BAPTISAN ROH KUDUS DAN KEBERANIAN UNTUK BERSAKSI

13 May, 2024

Peristiwa pencurahan Roh Kudus di kamar loteng atas (Kis.2:1-4) bukan sekedar menandakan kelahiran gereja melainkan sebagai sebuah babak baru, era baru pekabaran Injil ke seluruh dunia sesuai dengan Amanat Agung Tuhan Yesus. Hal ini sangat dimungkinkan karena Roh Kudus yang turun ke atas murid-murid memberikan kepada mereka keberanian untuk memberitakan injil.

Pada kesempatan kali ini kita merenungkan paling tidak ada 3 (tiga) hal yang menyebabkan para murid memiliki keberanian untuk bersaksi.

1. Roh Kudus memberikan mereka kuasa.
"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kis 1:8)

Ketika murid-murid mengalami baptisan Roh Kudus, mereka menerima kuasa yang olehnya mereka bergerak dan bertindak untuk menyelesaikan Amanat Agung. Kata "kuasa" dari bahasa gerika "dunamis" yang artinya kuasa; kekuatan, kuasa; kekuatan, kemampuan, kuasa mujizat (fr. Mounce concise Greek - English Dictionary). Dengan kemampuan manusia sendiri tidak akan sanggup menyelesaikan Amanat Agung. Ya, kita bisa saja memberitakan Injil tanpa dipenuhi Roh Kudus, dengan mengandalkan kefasihan berbicara, tapi tentunya tidak akan se-efektif dan se-powerful dibandingkan jika kita dipenuhi Roh Kudus (dibaptis Roh Kudus).

2. Roh Kudus ada didalam mereka
Pada hari pertama kita percaya kepada Tuhan Yesus, mengaku dosa dan lahir baru, saat itulah kita mengalami dimensi pemberdiaman, dimana Roh Kudus tinggal berdiam dalam hidup kita sebagaimana dijanjikan Tuhan Yesus (Yohanes 14:16-17).

"Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" (1 Korintus 6:19).

Pemberdiaman Roh Kudus ditambah dengan pemberdayaan melalui baptisan Roh Kudus tentunya membuat orang percaya semakin mantap dan memiliki keberanian untuk memberitakan Injil. Salah satu teladan keberanian memberitakan Injil karena Roh Kudus ada dalamnya adalah Stefanus.

"Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia." (Kis. 7:55-60)
Roh Kudus yang ada dalam diri Stefanus membuatnya dengan penuh keberanian memberitakan Injil bahkan sampai ia mati secara martir.

3. Roh Kudus menyertai kesaksian mereka dengan tanda heran dan mukjizat Sebagai seorang Diaken, Stefanus bukan hanya bertugas untuk melayani meja, melayani diakonia serta memberikan bantuan kepada janda-janda miskin yang membutuhkan. Namun ia memberikan kesaksian tentang Yesus dengan berani dan Roh Kudus menyertai kesaksiannya dengan tanda heran dan mukjizat. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, (Kis. 6:3-5)
"Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak." (Kis.6:8).

Apa yang dialami oleh Stefanus, penyertaan Roh Kudus yang dahsyat bukan hanya dialami olehnya seorang diri, melainkan para murid-murid yang dengan penuh keberanian memberitakan Injil.

"Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat." (Kis. 14:3). (DL).

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto