Iman yang Berkemenangan

18 Aug, 2019

Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh." Matius 15:28        

"Hai ibu, besar imanmu,...." Adalah ungkapan Tuhan Yesus karena kagum terhadap iman seseorang yang datang kepadaNya dengan hati yang gigih.

Iman adalah faktor yang menentukan kemenangan kita. Perjalanan rohani pasti berkemenangan ketika iman berkemenangan. Iman itu tetap percaya dan terus berharap saat keadaan di depan mata nampaknya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kita menjadi pemenang atas setiap pertarungan adalah karena iman yang menang.  Apapun yang sedang kita hadapi di depan, kita harus  memenangkan di dalam iman terlebih dahulu sebelum melihat kenyataan perubahan.  Kemenangan itu adalah karena kita menerima perkataan firmanNya. Apa yang firman katakan, kita terima, masukkan di hati, dan memilih mempercayainya. Lalu terus bawa di hadirat Tuhan dalam doa, dan perkatakan firman itu bagi diri sendiri.

Kemenangan Tuhan Yesus di kayu salib menjadikan kita mewarisi kemenanganNya, sehingga firman katakan kita adalah pemenang, dan lebih lagi, kita itu lebih dari pemenang. Itu karena Tuhan Yesus yang telah menang bagi kita. Karena itu, selalu andalkan Tuhan Yesus, dan bertumpu kepada apa yang Tuhan telah selesai kerjakan bagi kita, kita berpijak atasnya.  Di kayu salib Yesus sudah selesai, apa yang Dia kerjakan sempurna dan tuntas, dan diberikan menjadi milik kita. Kita ambil dengan iman, apa yang sudah selesai Tuhan Yesus kerjakan itu menjadi warisan bagi kita dan hak kita untuk mengalami pewujudannya.

Pembalikan keadaan yang buruk dibalikkan jadi kebaikan adalah buah iman yang berkemengan. Apapun kenyataan yang buruk di depan mata, tersedia firman dan janjiNya bagi kita untuk kita memenangkan keadaan itu, karena Tuhan Yesus telah menang, dan memberikan kemenangan itu jadi miliki kita (I Korintus 15: 57). Jadi kita yang bertindak untuk memanifestasikan, apa yang sudah Yesus selesai kerjakan. Yang awalnya nampak buruk bagi kita dan menyusahkan kita, percayalah, BAPA kita yang baik sudah menyediakan berkat, pertolongan, jalan keluar  dan promosinya bagi kita anak-anakNya yang setia mencari wajahNya.

Perjalanan hidup orang benar adalah berjalan dalam iman. Bukan berjalan menurut penglihatan. Bukan apa yang di depan mata yang menentukan. Melainkan apa yang Tuhan katakan dari firmanNya itu yang menentukan.

Tuhan menghendaki agar kita sebagai murid Kristus berdiri dalam  iman  dan otoritas yang telah Tuhan berikan. Orang yang mengerti hak dan otoritas dengan benar akan berdoa dengan gairah. Gairah adalah ekspresi yang dirasakan oleh orang lain sebagai wujud dari  hati yang tekun, gigih, penuh hasrat untuk meraih apa yang menjadi haknya. Lawan katanya: adalah doa tanpa gairah, mudah menyerah dan tidak jelas dengan apa yang ingin diraih dari jawaban doa.

Contoh dari kegigihan adalah seorang wanita Kanaan yang datang   kepada Tuhan Yesus. Sikapnya yang "mendesak" Tuhan untuk menolong anaknya adalah pelajaran tentang sikap hati yang membuat Tuhan "kagum." Wanita ini datang kepada Yesus dengan tidak kenal menyerah. Dengan penuh keberanian, tanpa malu, takut atau ragu, berseru dengan suara yang keras, berteriak memohon pertolongan bagi anaknya yang menderita karena kerasukan setan. Dia membawa hati yang "desperate" untuk meminta Tuhan berbuat sesuatu atas penderitaan yang menimpa anaknya. Wanita ini terus bertekun saat menghadapi "penolakan" dan direndahkan, seolah tidak diperdulikan.

Walau Yesus tidak menjawab teriakannya,   seperti masa bodoh, namun ibu ini semakin mendekat kepada Yesus dan menyembah. Malah jawaban wanita ini, "Tuhan kasihanilah aku" "Benar anjing memang tidak layak..." Ketika  Yesus menyatakan bahwa Dia datang hanya untuk domba Israel, dan anjing  patut mendapatkan roti yang tersedia untuk anak-anak,   responnya adalah positif. Dan ini mengagumkan Tuhan Yesus. Tuhan mencari sikap iman seperti ini. Kalau ibu ini meraih pertolongan dan kemenangan dari Tuhan, anda juga pasti dapat meraihnya. Kalau kepada seorang Siro Fenesia yang tidak memiliki ikatan perjanjian Tuhan mendengarkan permohonannya, apalagi kepada anda anak-anakNya, yang diikat oleh perjanjian darah Yesus, Diasangat peduli kepada anda.

Karena anda adalah anakNya, dan Dia adalah Bapa kita yang baik, pasti Dia menolong anda.  Dia pasti turun tangan dan campur tangan atas situasi yang sedang dihadapi. Pengenalan yang benar bahwa Dia Bapa kita yang baik, gambaran yang jernih tentang Bapa yang baik akan membuat anda tidak meragukanNya sama sekali. Karena itu kenallah Tuhan dari firmanNya. Miliki hati yang lapar akan firmanNya, dan disiplin merenungkan firman sampai menerima pencerahan Roh Kudus. Iman timbul dari firman

Pilihan kita:

  • Hidup oleh iman atau hidup menurut apa yang kelihatan mata
  • Menyerah kepada keadaan atau menyerahkan keadaan kepada Tuhan dan mempercayakan kepada kedaulatanNya.
  • Mengatakan keadaan sudah tidak ada harapan, atau memperkatakan firman dan pengaharapan yang Tuhan sudah janjikan.
  • Memilih untuk memuliakan Tuhan dan mengakui siapa Dia bagi anda.
  • Memilih untuk mengucap syukur atas situasi yang dihadapi ataukah membesar-besarkan bayangan ketakutan dan kebimbangan.

 

Hati yang penuh firman membuat kita  mengambil pilihan yang benar, dan iman yang berkemenangan dibangun dengan kuat. Ambil keputusan untuk menjadi orang yang mencintai firman Tuhan. Jadilah murid Kristus yang tekun merenungkan firman Tuhan. Memiliki hati yang haus untuk selalu menerima pewahyuanNya yang segar dan dinamis.

Bangkitkan iman mu,  wujudkan kemenangan atas situasimu.