HATI YANG MAU DIBENTUK SAAT PROSES RESTORASI

19 Oct, 2020

Bahan Bacaan
Yeremia 18:1-9
Penjelasan Materi
Youths, di Minggu sebelumnya kita sudah bahas bahwa direstorasi memang tidak mudah, itu adalah proses
yang sangat menyakitkan, karena kita sedang dibersihkan dan dimurnikan.

Perhatikan bahan bacaan kita dalam Yeremia 18:1-9, dalam bagian Firman Tuhan yang kita baca hari ini, kita menemukan bagaimana Yeremia diperintahkan Tuhan untuk pergi ke rumah tukang periuk dan melihat proses pembuatan bejana. Di tempat itu Yeremia melihat bagaimana tukang periuk mengambil tanah liat dan membentuknya sedemikian rupa sampai menghasilkan bejana yang indah. Tanah liat yang tidak berharga dibentuk menjadi bejana indah yang bernilai. Ketika bentuk tanah liat tidak sesuai dengan keinginan si tukang periuk, maka dia mengulangi kembali proses pembentukan itu hingga terbentuklah bejana seperti yang dikehendakinya. Hidup orang percaya seperti tanah liat yang diambil dan dibentuk oleh Tuhan menjadi sebuah bejana yang bernilai tinggi. Tak peduli apa pun latar belakang atau seperti apa pandangan orang tentang kita, satu hal yang pasti bahwa Allah telah menyiapkan rencana yang indah bagi kita. Namun, ada satu hal penting yang perlu kita perhatikan, yaitu kita harus belajar mencintai dan taat menjalani prosesnya.

Youths, kalau memang ada hal-hal dalam hidup kita tidak berkenan di hadapan Tuhan harus dihancurkan, harus direstorasi, selama ditangan Tuhan, beranikah diri kita memberi hati yang mau dibentuk? Maukah kita untuk tidak menahan-nahan dan memegang ego, gengsi atau kehendak kita sendiri demi tergenapinya rencana Tuhan dalam hidup ini? Kalau kita tidak mau dan tidak berani memberi diri di restorasi, maka Tuhan sulit bekerja dalam hidup kita. Kalau kita masih keras hati pada pengertian dan kemauan sendiri, maka Roh Kudus tidak leluasa bekerja untuk mengubah karakter kita.

Youths, diperlukan kerjasama kita agar proses restorasi ini menghasilkan kualitas pribadi kita yang lebih baik lagi, yang berkenan di hadapan Tuhan, yang siap untuk dipakai lebih lagi untuk melayani generasi dan seorang prajurit yang "menang" atas setiap proses kehidupan. Pastikan hati memiliki kerelaan hati untuk dibentuk Tuhan, pastikan kita siap untuk direstorasi. Memang banyak orang yang tidak menyukai bagian ini. Ketika Tuhan ingin membentuk karakter kita, kita menolak, kita tidak mau menjalani prosesnya. Maka dari itu kita harus mohon kekuatan dari Tuhan dan bersabarlah menjalani proses pembentukan yang sedang dilakukan Tuhan.

Bahan Diskusi: Apa yang menjadi alasan mengapa seseorang menolak proses pembentukan?