3 FAKTOR MEMBANGUN KREDIBILITAS ANDA

06 Oct, 2019

"Orang yang DAPAT DIPERCAYA mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman" (Amsal 28:20)

KREDIBILITAS adalah kualitas yang dimiliki seseorang yang mampu membuatnya dipercaya orang lain. Pengertian KREDIBILTAS perusahaan adalah tingkat kepercayaan sebuah perusahaan di mata klien, mitra bisnis, dan sumber keuangan. KREDIBILITAS merupakan kombinasi dari reputasi dan profil kredit perusahaan. Bila dikaitkan dengan informasi, pengertian KREDIBILITAS informasi artinya informasi tersebut dapat dipercaya, validitasnya terjamin, dan dapat diandalkan oleh para pengguna informasi. Masyarakat akhir-akhir ini semakin dapat memilih dan memilah informasi mana yang dikeluarkan oleh suatu lembaga survey yang credible atau dapat dipercaya, dengan lembaga survey "abal-abal" yang tidak memiliki KREDIBILITAS.

Jaman ini adalah jaman yang dipenuhi dengan hoax, kebohongan, kepalsuan dan dusta. KREDIBILITAS menjadi barang langka. Tetapi justru itu, bila Anda ingin muncul bersinar sebagai terang, peluang terbentang. Bila Anda atau perusahaan Anda ingin didapati sebagai pribadi dan institusi yang memiliki KREDIBILITAS tinggi, inilah setidaknya 3 Faktor penting yang perlu Anda perhatikan :

Credibility = Competency + Character + Consistency

COMPETENCY
Anda jangan mimpi memiliki KREDIBILITAS tinggi tanpa mempunyai KOMPETENSI. Secara etimologi istilah KOMPETENSI berasal dari bahasa Inggris "competency" yang artinya kecakapan atau kemampuan. Sedangkan Kamus Purwadarminta menjelaskan KOMPETENSI sebagai kewenangan untuk menentukan atau memutuskan suatu hal. Dengan kata lain KOMPETENSI dalam hal ini juga berarti wewenang atau kewenangan.

Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat dipahami bahwa KOMPETENSI adalah kecakapan atau ketrampilan yang dimiliki seseorang sesuai dengan bidang atau kewenangannya. Semakin tinggi KOMPETENSI seseorang, semakin
tinggi potensi KREDIBILITAS yang dapat ia miliki.

Istilah KOMPETENSI pertama kali diperkenalkan oleh David McClelland dalam artikelnya yang berjudul "Testing for competence rather than for intelligence" dan kemudian Boyatzis mengumpulkan data komprehensif dengan menggunakan metode McBer & Company "Job Competence Assesment" atau "Penilaian Kompetensi Pekerjaan" di Amerika Serikat. Sejak itu, KOMPETENSI menjadi faktor yang penting dalam praktek pengembangan SDM ( Sumber Daya Manusia ) khususnya di dunia kerja.

Dalam masa imperium Babelonia, Alkitab menceritakan seorang tokoh yang sangat kredibel pada jamannya, yang direkrut untuk menangani tugas-tugas penting dalam kerajaan. Tokoh itu adalah Daniel, yang terpilih karena memiliki KOMPETENSI untuk menjawab kebutuhan yang ada :

"Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik,yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja..." ( Daniel 1: 13-14 )

CHARACTER
Jika KOMPETENSI lebih berbicara mengenai kecakapan, ketrampilan atau skill yang langsung ‘kelihatan' , maka KARAKTER lebih berbicara mengenai attitude atau sikap. Sekalipun KOMPETENSI itu penting, namun tanpa attitude atau sikap yang baik maka KREDIBILITAS akan menjauh. Tidak jarang kita temukan fakta di dunia kerja, setelah diterima bekerja berdasarkan KOMPETENSI-nya, seorang pekerja ternyata tidak dapat bertahan lama karena mulai kelihatan sikapnya yang tidak baik. Sikap adalah manifestasi dari KARAKTER seseorang, yang merupakan akumulasi dari integritas pribadi sampai dengan masalah perangai dan cara seseorang membawa diri untuk dapat menghadirkan suasana yang menyenangkan di tempat kerja.

CEO Amazon, Jeff Bezos, menekankan pentingnya faktor "admirable" ,yaitu betapa menyenangkannya bekerja dengan seseorang yang punya sikap selalu positif, yang kita kagumi, penuh inspirasi untuk memotivasi kita bekerja lebih giat dan menciptakan suasana kekompakan tim.

Berbicara mengenai KARAKTER, Alkitab banyak mengajarkan kita tentang etos kerja kristiani, nilai-nilai Kerajaan Allah yang akan memberi keunggulan komparatif yang berbeda dan secara pasti akan mengangkat KREDIBILITAS kita :

"Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk TUHAN dan bukan untuk manusia" ( Kolose 3 : 23 ).

Firman Tuhan menekankan pentingnya KARAKTER yang positif dan selanjutnya reputasi dan KREDIBILITAS dengan sendirinya akan mengurus dirinya sendiri. If we take care of our CHARACTER, our CREDIBILITY will take care it self.

Knowledge will give you power, but CHARACTER respect.

Nabi Daniel yang kita singgung sebagai contoh di atas, bukan hanya memiliki kecakapan dan ketrampilan, melainkan juga menunjukkan KARAKTER yang tak bercela.

CONSISTENCY

KREDIBILITAS tidak dapat dibangun sehari dan bukan pekerjaan kebut semalam. Kepercayaan itu bertumbuh dalam ujian waktu, dan untuk itu dibutuhkan yang namanya KONSISTENSI. Reputasi yang terbangun oleh KOMPETENSI dan KARAKTER yang baik, harus terus dipertahankan sampai KREDIBILITAS itu lahir. Untuk itu jangan sampai KREDIBILITAS teraborsi karena tidak adanya KONSISTENSI. Credibility takes years to build, but a few hours to destroy.

Alkitab berkata :

“Janganlah jemu-jemu berbuat baik, karena apabila telah tiba waktunya, engkau akan menuai, jika engkau tidak menjadi lemah” ( Galatia 6 : 9 ).

“Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai” ( 2 Korintus 4 : 2 ).

Merujuk pada “Oxford Dictionary”, pengertian konsisten adalah tindakan sama yang dilakukan berulang-ulang dari waktu ke waktu. “Cambridge Dictionary” mengartikan konsisten sebagai ‘sesuatu yang tidak berubah’ atau ‘selalu bertindak atau terjadi secara sama, terutama dalam hal positif’. Sebab itu dalam Alkitab kita, di Perjanjian Lama, ada Kitab Ulangan, karena Tuhan menghendaki umat-Nya melakukan kehendak-Nya secara konsisten. Dalam Perjanjian Baru dikatakan bahwa :

“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” ( Ibrani 13 : 8 ).

Tokoh-tokoh yang dikenal sukses atau mengalami keberhasilan dalam bisnis dan dalam menjalani kehidupan ini, memiliki kesamaan, yakni mereka adalah orang-orang yang memelihara KONSISTENSI. Mereka adalah orangorang yang dikenal tekun, pantang menyerah, terus melangkah, dan setia sampai akhir.

Firman Tuhan juga mengajarkan kita prinsip penting ini :

“Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang ini mengakhirinya di dalam daging?” ( Galatia 3 : 3 ).

Tidak heran, beberapa perusahaan ternama merasa perlu mencatumkan pada brand-nya kata-kata seperti misalnya : “Since 1856” atau “Berdiri Sejak 1950”. Tujuannya untuk menunjukkan KONSISTENSI bahwa perusahaan tersebut tetap konsisten mempertahankan kualitas produknya selama ini.

Karenanya, selain mengembangkan kapasitas dan kapabilitas KOMPETENSI Anda serta membangun KARAKTER positif dalam segala segi kehidupan Anda, milikilah KONSISTENSI, -sampai tanda bintang KREDIBILITAS kepercayaan itu jatuh kepada Anda.

Sekali lagi tentang Daniel tadi. KOMPETENSI-nya dan KARAKTER-nya disertai dengan KONSISTENSI, sehingga KREDIBILITAS Daniel bahkan diakui meskipun generasi raja silih berganti. Bagaimana dengan Anda?