BERTUMBUH SEBAGAI MURID

01 Mar, 2022

Selama ini apa yang memotivasi atau mendorong kita bergabung dalam kelompok COOL? Jawabannya mungkin saja beragam. Ada yang ingin memiliki komunitas, ada yang ingin memiliki tempat untuk curhat atau berbagi, ada yang karena memiliki kesamaan hobby atau kesukaan dengan anggota COOL yang lain, ada yang karena satu profesi sehingga bisa berbagi pengalaman dan lain-lain. Semua jawaban tersebut sah dan tidak ada salahnya. Sebab bergabung dengan kelompok COOL apapun alasan atau motivasinya adalah sebuah langkah awal yang baik!

Langkah selanjutnya setelah bergabung adalah memiliki motivasi atau keinginan untuk bertumbuh menjadi murid Kristus. Artinya secara kerohanian kita terus menerus mengalami pertumbuhan rohani secara kontinu, makin menjadi dewasa secara rohani. Bagaimana kita dapat bertumbuh sebagai murid dalam kelompok COOL?
Mengikuti teladan bapa rohani

"Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!" (1 Kor 4:15-16)
Dalam kekristenan kita memiliki banyak pendidik dan guru yang siap mengajarkan kita pokok-pokok kebenaran Injil, namun demikian kita juga memiliki bapa (dan ibu) rohani. Mereka bukan hanya mengajar kita, terlebih membimbing, mengarahkan, menggembalakan kita. Umumnya bapa dan ibu rohani telah memiliki kedewasaan rohani serta pengalaman hidup bersama Tuhan Yesus yang cukup matang untuk menjadi bukan sekedar teladan tapi juga pribadi yang dapat membawa kita bertumbuh secara rohani. Karenanya kita perlu:

Menghargai otoritas bapa rohani, terlepas dari status sosial, Pendidikan atau ekonominya.
Mengikuti nasihat, arahan dan bimbingannya. Bapa rohani yang benar tidak akan menuntun kita masuk ke jurang, melainkan mengarahkan kita sesuai dengan kebenaran Firman.
Ikuti teladan mereka dalam menghidupi Firman Tuhan.

Berpegang teguh pada kebenaran
"tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala." (Efesus 4:15)
Rasul Paulus menyatakan kepada jemaat di Efesus dan kepada semua kita bahwa dengan berpegang teguh pada kebenaran kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Kristus. Berpegang teguh pada kebenaran mengandung arti senantiasa berkata benar dalam segala situasi dan keadaan, baik dalam hal doktrin (pengajaran) maupun dalam hal pekerjaan, profesi kita sehari-hari. Dunia terbiasa dengan begitu banyak kebohongan (tipu daya), bohong sudah menjadi hal yang biasa bahkan digunakan untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri. Menjual barang yang memiliki kualitasnya tidak sesuai harganya, atau bukan barang original dengan harga original, menyebarkan berita hoax, tidak menyampaikan kebenaran secara utuh demi motif tertentu adalah contoh bentuk pelanggaran terhadap ‘berpegang teguh pada kebenaran'.

Sebagai murid Tuhan tentu kita tidak boleh meniru cara-cara duniawi yang seperti ini! "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2).
Tentu ini bukan hal yang mudah, namun juga bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Dengan pertolongan Roh Kudus yang adalah Roh Kebenaran (Yoh 14:17; 15:26) kita pasti dimampukan. Itu sebabnya penting sekali bagi kita untuk senantiasa hidup dengan pertolongan, kekuatan dan pengurapan Roh Kudus. (DL)

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto