SUPLEMEN COOL BULAN FEBRUARI 2018 #1

01 Feb, 2018

DISISI MANA ANDA BERADA?

Salah satu pengertian dari permulaan yang baru adalah PEMISAHAN. Kalau kita membaca dalam Kejadian 1:3-5, pada hari pertama penciptaan, dalam permulaan yang baru, TUHAN menciptakan terang dan memisahkan terang dari gelap.

"Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama."

Pesan TUHAN melalui Gembala Sidang/Pembina kita bahwa Tahun 2018 akan terjadi pemisahan antara orang yang hidupnya dalam terang dan orang yang hidupnya dalam gelap.
Berkaitan dengan PEMISAHAN di Tahun Permulaan yang baru ini, dua hal penting yang perlu kita sadari adalah :

1. Pemisahan akan nampak jelas sebab TUHAN membuat perbedaan.

"Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya." (Maleakhi 3:18)

Perkataan "kamu akan melihat kembali perbedaan", artinya perbedaan itu akan nampak dengan nyata dan tegas. Perbedaan yang dimaksud disini adalah perbedaan cara TUHAN memperlakukan orang benar dan orang fasik, memperlakukan orang yang beribadah kepada TUHAN dan yang tidak beribadah kepada-Nya.
Orang benar dan orang yang beribadah kepada TUHAN pasti memperlakukan TUHAN dengan hormat, takut akan TUHAN, mengasihi TUHAN. Terhadap orang-orang yang seperti ini DIA pasti memperlakukan dengan cara yang baik dan penuh kasih. Sebaliknya orang fasik yang sombong dan menganggap ALLAH tidak ada (Mazmur 10:4) akan mendapat perlakuan setimpal dengan perlakuannya terhadap ALLAH.

"Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit." (Mazmur 18:26-27)

2. Pemisahan menuntut respon dan kedewasaan kita.

"Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya" (Wahyu 22:11-12)

Saat kita masih kanak-kanak dan melakukan suatu pelanggaran atau tindakan yang tidak sopan, orangtua secara langsung dan tegas mengajari kita bahkan memberikan hukuman agar kita menyadari kesalahan kita dan tidak mengulanginya lagi. Tapi saat kita bertumbuh dewasa, orang tua kita mengajarkan bahwa kita adalah orang dewasa dan bertanggung jawab atas apa yang menjadi perbuatan kita, baik atau buruk.

Menjelang kedatangan TUHAN YESUS yang kedua kali, TUHAN memperlakukan kita seperti orangtua kepada anaknya yang sudah dewasa. TUHAN sudah banyak mengajar, menegur. Tiba saatnya dimana TUHAN sepertinya 'membiarkan', menyerahkan kepada masing-masing kita. Yang jahat biar terus berbuat jahat, yang cemar terus berbuat cemar, yang benar terus berbuat kebenaran dan yang kudus terus menguduskan dirinya.
Namun satu hal yang pasti : TUHAN datang kembali membawa upah dan membalaskan kepada masing-masing orang sesuai dengan perbuatannya.

PEMISAHAN pasti terjadi. Pertanyaannya, ada disisi manakah Anda berada?

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto