GOD IS IN CONTROL

23 Nov, 2020

Kata mereka seorang kepada yang lain: "Lihat, tukang mimpi kita itu datang! Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!" - Kejadian 37:19-20

Hari-hari ini banyak orang yang dilanda kecemasan, kekuatiran dan ketakutan. Kuatir akan kehidupan, kuatir akan hari esok, kuatir dan takut dalam menghadapi kehidupan ini. Berbagai kenyataan dan apa yang terjadi hari-hari ini seperti pandemi COVID 19, resesi ekonomi global dan sebagainya, dapat menimbulkan ketakutan dan kekuatiran. Termasuk juga saudara-saudara kita yang ada di Amerika saat menghadapi hasil Pemilihan Presiden yang mungkin tidak sesuai dengan pilihan mereka. Mereka takut, kuatir dan tidak sedikit yang mungkin kecewa.
Tapi bagaimana dengan kita sebagai orang percaya? Sebagai orang percaya tidak lah seharusnya kita bersikap seperti itu. Tuhan Yesus mengajarkan di dalam kitab Matius pasal 6 supaya kita jangan kuatir;
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? - Matius 6:25-26

Saat ini, mari, saya mengajak kita untuk sejenak merenungkan kisah dari pada seorang tokoh iman yang bernama Yusuf - anak yang paling dikasihi oleh Yakub.
Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini: Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu." Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu. - Kejadian 37:5-8

Coba renungkan kisah ini sejenak. Kita tahu akhir dari cerita atau kisah ini; mimpi ini sungguh menjadi kenyataan, bukan? Yusuf menjadi raja muda /Penguasa di Mesir dan kakak-kakak nya datang sujud menyembah kepadanya untuk membeli makanan, bukan?
Mari kita renungkan:
Siapakah yang dapat memberikan mimpi, dan yang dapat menggenapinya seperti itu?
Kita tahu bahwa kakak-kakaknya berusaha membunuh dia; mereka berkata: "Lihat, tukang mimpi kita itu datang! Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!" (Kejadian 37:19-20) - tetapi apakah yang terjadi? Mereka akhirnya menjualnya kepada orang Ismael - saudagar-saudagar Midian, yang akhirnya membawanya ke Mesir, ke rumah Potifar - seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja. Siapakah yang dapat menyangka bahwa semuanya itu adalah jalan menuju istana?
Siapakah yang dapat meng-create jalan kehidupan seperti itu kalau bukan TUHAN?
Dalam kisah selanjutnya kita tahu, bahwa Yusuf difitnah oleh istri Potifar dan akhirnya harus masuk ke dalam penjara - tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Kembali kita bertanya; Siapakah yang dapat meng-create jalan kehidupan seperti ini, kalau bukan TUHAN? (Kita tahu bahwa di penjara inilah Yusuf bertemu dengan juru roti dan juru minuman raja).
Dalam Kejadian 40 Firman Tuhan mencatat: Sesudah semuanya itu terjadilah, bahwa juru minuman raja Mesir dan juru rotinya membuat kesalahan terhadap tuannya, raja Mesir itu, maka murkalah Firaun kepada kedua pegawai istananya, kepala juru minuman dan kepala juru roti itu. Ia menahan mereka dalam rumah kepala pengawal raja, dalam penjara tempat Yusuf dikurung. Kepala pengawal raja menempatkan Yusuf bersama-sama dengan mereka untuk melayani mereka.

Dan sampai akhirnya kita tahu, bahwa kedua orang ini (juru minuman raja dan juru roti), mereka mendapat mimpi yang serupa pada malam yang sama. Mimpi yang sama-sama memiliki arti dan semua nya digenapi (Kejadian 40:5-23)

Kembali, lagi dan lagi kita melihat keajaiban yang ada. Siapakah yang dapat menciptakan situasi / kondisi seperti ini?

Sampai pada akhirnya kita tahu, ketika saat nya tiba, sang raja sendiri (Firaun) bermimpi, dan Yusuf mengartikan mimpi tersebut, dan Yusuf diangkat menjadi raja muda (Kejadian 41).

Sungguh suatu kisah yang luar biasa. Kita sedang mempercayai TUHAN yang dahsyat, yang menciptakan langit dan bumi.
Oleh karena itu, apapun yang sedang kita hadapi saat ini; masalah atau persoalan ekonomi kah, persoalan kesehatan kah, pernikahan kah atau apapun itu, jangan takut. Marilah kita memiliki IMAN SEPERTI BAJA. Percaya kita punya Allah yang dahsyat di dalam nama Tuhan Yesus. HALELUYAH.. Tuhan Yesus memberkati.

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto