HIDUP DI ERA PENTAKOSTA KETIGA

28 Oct, 2018

Kita sedang berada di era pentakosta yang ketiga dimana bukan hanya Roh Kudus yang akan
dicurahkan secara luar biasa atas semua orang, melainkan juga karya-Nya akan menjadi sangat
nyata dalam diri umat-Nya. Sejenak mari kita coba visualisasikan atau bayangkan situasi dan
kondisi yang terjadi lebih dari 2000 tahun yang lalu saat Pentakosta yang pertama, yang tentunya
bisa kita baca dalam kitab Kisah Para Rasul yang ditulis secara akurat dan lengkap oleh tabib Lukas
yang diinspirasi oleh Roh Kudus.
Dalam keseharian, bukan hanya dalam ibadah umat semata, melainkan di Market Place ada
banyak mujizat-mujizat yang dahsyat terjadi. orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, kusta
sembuh, bahkan yang mati bangkit, dan semuanya terjadi bukan dalam event Kebaktian
Kebangunan Rohani (KKR) melainkan dalam kehidupan normal sehari-hari. Belum lagi ledakan
penginjilan yang luar biasa terjadi, jemaat yang penuh dengan Roh Kudus dengan berani
memberitakan injil, menjadi kesaksian bagi banyak orang. "Dan ketika mereka sedang berdoa,
goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka
memberitakan firman Allah dengan berani." (Kisah 4:31). Sehingga banyak jiwa bertobat setiap
hari dan menjadi percaya kepada Kristus dan dipenuhi dengan Roh Kudus (dibaptis Roh Kudus).
Demikian juga dengan Pentakosta kedua di Azusa Street tahun 1906. Diawali dengan
beberapa orang dibaptis Roh Kudus, terus semakin banyak orang datang dan dipenuhi dengan Roh
Kudus, menjadi sebuah kegerakan yang terus bergulir sampai mendunia.
Dalam era kita sekarang ini, kita akan melihat hal-hal yang bukan hanya serupa melainkan jauh
lebih dahsyat daripada itu. Mari kita sambut dengan penuh antusias dengan cara :

1. Hidup penuh Roh Kudus dan dipimpin oleh Roh Kudus.
"Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di
bawah hukum Taurat.... Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh
Roh" (Galatia 5:18, 25)

2. Berdoa dengan mengerang minta jiwa-jiwa, hidup dengan sungguh-sungguh takut akan
Tuhan Yesus, jangan main-main dan tetap pelihara 'bahan bakar' sehingga api terus
menyala.
"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana
sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan
keluhan-keluhan yang tidak terucapkan." (Roma 8:26)

"Likewise the Spirit also helpeth our infirmities: for we know not what we should pray for as
we ought: but the Spirit itself maketh intercession for us with groanings which cannot be
uttered." (Rom 8:26 - KJV)

3. Terus hidup dalam penyembahan kepada Tuhan.
"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar
akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-
penyembah demikian." (Yohanes 4:23).

Seperti yang disampaikan Gembala Sidang/Pembina, penyembahan memiliki 2 arti. arti
sempit, menyembah Tuhan dalam doa, pujian, penyembahan dan berbahasa roh. arti luas,
artinya melakukan segala sesuatu untuk menyenangkan hati Tuhan (DL)