Doors for Miracles).
Wahyu 3:8

2015
Visi tahun 2015 adalah Tahun Pelipatgandaan Mujizat (The Year of Multiplication for Miracles)
Efesus 3:20 & Kisah Para Rasul 2:19-20

2016
Visi tahun 2016 adalah Tahun Pembebasan Seutuhnya (The Year of Total Deliverance)
Lukas 4:18, 19 & 21

2017
Visi tahun 2017 adalah Tahun Mujizat Penuaian (The Year of Miracle Harvest)
Yoel 2:28-32 

GROWING BY THE GRACE OF GOD