DI TENGAH KETIDAKPASTIAN KITA BELAJAR MENGIKUTI TUNTUNAN TUHAN

20 Jul, 2020

Sudah lebih dari tiga bulan sejak Pandemi Covid-19 diumumkan melanda Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 yang silam, dan kita sungguh memasuki sebuah dimensi yang baru, sebuah era yang baru. Sebab sejak pandemi Covid-19 semua yang dulu kita jalani dalam kehidupan kita tidak dapat lagi kita jalani sebagaimana biasanya. Belum lagi dampak secara ekonomi dari pandemi yang melanda banyak cakupan usaha baik besar, menengah maupun kecil. Tidak sedikit pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan untuk sementara waktu tanpa menerima penghasilan.
Situasi seperti ini membawa kita kepada sebuah ketidakpastian. Sampai kapan hal ini akan berlangsung? bagaimana situasi dan kondisi perekonomian dan usaha kedepannya? apa yang harus saya lakukan? serta banyak kebingungan dan kebimbangan yang lainnya.
Gembala Sidang/Pembina telah mendapatkan dan menyampaikan pesan TUHAN sehubungan dengan situasi seperti ini sejak awal tahun 2020. Dinyatakan bahwa kedepan ini kita tidak akan bisa berusaha dengan cara-cara yang lama. Kita tidak bisa mengandalkan pengalaman, kehebatan, kesuksesan di masa lalu. Kita harus berjalan mengikuti tuntunan TUHAN.
Bagaimana kita dapat mengikuti Tuntunan TUHAN?
1. Bangun Keintiman dengan TUHAN.
Keintiman dengan TUHAN menjadi dasar dalam segala aspek kehidupan kita. Orang percaya tidak mungkin dapat berjalan mengikuti tuntunan TUHAN tanpa memiliki keintiman dengan-Nya. Itulah sebabnya kerohanian kita menjadi hal yang penting dan prioritas dalam kehidupan kita. Tidak sedikit orang yang hanya berfokus pada hal-hal yang sifatnya duniawi dan materi semata, mereka sibuk dan tenggelam didalamnya sampai-sampai melupakan bahkan mulai menyingkirkan perkara rohani dalam kehidupannya. Sudah tidak ada lagi waktu saat teduh, mezbah keluarga, membaca alkitab, berdoa, memuji dan menyembah TUHAN.
Hiduplah takut akan TUHAN dan bangun keintiman dengan-Nya.
"Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi. TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka." (Mazmur 25:12-14)
2. Latih Kepekaan mendengar suara-Nya.
Mendengar suara TUHAN bukanlah soal kemampuan manusia mendengar suara-Nya, melainkan soal kemampuan dan kemauan TUHAN memperdengarkan suara-Nya. Artinya semua orang percaya bisa mendengarkan suara TUHAN, karena TUHAN mampu dan menghendaki semua orang percaya mendengar suara-Nya. Namun, adalah tanggung jawab kita untuk melatih kepekaan mendengarkan suara-Nya.
TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu. (Mazmur 5:4)
Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. (Yesaya 50:4)
Bersaat teduh, membuka hati, menantikan TUHAN dan mengijinkan TUHAN berbicara kepada kita adalah salah satu bentuk melatih kepekaan mendengar suara-Nya. TUHAN memiliki banyak cara berbicara kepada kita, yang paling umum tentunya adalah melalui Firman-Nya (Alkitab), itu sebabnya jangan lupa untuk membaca, merenungkan, melakukan Firman Tuhan setiap hari.
3. Miliki Ketaatan melakukan tuntunan-Nya.
Mendengarkan tuntunan TUHAN tanpa memiliki ketaatan untuk melakukannya tentu tidak akan memnerikan dampak yang maksimal dalam kehidupan kita. Bahkan kita dikatakan bukan pelaku Firman dan seperti orang yang membangun diatas pasir.
Para tokoh Alkitab bukan hanya belajar mendengar tapi juga memiliki ketaatan melakukan tuntunan-Nya.
Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. (Kej 6:22)
Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan untuk mendirikan tempat kudus, tepat menurut yang diperintahkan TUHAN." (Kel 36:1)
Selain kedua contoh diatas, masih banyak teladan lainnya dari para tokoh Alkitab. Memang bukan hal yang mudah, tapi bukan juga hal yang sulit untuk melakukan tuntunan TUHAN dengan pengurapan dan pertolongan Roh Kudus. Amin (DL)