HIDUP UNTUK BERBUAH

05 May, 2019

"Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar!" Mazmur 92 : 15

PENDAHULUAN
Seorang petani buah apel di kota Malang bercerita bawha hasil panennya sekarang jauh menurun dan sangat merugikan. Lalu petani itu sekarang berkonsultasi dengan seorang insinyur pertanian mengenai masalahnya, dan saat itu pikirannya berkata bahwa pasti ada perombakan atau pembenahan yang besar harus ia hadapi. Namun, ternyata saran dari seorang insinyur adalah bahwa batang poon apel tersebut harus disayat-sayat dan daunnya dikurangi. Maka dilakukannyalah oleh petani tersebut.
Dan hasilnya luar biasa, buah apel yang semula produksinya menurun sekarang sudah menghasilkan dalam jumlah yang lebih banyak. Umas, kisah diatas mengingatkan kita pada firman Tuhan yang terdapat dalam Yohanes 15:1-6,
mengenai Tuhan Yesus yang adalah pokok anggur yang benar dan Bapa di Sorga adalah penguasanya. Ia merindukan pohon anggur ini berbuah lenbat bahkan ranting-rantingnya pun yang tidak berbuah akan dipotongnya. Umas demikianlah dengan hidup kita perlu untuk berbuah. Karena melalui buahnyalah kita dikenal dan hanya dengan berbuah kita dapat menjadi saksi Kristus yang hidup, sehingga nama Tuhan dipermuliakan (Yohanes 15:8).

ISI
Bagaimana hidup Umas (Opa dan OMa) dapat menghasilkan buah yang lebat? Ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan dalam hidup kita ini, yaitu :

1. Siap Untuk Dibersihkan (Yohanes 15:2-3)
Agar menghasilkan buah yang baik, maka sebuah pohon harus dibersihkan. Umas, pohon itu digambarkan seperti kita, untuk menghasilkan buah maka kita harus siap untuk dibersihkan. Dibersihkan itu rasanya memang tidak enak. Karena harus ada dahan-dahan yang dipotong bahkan ada daun-daun yang perlu di kurangi. Inilah proses yang perlu kita lewati, dimana manusia batiniah kita semakin dibersihkan.
Sehingga yang ada hanyalah karakter Kristus, ada penguasaan diri, ada penyerahan diri, ada keintiman yang semakin melekat dengan Tuhan. Masuk sebuah proses tidaklah mudah, namun saat kita siap dan memberi diri, maka segala tangisan, rasa sakit, kepedihan akan sirna oleh waktu. Sebab akan Tuhan gantikan dengan kasih, damai, sukacita, pemulihan, pengampunan, anugerahNya yang berlimpah bagi kita. Roma 12:12 berkata :

"Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah
dalam doa!"

2. Siap Untuk Lebih lagi Melekat Dengan Firman Tuhan (Yohanes 15 : 3)
Umas, Tuhan rindu kita semakin melekat dengan FirmanNya. Sebab FirmanNya yang membersihkan kita. Oleh sebab itu, untuk memiliki kehidupan yang berbuah maka kita harus melekat pada pokok anggur yang benar yaitu Tuhan Yesus. Melekat artinya tinggal intim dengan Tuhan Yesus. Hal ini bisa kita lakukan setiap hari dengan menghidupi kebenaran firmanNya, artinya memiliki waktu saat teduh bersama Tuhan, membaca serta merenungkan firman Tuhan. Memiliki waktu khusus memang terkadang sulit untuk memulainya, namun bertekunlah karena kita akan merasakan manfaatnya yang luarbiasa. Sebab perkataan Tuhan yang adalah Firman-Nya akan selalu menutun, bahkan membersihkan hidup kita (2 Timotius 3:16-17).

3. Siap Selalu Tinggal Di dalam Kristus (Yohanes 15:4-7)
Umas, saat kita tinggal dalam Kristus maka kita akan memiliki hidup yang berbuah lebat. Namun, saat kita tidak dalam Tuhan, kita seperti ranting patah yang akan kering, tidak menghasilkan dan siap dilemparkan ke dalam api lalu dibakar. Umas, mari biarlah hari-hari ini kita terus dan semakin dalam tinggal dalam Kristus, apapun persoalan kita, jangan pernah lari dari Tuhan, tetaplah tinggal di dalamNya. Saat kita tinggal dalam Tuhan, Tuhan sendiri berkata dalam Yohanes 15:7

"Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

PENUTUP
Umas, Siapakah yang rindu memiliki kehidupan yang berbuah? Pastinya setiap anak-anak Tuhan sangat rindu hidup berbuah dan menjadi berkat. Inilah juga yang dikendaki oleh Tuhan, agar kita menghasilkan buah dan buahnya tetap. Oleh sebab itu, mari persiapkan hidup kita lebih lagi. Siap untuk dibersihkan, siap untuk melekat lebih lagi dengan Tuhan, dan siap untuk selalu tinggal di dalam Kristus Yesus. Maka Galatia 5:22-23 yaitu "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri."
Akan menjadi bagian dalam kehidupan kita.

Tuhan Yesus Memberkati