APAKAH SAYA SEORANG PENYEMBAH?

28 Apr, 2019

Penyembah. Jika kita mendengar kata tersebut, apa yang secara sekilas langsung terbesit dalam pikiran kita? Apakah seorang pemimpin pujian yang sedang memimpin jemaat masuk dalam hadirat-Nya? Ataukah salah satu musisi rohani terkenal kelas dunia yang lagu-lagunya sudah sering berkumandang di gereja-gereja? Ataukah seorang 'artis rohani' bersuara merdu yang kerap kali diundang dalam acara khusus di gereja?

Satu kali saya berjumpa dengan seseorang yang terlihat ragu-ragu untuk sekedar menyanyi dalam kelompok COOL, yang terlihat hanya bibirnya yang 'komat-kamit' mengikuti setiap syair lagu yang sedang dinyanyikan oleh anggota COOL yang lain. Saya berbisik kepadanya, "ayo nyanyinya jangan ragu-ragu, paling tidak sampai telingamu mendengar suaramu dan muncul kekuatan dan iman dari setiap firman Tuhan yang kita nyanyikan..." Kemudian dia menjawab saya, "saya malu, suara saya tidak merdu, saya bukan dan gak cocok jadi penyembah!"

Mungkin saja masih ada diantara Anda yang memiliki cara berpikir yang sama dengan contoh yang diberikan diatas mengenai siapa itu penyembah. Mari kita melihat apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan. Kalau kita mencari kata "penyembah' dalam alkitab elektronik (aplikasi alkitab digital) kita akan mendapati 10 ayat tentang penyembah, namun hanya 1 ayat yang berbicara tentang penyembah TUHAN. Sdangkan 9 ayat lainnya yang memuat kata "penyembah" terkait dengan penyembah baal atau penyembah berhala.

"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian." (Yohanes 4:23)

Beberapa hal yang perlu digarisbawahi adalah, penyembah dalam ayat ini bukan berbicara tentang sebuah profesi, bukan tentang salah satu bagian pelayanan dalam gereja, bukan juga tentang seseorang dengan keterampilan bermusik atau bersuara merdu. Kualifikasi untuk menjadi seorang penyembah bukanlah musikalitas atau suara yang indah, sebab Tuhan Yesus menyampaikan mengenai penyembah ini di sumur dekat kota Samaria kepada seorang perempuan yang hendak mengambil air, bukan dalam sebuah ajang kontes bernyanyi.

Penyembah dalam ayat Yohanes 4:23 ini berbicara tentang pribadi, yang memiliki pikiran, perasaan dan kehendak (bahkan kehendak bebas), namun menaklukan dan menundukkan pikiran, perasaan dan kehendak tersebut kepada TUHAN dengan hormat, kagum, takut dan gentar akan DIA.

Penyembah adalah pribadi yang hatinya terpaut kepada TUHAN, sehingga fokus dan tujuan hidupnya bukanlah popularitas, kesuksesan, berkat, dan hal lainnya yang biasanya dikejar oleh manusia pada umumnya, melainkan perkenanan TUHAN dan hidup menyenangkan TUHAN. Pribadi penyembah seperti ini senantiasa memiliki kerinduan untuk bergaul karib dengan TUHAN dimanapun dan kapanpun. Situasi dan kondisi yang dialami seorang penyembah dalam kehidupannya, sesulit apapun, tidak akan pernah dapat menghalanginya untuk mencari TUHAN dan bersekutu erat dengan DIA. Kekuatan dan penghiburannya bukanlah pada emas atau perak yang dimiliki, bukan harta benda yang melimpah, melainkan TUHAN!

"Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya." (Mazmur 73:25-26)

Pertanyaan yang patut menjadi refleksi bagi kita semua yang membaca renungan ini adalah : "Apakah Saya seorang Penyembah?" Biarlah masing-masing kita menjawabnya kepada TUHAN. (DL