3 FAKTOR KOMITMEN UNTUK MENCAPAI KEBERHASILAN

04 Aug, 2019

"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah kepadanya di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN !" ( Yosua 24 : 14 - 15 )

Bila orang ditanya apakah dirinya ingin berhasil meraih kesuksesan? jawabannya pasti "Ya, tentu !". Namun, bila kepada mereka diajukan pertanyaan "Apakah kalian mau mengambil KOMITMEN ?", jawabannya "Belum tentu"

Ya, masih banyak orang yang belum sepenuhnya memahami dan menyadari bahwa KOMITMEN dan KESUKSESAN adalah satu. Artinya, dengan kata lain, bila Anda ingin meraih suatu kesuksesan, Anda harus berani mengambil sebuah KOMITMEN.

Mengapa ? Karena KOMITMEN itu memberi kekuatan bagi seseorang untuk meraih kesuksesan, sekalipun melalui badai rintangan tantangan dan rentangan waktu. Bahkan KOMITMEN itu bukan hanya memberi daya dorong kepada seseorang untuk meraih keberhasilan itu, tetapi juga memberi energi untuk mempertahankan kesuksesan itu sendiri.

Sementara itu, beberapa orang mengatakan mau mengambil KOMITMEN, namun sebenarnya ia sendiri tidak sepenuhnya memahami apa itu KOMITMEN. Alhasil, usahanya meraih kesuksesan itu pun tidak kunjung membawa hasil.

Disarikan dari berbagai sumber, KOMITMEN berarti membulatkan tekad, berikrar mengikat janji dengan diri sendiri atau dengan pihak lain untuk mencapai sebuah tujuan, serta melakukan segala tanggung jawab demi tercapainya tujuan itu, dan sekalipun banyak tantangan- setia melakukannya sampai akhir.

Bila Anda mengharapkan suatu keberhasilan dan membayar harga dengan mau mengambil KOMITMEN untuk meraih keberhasilan itu, inilah "3 Faktor KOMITMEN untuk meraih KEBERHASILAN" yang perlu Anda pahami :

KOMITMEN itu bukan sekedar persoalan bertekad bulat mengambil suatu pilihan atau suatu keputusan, melainkan juga berjanji dan menepatinya.

Bicara tentang janji, ada 3 jenis golongan manusia :

- Golongan pertama, adalah mereka yang tidak berani membuat janji. "Don't make a promise you can't keep", demikianlah prinsip mereka. Kita tidak perlu membahas golongan ini, karena mereka tak lebih dari sekelompok manusia pengecut dan pecundang pecandu kegagalan, dan mereka bukanlah Anda, bukan?

- Golongan kedua, adalah mereka yang dengan mudah mengumbar janji namun dengan mudah pula mengingkari janji. Manusia-manusia golongan ini seharusnya tak perlu merasa frustrasi bila tidak kunjung meraih keberhasilan yang didambakannya. Orang seperti ini seringkali tidak bisa hadir tepat waktu dalam jadwal meeting yang telah disepakati, sering terlambat menyelesaikan deadline tugas pada waktu yang ditentukan, dan sebagainya. Pendeknya, terbiasa tidak menepati janji. Akibatnya, mereka sulit dipercaya dan akhirnya tak kunjung meraih keberhasilan.

- Golongan ke-tiga, adalah mereka yang memutuskan bertekad mengikat janji dan menepati janji. Bagi mereka, janji itu bukan sekedar promise melainkan suatu covenant. Orang seperti ini sudah tentu adalah orang yang dapat dipercaya, karena selalu menepati janji. Bagi orang seperti ini, keberhasilan telah menanti. Ya, sukses hanya milik mereka yang berani mengambil KOMITMEN, menepati janji.

Tidak heran bahwa Raja Daud adalah orang yang dikasihi Tuhan dan meraih banyak keberhasilan, karena ia didapati memiliki sifat yang mirip dengan-Nya yakni : Menepati janji.

Perhatikan ketika Daud membiarkan Mefiboset hidup, karena Daud mengingat janjinya kepada Yonatan (2 Samuel 9:7), dan perhatikan tekad janji Daud kepada Tuhan untuk membangun bait-Nya :

"..........Sesungguhnya aku tidak akan masuk ke dalam rumah kediamanku, tidak akan berbaring di ranjang petiduranku, sesungguhnya aku tidak akan membiarkan mataku tidur atau membiarkan kelopak mataku terlelap, sampai aku mendapat tempat untuk TUHAN, kediaman untuk Yang Mahakuat dari Yakub" (Mazmur 132:2-5).

Seperti hal-nya iman tanpa perbuatan adalah mati, demikianlah KOMITMEN tanpa TANGGUNG JAWAB adalah tak berarti. KOMITMEN itu bukan sekedar urusan komat-kamit mengikrarkan janji, namun juga berusaha sungguh-sungguh membuktikannya dengan melakukan TANGGUNG JAWAB. Bukan ‘omdo', melainkan walk the talk.

Sayangnya, beberapa orang kurang menyadari bahwa ada harga yang harus dibayar untuk menepati suatu ikrar janji :

• Bertekad untuk hidup lebih sehat, berarti menjaga pola makan dan berolah raga.
• Mau hidup lebih hemat, berarti mau mengurangi pengeluaran gaya hidup yang konsumtif.
• Berjanji membangun kehidupan pernikahan yang berbahagia, berarti bertanggung-jawab menjaga keutuhan rumah-tangga.
• Ingin sukses dalam karir atau bisnis, berarti harus bekerja keras.
• Rindu hidup kudus dan berkenan kepada Tuhan, berarti menjauhi godaan dosa dan kejahatan.

Pendeknya, bila Anda mengambil suatu KOMITMEN, maka Anda harus mengekspresikannya dalam bentuk melakukan tanggung jawab, apa pun risiko dan apa pun konsekuensinya. Bila Anda telah mengikatkan diri atau mengambil KOMITMEN untuk bekerja di suatu perusahaan, Anda seharusnya bekerja dengan dengan penuh tanggung jawab, sekalipun perusahaan tersebut sedang mengalami dinamika pasang surut. Bila Anda terlibat sebagai volunteer dalam suatu pelayanan, seharusnya Anda melakukannya dengan penuh tanggung jawab. Prinsipnya, “committer” bukanlah “supporter”. Selain mengusulkan ini dan itu, seyogyanya Anda juga bersedia bila Anda dipercaya untuk menjadi PIC nya. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus mencari bukan hanya followers melainkan disciples. Karena seorang murid itu terikat oleh suatu KOMITMEN, termasuk melakukan tanggung jawab dengan segala konsekuensinya.

KOMITMEN, menuntut tanggung jawab apa pun konsekuensinya :

“Jika Allah yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami TIDAK AKAN memuja dewa tuanku, dan TIDAK AKAN menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” (Daniel 3:17-18).

Selain berarti menepati janji dan melakukan dengan tanggung jawab, KOMITMEN tidak dapat dilepaskan dari faktor kontinuitas, kesinambungan, konsistensi, atau SETIA SAMPAI AKHIR.

Generasi milenial dituding sebagai generasi yang kurang menjunjung tinggi nilai-nilai kesetiaan. Itulah sebabnya angka perceraian dalam rumah-tangga sangat meningkat tajam, tingkat turnover karyawan semakin tinggi dan loyalitas pelayanan terhadap suatu gereja semakin rendah. Padahal, firman Tuhan menghendaki supaya anak-anak Kerajaan Allah didapati bukan hanya bekerja dengan “baik”, tetapi juga didapati “setia” : 

“Maka kata tuannya itu kepadanya : Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang BAIK dan SETIA; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:2).

Ya, KOMITMEN bukan hanya berani membuat ikrar atau janji dan menepatinya serta membuktikannya dengan penuh tanggung jawab, tetapi juga melakukannya secara kontinyu dan konsisten, teruji dengan waktu. Yosua, sebelum memasuki negeri baru yang dijanjikan TUHAN, mengambil KOMITMEN kepada Allah Yang Setia, -dan inilah upahnya :

“...................bahwa satu pun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. TIDAK ADA SATU PUN YANG TIDAK DIPENUHI “ (Yosua 23:14b).

Lebih dari segala berkat yang fana, bagi orang yang setia sampai akhir, baginya tersedia mahkota kehidupan yang kekal (Wahyu 2:10).

Selamat ber-KOMITMEN dan meraih SUKSES !