BERSIAP DIRI MASUK DALAM ERA BARU PENUAIAN

14 Jun, 2021

Gembala Jemaat Induk/Gembala Pembina menegaskan: "jikalau dengan cara yang lama dipakai untuk penuaian jiwa-jiwa, yang terjadi adalah penuaiannya ya cuma segitu. Harus ada yang lebih dari itu". Tuhan dapat memakai media apa saja untuk penuaian yang terbesar dan terakhir yang tanpa batasan ruang dan waktu hari-hari terakhir ini.
Apa kriteria yang harus kita miliki untuk dipakai Tuhan bagi penuaian jiwa terbesar dan terakhir yang tanpa batas untuk menjangkau lebih banyak jiwa-jiwa, tetapi tetap ada batasan yang harus di lakukan supaya kita tidak keluar dari jalur kebenaran yang sejati.
1. Mindset baru
Tuhan berbicara kepada Petrus soal penuaian bangsa lain diluar Yahudi, yaitu kepada Keluarga Kornelius berulang-ulang,
"Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram." (Kis 10:15). Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram! (Kis 11:9)."
Di sinilah Petrus baru Mengerti bahwa Tuhan mengasihi jiwa-jiwa (non-Yahudi) untuk diselamatkan. Ini merubah mindset Petrus bahwa dalam memberitakan Injil keselamatan jangan sampai dibatasi dengan aturan adat istiadat terkait pergaulan dengan bangsa non-Yahudi serta keselamatan dalam Tuhan Yesus juga tersedia bagi bangsa-bangsa lain.

2. Tidak terikat dengan Dunia
Rasul Paulus menuliskan dalam 1 Kor. 6:12 bahwa :
"Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun."
Bagi setiap orang percaya bukan lagi masalah boleh atau tidak boleh, baik atau buruk, halal atau haram saja, lebih dari itu apakah yang kita kerjakan berguna atau tidak, dan harus membangun sesama serta orang yang belum percaya, jangan malah menjadi batu sandungan. Di era digital sekarang ini, semua ada di dalam genggaman tangan kita, dunia dan semua informasi dapat kita terima melalui media sosial yang kita miliki, tidak ada lagi batasan ruang dan waktu.
Terpenting adalah bagaimana kita menggunakan dan mengarahkan semua fasilitas yang kita punya untuk membangun sesama dan kerajaan-Nya di dunia ini. Jangan sampai malah diperhamba oleh teknologi yang ada, yang tanpa sadar dapat membawa kita mengikuti arus dunia yang banyak menarik manusia kepada kebinaasaan karena menjauhkan setiap kita darI Tuhan, dengan segala macam daya tarik duniawi yaitu keinginan mata dan keinginan daging.
Jangan sampai kita diperhamba dengan teknologi informasi dan media sosial, sebaliknya dapat mengendalikan fasilitas media yang ada. Tuhan akan memberikan kita hikmat dan pengetahuan untuk mejangkau jiwa-jiwa di berbagai platform yang ada.

3. Semua untuk kemuliaan Tuhan
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma 11:36)
Karena,
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. (Yoh. 1:3).
Semua yang Tuhan ciptakan di dunia ini berawal untuk kemuliaan-Nya, tetapi karena dosa maka semua rusak dan tujuan awal melenceng dari sasarannya. Ini yang membuat kebobrokan moral dan kejahatan yang semakin banyak. Manusia perlu kembali kepada gambar dan rupa Allah, seluruh ciptaan kembali memuliakan Tuhan. Hanya mereka yang menyadari bahwa penuaian jiwa-jiwa adalah bagi kemuliaan-Nya, hanya mereka yang tidak mengambil kemuliaan bagi diri sendiri dan tidak mengambil keuntungan bagi diri sendiri yang siap dipakai Tuhan Yesus untuk penuaian jiwa-jiwa.
Mari kita persiapkan diri untuk era penuaian yang baru dengan memiliki mindset baru, tidak terikat dengan dunia dan segalanya untuk kemulian Tuhan Yesus, maka penuaian yang besar dan terakhir segera terjadi. (DS/DL)

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto