BAGI TUHAN TIDAK ADA YANG MUSTAHIL

24 Dec, 2017

Perkataan "tidak ada yang mustahil bagi Tuhan" adalah hal yang biasa kita dengar. Para pengkotbah sering mengatakan hal ini. Biasanya disampaikan ketika mengutip ayat-ayat tertentu yang menyatakan hal tersebut. Yang perlu direnungkan adalah apakah hal itu dapat terjadi dalam hidup kita ? Kita menghendaki hal-hal besar terjadi dalam hidup kita, bukan hanya sebagai retorika belaka.
Dalam Alkitab ada banyak peristiwa yang dapat kita lihat sebagai "impossible is nothing." Ada situasi-situasi tertentu di mana Tuhan menyatakan kuasa yang nyata kepada umat-Nya, dan umat-Nya menyebut sebagai ‘mujizat'. Misalnya ketika orang Israel dikejar orang Mesir, mereka terjepit. Seruan mereka sampai kepada Tuhan dan Tuhan menyelamatkan mereka dengan membelah Laut Merah. Dalam peristiwa itu kita melihat "nothing is impossible with God."

KELAHIRAN YESUS
Dalam pemberitahuan tentang kelahiran Yesus, Malaikat Gabriel menyatakan kalimat: "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Lukas 1:37). Ini menanggapi pertanyaan Maria mengenai bagaimana kelahiran dapat terjadi, sementara Maria belum bersuami. Malaikat menjelaskan dan mengatakan: "Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Lukas 1:31-33

Bagaimana Hal Yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin?

1. Adanya Rencana Allah
Alkitab adalah kitab yang berhubungan satu dengan yang lain. Pada zaman Maria hidup, orang Israel memiliki Perjanjian Lama. Ada banyak sekali nubuat di dalam PL tersebut. Nabi terakhir menulis sekitar 400 tahun sebelum kelahiran Yesus. Mereka dengan setia membaca kitab-kitab PL pada hari Sabat di rumah-rumah ibadah mereka. Pembacaan Taurat menjadi bagian dari tata ibadah, sementara esensi bacaan itu terlupakan. Pada akhirnya mereka menjadi orang-orang yang disiplin dalam agama, namun tidak menangkap rencana Tuhan.
Sebagai bangsa pilihan, orang Israel tahu bahwa nubuat-nubuat itu akan digenapi dalam kehidupan mereka, termasuk nubuat tentang kedatangan Mesias. Yang tidak mereka ketahui adalah kapan, di mana, oleh siapa dan dengan cara bagaimana. Ketika Maria dipilih Allah menjadi ibu yang akan melahirkan Yesus secara manusia, maka penggenapan nubuat terbesar sedang terjadi. Maria memasuki rencana yang luar biasa, yaitu rencana keselamatan umat manusia. Peristiwa seorang dara akan mengandung dan melahirkan akan menjadi tanda yang sangat khas dan satu-satunya mengenai kelahiran Mesias. Apa yang tidak mungkin menjadi mungkin bisa terjadi karena berhubungan dengan rencana Allah.

2. Firman Yang Spesifik
Malaikat Gabriel diutus Tuhan kepada Maria untuk menyampaikan Firman Tuhan. Mengapa Maria? Jawabannya adalah kedaulatan Tuhan memilih Maria. Di sisi lain, Maria adalah bejana yang tepat; dia keturunan Raja Daud, orang Israel yang taat kepada hukum Taurat, memiliki hati hamba, dan mau mengambil resiko.
Sepanjang Alkitab, kita melihat Allah menyampaikan Firman kepada orang-orang yang akan dipakai untuk melakukan kehendak-Nya. Firman adalah alat komunikasi Tuhan, sehingga manusia mengerti isi hati Tuhan. Tidak semua Firman dari Tuhan langsung diterima dan dilakukan oleh orang-orang yang menerimanya. Sama seperti orang-orang sekarang tidak semua langsung menaati apa yang Tuhan sampaikan. Mendengar Firman Tuhan adalah pintu masuk ke arah ‘apa yang mustahil menjadi mungkin'.

3. Respon Penerima Firman
Maria sempat menanyakan bagaimana caranya seorang gadis dapat mengandung dan melahirkan. Malaikat Gabriel menjelaskan bahwa Roh Kudus akan melakukan hal-hal yang ajaib. Akhirnya Maria memberikan respon yang baik, ia memutuskan untuk mengikuti rencana Tuhan tersebut, meskipun ia belum mengerti seluruhnya. Kesediaan Maria itulah yang membuat Tuhan dapat mempercayakan hal yang sangat penting tersebut.

IMPOSSIBLE IS NOTHING
Pertanyaannya, masihkah Tuhan melakukan hal-hal besar pada masa ini? Apakah keajaiban masih terjadi dan layak untuk diharapkan? Apakah kita menghendaki hal-hal besar terjadi dalam hidup kita? Dapatkah kita mengalami sesuatu yang mustahil menjadi nyata? Apakah kita bersedia menaati yang Tuhan firmankan?
Mari kita renungkan, apa yang dimaksud dengan "tidak ada yang mustahil bagi Allah." Pikirkan hal-hal berikut ini:
• Apakah singa bisa bertanduk?
• Apakah gajah bisa terbang?
• Apakah semut bisa menjadi sebesar
domba?
Apakah Tuhan akan melakukan hal-hal tersebut, dengan dasar tidak ada yang mustahil bagi-Nya? TIDAK.
Tuhan sudah mengatur semua ciptaan dalam tatanan yang teratur. Kehebatan dan kuasa-Nya bukan dimaksud hanya untuk menjawab rasa penasaran orang dengan membolak-balik ciptaan-Nya sebagaimana di atas. Gajah tidak akan punya sayap!

Apa yang tidak mungkin bagi manusia, namun mungkin bagi Allah pasti berurusan dengan rencana Allah. Allah bertindak dan melakukan segala sesuatu dengan tujuan. Kita perlu menangkap rencana Allah atas hidup kita sehingga kita masuk dalam rencana-Nya.
Jika sudah masuk dalam rencana Allah, kita perlu mendengar arahan-Nya yang spesifik. Arahan ini yang menjadi dasar kita untuk melakukan sesuatu. Arahan atau perintah yang sulit; bahkan mustahil, tidak menghalangi Tuhan dalam mewujudkannya. Kesulitan itu adalah sudut pandang kita; bukan sudut pandang Tuhan. Ketika Tuhan menyatakan Firman-Nya, dalam sudut pandang Tuhan, itu sudah selesai. Kita hanya perlu mempercayai dan melakukan bagian kita.

Kesimpulan
Apakah semua doa kita akan terwujud karena kita percaya "impossible is nothing?" Jawabannya adalah tidak. Apa yang tidak mungkin menjadi mungkin; bisa terjadinya bukan karena keinginan kita, namun karena hal itu ada didalam rencana Tuhan. Kita perlu memiliki hidup yang intim dengan Tuhan melalui doa, memuji, menyembah dan perenungan Firman. Hidup yang intim menghasilkan pengenalan akan kehendak Tuhan. Ketika Tuhan berfirman kepada kita, itulah titik awal di mana hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Selamat Natal 2017. (RD)