IMAN YANG MEMINDAHKAN GUNUNG

10 Nov, 2019

Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. - Markus 11:22-23

Tak terasa, tanggal 29 September 2019 malam (pukul 22.00 WIB atau pukul 18.00 Waktu Israel), penanggalan Ibrani sudah berpindah dari tahun Ayin Tet  - 5779 (dekade Ayin / Mata) menjadi tahun Peh - 5780 (dekade Peh, yang artinya Mulut).

Memasuki tahun Peh ini, saya teringat suatu ayat yang sangat kuat sekali di hati saya, yaitu dari Markus 11:20-23

Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering." Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

Tuhan Yesus berkata barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

Tahun Peh adalah tahun Mulut. Karena Peh berarti mulut.  Saudara tentu mengingat dalam Kejadian 1, bagaimana Tuhan menciptakan alam semesta ini dengan kuasa perkataan (hanya dengan berfirman; jadilah terang maka terang itu pun jadi, jadilah cakrawala, maka cakrawala pun jadi). Demikian pula di dalam dekade Peh ini kita sebagai anak-anak Allah yang diurapi, kita juga akan melihat demonstrasi kuasa perkataan yang dahsyat di dalam perkataan kita yang sesuai dengan Firman-Nya.

Namun kalau kita lihat ayat-ayat di atas, kita akan melihat satu syarat yang sangat penting agar perkataan kita menjadi perkataan yang berkuasa, yaitu: "Percayalah kepada Allah".

Percaya kepada Allah atau dalam bahasa inggrisnya: Have Faith in God, tidak lah semudah membaca tulisan tersebut. Akan ada proses pemurnian /kematian daging dan keakuan di dalamnya sehingga iman kita betul-betul tidak lagi bergantung kepada kemampuan kita, tetapi hanya kepada Firman-Nya / kepada Dia saja. Barulah di saat itu, hanya dengan iman sebesar biji sesawi saja kita dapat memindahkan gunung-gunung.

Tahun Peh ini sangat berkorelasi dengan tahun Ayin. Kita akan memiliki kuasa perkataan jika kita dapat melihat dengan benar.

Firman Tuhan dalam Matius 6:22 berkata Jika matamu baik, maka teranglah seluruh tubuhmu. Jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu.

Jadi hidup kita tidak saja ditentukan oleh lidah kita, sebagaimana banyak dituliskan dalam kitab Amsal (Amsal 18:21: Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.), tapi juga ditentukan oleh mata kita.

Tentu kita semua ingat kisah 12 pengintai di dalam kitab Bilangan pasal 13; bagaimana akhirnya 10 pengintai dan sebagian besar bangsa Israel tidak dapat masuk ke tanah Kanaan karena memiliki mata yang jahat.

Oleh karena itu pastikan lah bahwa memasuki tahun Peh ini, kita memiliki "mata yang baik". Tuhan Yesus memberkati.