BERJAGA-JAGA, WAKTUNYA SUDAH SINGKAT

17 Jan, 2017

BERJAGA-JAGA, WAKTU NYA SUDAH SINGKAT

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia… Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” – Matius 24:37-39, 42

Kedatangan Tuhan Yesus untuk kali yang kedua sudah amat singkat. Tanda-tanda kedatangan Nya sebagaimana disampaikan oleh Firman Tuhan sudah sangat nyata (Mat 24:4-12; 1 Tim 3:1-4). Namun ada satu lagi tanda yang tidak dapat diabaikan yang menandakan bahwa kedatangan-Nya sudah di ambang pintu; yaitu Bangsa Israel (Tuhan Yesus mengaitkan kedatangan-Nya dengan keadaan bangsa Israel).

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat (Lukas 21:29-31).

Pohon ara di sini melambangkan bangsa Israel. Tuhan Yesus menyuruh kita untuk memperhatikan pohon ara ini.  Apabila rantingnya mulai bertunas kita tahu bahwa waktu kedatangan Nya sudah dekat (Ranting yang bertunas di sini berbicara mengenai pemulihan Israel). Tahun 1948 negara Israel yang sudah lama terhilang (kurang lebih 1600-an tahun) berdiri kembali.  Jutaan orang Yahudi yang terbuang /terserak di seluruh penjuru bumi, kembali ke tanah nenek moyang mereka (hal ini menggenapi ayat-ayat Firman Tuhan yang bernubuat untuk kembalinya orang-orang Yahudi ke tanah mereka). Tahun 1967, Yerusalem timur direbut kembali ke tangan Israel dan menjadi ibu kota mereka. Semua ini menandakan pemulihan Israel. Mereka membangun kembali kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya. Mereka menanami kebun-kebun anggur dan kebun buah-buahan. Semua itu terjadi untuk kemuliaan Tuhan.

Dan apa yang terjadi hari-hari ini terhadap Israel / Yerusalem juga menjadi tanda profetik bagi kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya. Apa yang terjadi tepat pada tanggal 24 Desember 2016 (malam Natal bagi kita dan malam “feast of Dedication’ /hari raya Hanukah bagi orang-orang Yahudi) – dengan dikeluarkannya Resolusi DK PBB No.2334 merupakan suatu tanda yang mengarah pada digenapinya ayat di dalam Zakaria 12:2-3, di mana Israel akan disudutkan oleh seluruh bangsa.

Waktu kedatangan-Nya sudah teramat singkat. Tuhan begitu sayang kepada umat-Nya. Ia ingin umat-Nya berjaga-jaga dan bersiap-siap.

Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup, yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. (2 Petrus 3:8-12)

Pesan demi pesan lewat tulisan-tulisan /renungan di berbagai media sosial, lewat pesan-pesan Gembala Sidang atau pengkotbah dan para nabi-nabi Tuhan telah begitu banyak disampaikan hari-hari ini. Biarlah kita memiliki telinga untuk mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada kita.

Hendaklah kita:

1.     Bertobat, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!

Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. (Matius 3:7,8,10).

2.     Berjaga-jaga seperti 5 gadis bijaksana yang menjaga agar pelitanya tetap menyala (Mat 25:1-13).

Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. (Wahyu 2:4-5).

3.     Hidup seperti Nuh hidup.

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. “ (Matius 24:37)

Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.  (Kejadian 6:8-9)

Maka pada waktu sangkakala Besar itu ditiupkan, kita ikut dalam bilangan orang-orang yang diselamatkan Tuhan. TUHAN YESUS MEMBERKATI.