Imamat Yang Rajani

12 May, 2020

Sebuah Nyanyian Baru diperdengarkan di Surga oleh ke-24 Tua-tua bagi
Anak Domba yang telah menebus dari tiap-tiap suku dan bahasa dan
kaum dan bangsa dan menjadikan mereka sebuah kerajaan, dan mereka
dijadikan imam-imam bagi-Nya (Wahyu 5:9-10).
Puji syukur kepada TUHAN yang telah menempatkan kita umat
tebusan-Nya di bangsa INDONESIA untuk sebuah maksud dan tujuan
yang ilahi didalam menggenapi rencana-Nya.
Di musim ini sebagai para imam-Nya kita patut mempersiapkan hati
kita untuk merendahkan diri dan mengambil posisi untuk berdiri
diantara celah membawa bangsa INDONESIA yang kita kasihi dihadapan
TUHAN, agar TUHAN dapat bergerak berperkara untuk memulihkan
dan membawa bangsa INDONESIA kepada tujuan ilahi-Nya.
Hampiri Ruang Takhta Kasih Karunia-Nya melalui doa-doa pertobatan
identifikasi (identificational repentance prayer).
Namun sebelumnya lakukan identifikasi atau kenali dosa-dosa dan
pelanggaran yang dilakukan atau pernah dilakukan Bangsa INDONESIA,
termasuk Gereja, Pemerintah, Masyarakat dan Negerinya baik yang
dilakukan secara pribadi, golongan, korporat dan generasional.
Akui dan bertobat sungguh-sungguh atas nama bangsa INDONESIA
dihadapan TUHAN. Mohon pengampunan-Nya dan pembasuhan-Nya.
Sebagai raja-raja bagi TUHAN kita diberikan kuasa dan otoritas untuk
mendeklarasikan Firman-Nya atas situasi dan kondisi yang terjadi di
bangsa kita, namun sebelumnya kita harus pastikan tidak ada celah atau
dosa-dosa serta pelanggaran yang belum diakui dihadapan-Nya yang
berpotensi menghalangi pekerjaan Roh Kudus untuk menyelesaikan apa
yang menjadi bagian-Nya.
TUHAN memiliki aturan ilahi yang dapat kita perhatikan: TUHAN
menetapkan Perayaan Paskah sebelum Hari Pencurahan Roh Kudus,
Hari Raya Paskah dimana Anak Domba dijadikan Korban bagi
pengampunan dosa-dosa dan pelanggaran umat-Nya. Darah-Nya harus
dicurahkan terlebih dahulu sebelum Roh Kudus-Nya dicurahkan-Nya
dan bergerak dengan leluasa.
Mari kita merendahkan hati, memohon Roh Kudus untuk terlebih
dahulu menginsyafkan akan dosa yang mungkin masih tersimpan
didalam hati kita dan pilihlah untuk melepaskan pengampunan kepada
siapapun yang bersalah kepada kita sebelum kita memposisikan diri
kita untuk membawa bangsa INDONESIA dihadapan-Nya. (BGP 0420)