BERHENTI KHAWATIR

23 Jun, 2019

"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu" (1 Petrus 5 : 7)

Mengapa Anda bangun tidur di pagi hari? Karena Anda begitu yakin matahari pasti akan terbit dari timur, bukan Sehingga Anda langsung berbenah diri dan siap melakukan aktifitas Anda sehari-hari. Tanpa sedikitpun terlintas dalam pikiran Anda kekuatiran ‘jangan-jangan matahari tidak terbit atau terbit dari barat.'

Keyakinan Anda akan matahari selalu terbit dari timur adalah karena Anda percaya semua itu ada yang mengaturnya. Siapa? Tidak lain adalah Allah Pencipta langit dan semesta alam ini yaitu Yesus Kristus. Tetapi mengapa bila berurusan dengan makan, minum, pakaian dan urusan kehidupan sehari-hari kita menjadi kuatir? Bukankah kehidupan kita juga sudah diatur oleh Pribadi yang sama yang mengatur peredaran tata surya kita? Mengapa kita takut dan kuatir? Dia bukan Allah yang mencipta kemudian dibiarkan begitu saja. Tetapi Dia juga adalah Allah yang memelihara ciptaan-Nya.

Kekuatiran berarti kita tidak percaya bahwa Allah sanggup untuk memelihara kehidupan kita. Bila kita kuatir tidak bisa makan, tidak bisa minum, tidak bisa berpakaian berarti kita tidak percaya bahwa Allah sanggup untuk mencukupi segala kebutuhan kita itu. Bukankah "...punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung"? (Mazmur 50:10). Bukankah "Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah Firman Tuhan semesta alam"? (Hag. 2:9)

Bila kita kuatir tentang masa depan berarti kita tidak percaya bahwa
"Aku adalah Alfa dan Omega, Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa" (Wahyu 1 : 8).
Bukankah Allah telah membuat "...rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari [masa] depan yang penuh harapan"? (Yeremia 29 : 11).

Bila kita kuatir tentang sakit penyakit yang sedang kita derita berarti kita tidak percaya bahwa "Aku TUHAN-lah yang menyembuhkan engkau."  (Keluaran 15 : 26).

Bukankah "Oleh bilur-bilur-Nya [Yesus] kamu telah sembuh"? (1 Petrus 2 : 24).

Bila kita hidup dalam kekuatiran sepertinya kita sedang dikejar-kejar sesuatu. Ketakutanlah yang sebenarnya sedang mengejar-ngejar kita. Semakin kita kuatir maka semakin besar pula peluang ketakutan untuk menjadi kenyataan.

Ada 3 alasan Mengapa kita tidak boleh atau tidak Perlu Kuatir:
Lukas 12:22

  1. Kuatir adalah Pelanggaran terhadap Firman Tuhan atau Melawan Perintah Tuhan. Kenapa? Karena Tuhan Yesus TIDAK Menghendaki kita kuatir.
  2. Kekhawatiran menunjukan ketidak percayaan kita kepada Bapa kita di sorga yang memelihara kita. Bagaimana perasaan Bapa kita jika anak-anak-Nya tidak percaya akan Pemeliharaan-Nya.
  3. Kekhawatiran hanya menambah berat beban pikiran yang akhirnya dapat mendatangkan Depresi dan Penyakit. Depresi = Gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan perasaan yang merosot (seperti muram, sedih, perasaan tertekan)

Jalan Keluar dari KEKUATIRAN :

  • Firman Tuhan dalam I Petrus 5 : 7 mengatakan :
    "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu." Ini satu hal yang sangat Istimewa! Namun sayangnya, Banyak orang Kristen tidak pernah memanfaatkan kebenaran itu dalam hidupnya.
  • Firman Tuhan dalam Kitab Filipi 4 : 6, 7 mengatakan :
    " Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada ALLAH dalam DOA dan permohonan dengan ucapan syukur. DAMAI SEJAHTERA ALLAH, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus "

Renungan:

Oleh sebab itu berhentilah menjadi kuatir bila Anda ingin hidup dalam ketenangan. Serahkanlah semua [bukan sebagian] kekuatiran Anda kepada Allah yang pasti memelihara hidup Anda. Sebab selama kekuatiran masih di tangan Anda maka Allah tidak bisa berbuat apa-apa bagi Anda. Sekali lagi serahkan kekuatiran Anda maka Dia akan bertindak bagi Anda. Haleluya!

Iman tidak mengenal kekhawatiran (AH)