APAKAH KITA KEHILANGAN KASIH MULA-MULA?

16 Aug, 2021

Bahan Bacaan
Wahyu 2:1-7 (Kepada Jemaat di Eefesus)
Penjelasan Materi
Youths, Gembala kita mengingatkan bahwasannya agar kita lebih intim dengan Tuhan di hari-hari ini, maka pesan Tuhan kepada kita ialah kita harus kembali pada kasih mula-mula.. Kita harus mempersiapkan diri dengan kembali pada kasih mula-mula sebelum kedatangan Yesus yang kedua. Dalam Wahyu 2 : 1 - 7, Yesus berkata ke jemaat Efesus bahwa mereka rajin, tekun, geram terhadap rasul palsu, sabar dan rela menderita oleh karena nama-Nya, tak kenal lelah, benci perbuatan-perbuatan yang juga Dia benci.
Sebenarnya jemaat Efesus luar biasa, tetapi Tuhan Yesus mencelanya : "Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat." Mengambil kaki dian artinya mengeluarkan dari dalam Kerajaan Allah. Dari kisah jemaat di Efesus ini, kita paham ternyata rajin dan tekun saja tidak cukup bukan? Bahkan terlihat seperti menjadi pelaku Firman Tuhan pun tidak berarti kita ada pada kasih yang semula. Youths, apa yang tampak di luar belum tentu seperti yang tampak di dalam hati. Kita bisa saja kelihatan baik, tetapi kedalaman hati tak kan bisa dibohongi di hadapanNya. Yang Tuhan inginkan adalah kita mendasarkan perbuatan kita pada kasih mula-mula kepadaNya.
Jadi Youths, apa pun yang kita lakukan untuk melayani pekerjaan Tuhan, kalau tidak didasarkan pada kasih mula-mula, maka kita harus bertobat dan kembali hidup dalam kasih mula-mula itu. Kita dan Tuhan lah yang paling tahu motivasi kita yang sebenarnya dalam melayani atau dalam melakukan apapun, mungkin kita bisa sukses, berhasil, terkenal, dipakai pelayanan dimana-mana, kita terlihat rajin dan tekun dalam hal rohani, tetapi Firman Tuhan mengatakan jika itu didasari bukan karena kasih kepada Allah dan telah meninggalkan kasih yang semula itu, maka sessungguhnya Ia sedang "mencela kita. Langkah yang harus kita lakukan adalah bertobatlah dan lakukanlah lagi segala sesuatunya dalam kasih mula-mula kepadaNya.
Youths, mari saat ini kita renungkan kembali, bagaimana keadaan rohani kita saat ini? Apakah kita telah kehilangan kasih yang semula? Cara sederhana kita tahu ketika seseorang kehilangan kasih mula-mula adalah perasaan dan tingkah lakunya kepada seseorang yang seharusnya dikasihi akan menjadi hambar, biasa-biasa saja, tidak ada gregetnya, cintanya pudar dan berkurang, perasaan bosan dan bisa juga karena kesombongan yang merasa dirinya tidak membutuhkan orang itu lagi. Nah, bagaimana dengan kita?
Bahan Diskusi: Bagaimana keadaan kehidupan rohani dan pelayanan kita? Masih adakah kasih mula mula?

GBI Jalan Jend Gatot Subroto