DUKACITA ROHANI MENDATANGKAN PERTOBATAN

27 Sep, 2021

Bahan Bacaan
Zakaria 12 : 10, "Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung."
Penjelasan Materi
Youths, pada Minggu 3 kita sudah membahas tentang bagaimana kita sebagai bait Allah sedang dimurnikan dan dibersihkan. Gembala Pembina kita mengatakan bahwa pembersihan besar-besaran yang Tuhan lakukan, "berukuran oversized" dan akan "menyapu" seluruh gereja dan umat-Nya, termasuk kita. Namun kabar baiknya, setelah itu kita akan melihat pertobatan dan penuaian jiwa besar-besaran terjadi. Kita aminkan dan percaya gelombang pertobatan ini pasti akan terjadi untuk generasi muda di Indonesia.
Jika di Minggu 1 kita sudah membahas bagaimana banyak orang yang mengalami dukacita, stress dan depresi dengan angka tertinggi akibat Covid 19 ini, dibalik dukacita rohani yang kita alami karena kehilangan banyak orang yang kita sayangi itu, kita percaya akan mendatangkan gelombang pertobatan bagi banyak orang. Tuhan sedang mempersiapkan gelombang rohani yang akan melanda gereja di akhir zaman. Untuk itu Youths, setiap kita yang mengalami kedukaan, kemalangan, kesedihan, kiranya jangan kita berlarut hidup di dalamnya, karena dibaliknya, Tuhan merindukan terjadinya pertobatan dalam diri kita.
Youths, kita percaya bahwa kita sedang "dibersihkan", dimurnikan, jika kita menyambut dan meresponi dengan baik semua proses yang Tuhan izinkan terjadi, hal ini mendatangkan pertobatan dari jalan-jalan, pikiran, perkataan, perbuatan kita yang salah ke jalan yang Tuhan kehendaki kita lakukan Ingat Youths, bahwa pertobatan sejati adalah menyadari hal-hal apa yang membuat Allah murka, menjadi gentar dan takut karenanya, dan berbalik dari hal-hal berdosa tersebut.
Jadi Youths, jangan kita "berpura-pura" bertobat. Apa maksudnya? Jadi jika kita ingin sungguh sungguh kembali kepada Tuhan, biarlah kita ingat hal-hal apa sajakah yang telah kita kerjakan yang sangat menyakiti hati Tuhan. Jangan sampai pertobatan kita itu sebagai pertobatan yang tidak jelas, yaitu pertobatan tanpa mengetahui apa hal berdosa yang telah kita lakukan dan harus kita tinggalkan. Demikian juga jika kita tahu perbuatan dosa yang kita lakukan, tetapi kita tidak gentar dan takut Allah murka, maka pertobatan kita pun akan menjadi pertobatan yang pura-pura.
Bahan Diskusi:
Apa saja dosa, kesalahan, hal buruk yang saat ini masih terus kita pertahankan dan berulang lakukan? Sudahkah kita mengalami pertobatan sejati atau hanya pertobatan pura-pura?

GBI Jalan Jend Gatot Subroto