HATI-HATI DENGAN MEDIA SOSIAL KITA

24 Oct, 2021

BAHAN BACAAN
I Korintus 10: 23, "Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan. Benar tetapi bukan segala sesuatu membangun."

PENJELASAN MATERI
Youths, Microsoft merilis "Indeks Keberadaban Digital" atau "Digital Civility Index" yang menunjukkan tingkat keberadaban pengguna internet atau netizen sepanjang tahun 2020. Hasilnya memperihatinkan karena menunjukkan tingkat keberadaban netizen Indonesia sangat rendah. Berdasarkan laporan survey dari 16.000 respnden di 32 negara, antara bulan April - Mei 2020 itu menunjukkan Indonesia ada di peringkat ke 29, terburuk di Asia Tenggara. Tentunya dalam angka tersebut, netizen ini termasuk didalamnya orang-orang Kristen juga, apakah kita juga salah satunya Youths?

Youths, di dari awal masa pandemi ini, di antara kita banyak yang menghabiskan waktu dirumah dibanding di luar rumah, pun banyak pula yang menghabiskan sebagian harinya dengan gadget dan media sosialnya. Mungkin ada yang hanya sekedar scroll timeline, memberi like pada postingan, memberi komentar, juga memposting foto dan video. Pertanyaanya konten apa yang kita scroll dan kita like? Apakah itu konten positif atau negatif? Apakah berguna bagi kita atau hanya sekedar ikut-ikutan saja? Lalu komen apa yang kita berikan? Apakah membangun, memotivasi, atau menjatuhkan dan menyudutkan? Dan apa yang kita posting, aakah sesuatu yang positif dan menginspirasi, yang membawa kabar damai, sukacita dan pengharapan bagi yang melihat atau mendengarnya? Atau justru postingan negatif, yang meresahkan dan membuat orang lain tidak damai sejahtera?

Youths, seharusnya di masa-masa pandemi ini, masa-masa PPKM ini, kita semakin bertobat dan sungguh sungguh dengan Tuhan. Jangan mengeluarkan perkataan buruk dari mulut kita, jangan ketik kalimat negatif di media sosial kita, jangan bagikan berita hoax dan ujaran kebencian. Biarlah apa yang kita ucapkan, kita ketik, kita bagikan di media sosial jangan lagi mengunakan cara-cara dunia lagi melainkan harus memakai dan memikirkan cara-cara sorga. Kita perlu menyadari bahwa tidak semua orang memiliki hikmat dan kebijaksanaan dalam mengelola akun-akun di dunia maya mereka.

Jika kita memantau dengan teliti, masih banyak mereka yang mengaku pengikut Kristus, justru sering membuat status-status galau, menulis sesuatu yang melibatkan SARA, menghina, menyindir, mengunjingkan orang lain atau bahkan meluapkan semua kekesalan hati berupa amarah melalui kata-kata yang sama sekali tidak enak untuk dibaca. Kalau sudah begitu, maka apapun cuitan/tulisan/gambar/video yang kita posting bukannya menjadi berkat tetapi justru menjadi batu sandungan bagi setiap orang yang melihatnya. Tentunya hal ini akan menjadi boomerang bagi kita sendiri jika ada orang terkait yang tidak terima, sakit hati, tersinggung terhadap postingan/cuitan kita, lalu membawa kasus ini ke ranah hukum atau bahkan melakukan tindakan kriminal kepada kita.
Youths, berusalah untuk mem-posting segala sesuai yang bisa memberkati dan menguatkan orang yang membaca dan melihatnya. jadilah surat terbuka yang mencerminkan karakter kristus di dalam setiap postingan media sosial kita, biarlah sosial media kita menjadi alat untuk kita menyampaikan perkataan penuh kasih dan firman Tuhan

Bahan Diskusi : Apa saja konten yang sering kita bagikan di media sosial kita? Apakah itu sudah membangun dan berguna untuk orang lain?

GBI Jalan Jend Gatot Subroto