ANAK MUDA & MEDIA DIGITAL DIMASA PANDEMI

10 May, 2021

Bahan Bacaan
Maz 141:9, "Lindungilah aku terhadap katupan jerat yang mereka pasang terhadap aku, dan dari perangkap orang orang yang melakukan kejahatan."


Penjelasan Materi
Youths, perlu kita ketahui bahwa selama masa pandemi, pemanfaatan media digital meningkat, banyak gereja yang semakin belajar memanfaatkan digital untuk mengadakan persekutuan/ibadah online maupun dalam mem-publish konten-konten rohani. Namun kenyataannya di lapangan, ada kelemahan dari meningkatnya media digital ini yaitu spiritualitas jemaat menjadi menurun terutama kalangan anak-anak muda. Hal ini bisa diperbaiki dengan dikembalikan kepada persekutuan keluarga, juga komunitas rohani yang dapat membangkitkan kembali spiritualitas anak-anak muda


Youths, era digital memang adalah kekuatan baru generasi milenial. Milenial dan internet merupakan dua hal tidak terpisahkan. Jika kita perhatikan hari-hari ini, konten internet dengan kreativitas dan kreasinya banyak di dominiasi oleh anak muda dibanding dengan orangtua. Coba saja kita perhatikan, para content creator, editor atau tugas media apapun yang ada di gereja kita saat ini, pasti dipegang dan dilakukan oleh anak-anak muda gereja. Baik untuk kepentingan ibadah online, onsite, edit video dan konten media sosial, pasti yang terlibat di dalamnya adalah anak-anak muda Gereja kita.


Memang perlu kita akui Youths, bahwa generasi muda punya keunggulan pada kemampuan untuk menyerap lebih banyak informasi secara cepat melalui teknologi yang mereka kuasai lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya, tetapi hal ini juga bisa menjadi boomerang bagi kita jika tidak menyikapinya dengan bijak. Misalnya saja, jangan sampai waktu kita habis untuk mengurus konten, sedangkan kerohanian kita menurun, atau bahkan kita justru jadi terikat pada gadget dan media sosial sepanjang hari sehingga melupakan tugas-tugas penting lainnya di rumah, sekolah atau kampus. Pun juga kita harus berhati-hati Youths, terhadap konten-konten sebaran isu hoax atau berita bohong terkait hal apapun. Kita harus terbiasa saring sebelum sharing sesuatu. Jangan terlalu tergesa-gesa menyampaikan sebuah informasi dan yang paling penting adalah jangan merasa menjadi sosok yang pertama dalam menyebarkan informasi. Bagaimanapun, masih banayk anak-anak Tuhan di luar sana, yang belum bijaksana dalam menggunakan sosial media, yang kerap mendapatkan informasi kemudian disebarkan tanpa mengetahui sumber dan keaslian berita tersebut kemudian menjadi sesuatu isu yang mengglobal, ataupun yang terjerat pornografi diinternet.


Bahan Diskusi: Kita boleh terus mengasah skill dan keahlian kita dalam mempelajari teknologi internet dan belajar membuat konten kreatif, tetapi seimbangkan diri kita dengan hubungan pribadi dengan Tuhan. Bagaimana kondisi kita hari-hari ini terhadap media sosial yang kita gunakan?

GBI Jalan Jend Gatot Subroto