Iman yang Berkemenangan

16 Sep, 2018

Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh." Matius 15:28

"Hai ibu, besar imanmu,...." Adalah ungkapan Tuhan Yesus karena kagum terhadap iman seseorang yang datang kepadaNya dengan hati yang gigih.

Iman adalah faktor yang menentukan kemenangan kita. Kita menjadi pemenang atas setiap pertarungan adalah karena iman. Apapun yang sedang kita hadapi di depan, kita telah memenangkan di dalam iman terlebih dahulu sebelum melihat kenyataan perubahan. Pembalikan keadaan yang buruk dibalikkan jadi kebaikan adalah buah iman yang berkemenagan.

Apa yang kita raih dari pewujudan janjiNya selalu di atas dasar oleh iman. Sebelum iman kita berkemanangan, pewujudan janji Allah masih tertunda. Iman yang berkemenangan sejalan dengan sikap hati. Iman yang berkuasa lahir dari hati yang gigih dan tekun tinggal di dalam Kristus. Hati yang selalu haus datang kepada Tuhan mencari wajahNya membuat iman bertumbuh.

Tuhan menghendaki agar kita sebagai murid Kristus berdiri dalam iman dan otoritas yang telah Tuhan berikan. Orang yang mengerti hak dan otoritas dengan benar akan berdoa dengan gairah. Gairah adalah ekspresi yang dirasakan oleh orang lain sebagai wujud dari hati yang tekun, gigih, penuh hasrat untuk meraih apa yang menjadi haknya. Lawan katanya: adalah doa tanpa gairah, mudah menyerah dan tidak jelas dengan apa yang ingin diraih dari jawaban doa.

Contoh dari kegigihan adalah seorang wanita Kanaan yang datang kepada Tuhan Yesus. Sikapnya yang "mendesak" Tuhan untuk menolong anaknya adalah pelajaran tentang sikap hati yang membuat Tuhan "kagum." Wanita ini datang kepada Yesus dengan tidak kenal menyerah.

Dengan penuh keberanian, tanpa malu, takut atau ragu, berseru dengan suara yang keras, berteriak memohon pertolongan bagi anaknya yang menderita karena kerasukan setan. Dia membawa hati yang "desperate" untuk meminta Tuhan berbuat sesuatu atas penderitaan yang menimpa anaknya. Wanita ini terus bertekun saat menghadapi "penolakan" dan direndahkan, seolah tidak diperdulikan:

Yesus tidak menjawab teriakannya, ketika Yesus seperti masa bodoh, diam saja. Ketika Yesus menyatakan bahwa Dia datang hanya untuk domba Israel, dan anjing patut mendapatkan roti yang tersedia untuk anak-anak, responnya adalah positif.

Ibu ini semakin mendekat kepada Yesus dan menyembah. Malah jawaban wanita ini, "Tuhan kasihanilah aku" "Benar anjing memang tidak layak..." Dan ini mengagumkan Tuhan Yesus. Tuhan mencari sikap iman seperti ini. Kalau ibu ini meraih pertolongan dan kemenangan dari Tuhan anda juga pasti meraihnya.

Karena anda adalah anakNya, dan Dia adalah Bapa kita yang baik, pasti Dia menolong anda. Dia pasti turun tangan dan campur tangan atas situasi yang sedang dihadapi. Pengenalan yang benar bahwa Dia Bapa kita yang baik, gambaran yang jernih tentang Bapa yang baik akan membuat anda tidak meragukanNya sama sekali. Karena itu kenallah Tuhan dari firmanNya. Miliki hati yang lapar akan firmanNya, dan disiplin merenungkan firman sampai menerima pencerahan Roh Kudus. Iman timbul dari firman

Pilihan kita:
• Hidup oleh iman atau hidup menurut apa yang kelihatan mata
• Menyerah kepada keadaan ataukah menyerahkan keadaan kepada Tuhan dan mempercayakan kepada kedaulatanNya.
• Mengatakan keadaan sudah tidak ada harapan, atau memperkatakan pengaharapan yang Tuhan sudah janjikan dan mengakui siapa Dia bagi anda
• Memilih untuk memuliakan Tuhan dan kemampuanNya dengan ucapan syukur atas situasi yang dihadapi ataukah membesar-besarkan bayangan ketakutan dan kebimbangan.

Hati yang penuh firman membuat kita mengambil pilihan yang benar, dan iman yang berkemenangan dibangun dengan kuat. Ambil keputusan untuk menjadi orang yang mencintai firman Tuhan. Jadilah murid Kristus yang tekun merenungkan firman Tuhan. Memiliki hati yang haus untuk selalu menerima pewahyuanNya yang segar dan dinamis.


Bangkitkan iman mu, wujudkan kemenangan atas situasimu.