IMPARTASI KUASA KESEMBUHAN MELALUI TEKNOLOGI DIGITAL

20 Sep, 2021

"Aku tidak mati, tetapi hidup.
Dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan"
Mazmur 118:17

Awal bulan Maret 2021 merupakan awal kisah kehidupan saya bersama dengan Tuhan. Tepatnya pada tanggal 4 Maret saya mengalami panas tubuh hingga 390 Celsius. Puji Tuhan hal tersebut hanya berlangsung selama setengah hari. Karena saya merasa ada yang janggal, maka pada hari ke-5, tanggal 8 Maret saya membeli alat ukur saturasi oksigen dan kami mengeceknya setiap hari. Namun beberapa hari setelah itu keadaan saya mulai memburuk. Saya mengalami kelelalahan dan diare. Tepat hari ke-7; tanggal 10 Maret saya mengalami sakit kepala yang luar biasa.
Pada hari itu, dikarenakan isteri dan anak-anak kami sudah demam, kami sekeluarga melakukan tes antigen di klinik dan hasilnya semua positif. Menjelang malam, kami sempat mengikuti Healing Worship Online dengan pembicara Ibu Kristina melalui streaming. Kami mematahkan setiap intimidasi yang ada, Kami berdoa dan memohon kesehatan pada Tuhan. Roh kami mulai bangkit dan kami tahu, Tuhan sedang berperkara.
Malam harinya saya merasakan sakit kepala yang tak tertahankan sehingga saya mengukur saturasi oksigen yang ternyata menunjukkan angka 88. Oleh karena itu saya langsung bergegas ke rumah sakit. Sementara isteri dan anak melakukan isolasi mandiri di rumah karena tidak bergejala berat.
Kamis 11 Maret 2021 jam 2 pagi saya tiba di rumah sakit. Di sana langsung diberi tindakan dan alat bantu oksigen sehingga napas saya membaik. Hari itu saya tidak bisa tidur hingga pagi. Apalagi setelah menerima informasi tentang hasil scan paru-paru saya ternyata sudah putih dan tertutup. Hasil tes untuk kekentalan darah saya di angka 1.000 di mana normalnya adalah 500. Dokter mengatakan hal ini cukup berat.

Beberapa hari dalam masa perawatan di RS tersebut, saya belum bisa bangun dan makan hingga 3 hari. Selama dipasang infus dan alat bantu pernafasan, saya mengalami intimidasi yang kuat. Saya merasa sendirian dan tidak ada siapa pun, walau anak isteri serta paman menghubungi siang dan malam, namun saya tetap merasa sendirian Di situ saya mulai teringat untuk mematahkan setiap kuasa intimidasi dan saya mulai bernyanyi. Saya terus menerus berdoa, di saat itu dengan tingkat kesadaran yang rendah, saya merasakan ada sesuatu yang menarik saya secara terus menerus dalam 4 hari pertama, saya mengalami hal yang menakutkan dalam diri saya. Saya berhalusinasi. Bila saya menyerah saat itu mungkin hari ini ceritanya menjadi lain. Tapi saya tidak menyerah. Saya tidak berhenti berdoa, saya terus berjuang, saya tahu ada Tuhan dan saya tidak sendirian, walaupun terkadang saya hanya bisa mendengarkan doa orang lain melalui telepon dan ibadah-ibadah online. Saya terus melakukan doa, pujian dan penyembahan. Keluarga saya pun terus mengirimkan semua link-link ibadah untuk membangkitkan roh saya. Puji Tuhan, roh saya bangkit. Saya terus bergairah memuji menyembah Tuhan.

Pada hari ke-7 tanggal 17 Maret 2021, saya kembali mengikuti Healing Worship Online. Di situ saya di doakan dan Puji Tuhan saat itu saya sudah bisa berdiri, walau masih dengan alat bantu pernafasan dan selang infus. Saat itu saya terima mujizat Tuhan dan pada malam itu saya menerima hasil scan paru dan sudah dinyatakan bersih oleh dokter.
Keesokan harinya 18 Maret 2021, saya dicek melalui fisioterapi pernapasan, mereka terkejut dengan perubahan kondisi saya. Napas saya kembali normal dan bagus ritmenya. Hal ini jarang terjadi dengan instan. Oleh karena itu dokter mencoba mengurangi kadar oksigen dan melepas alat bantu pernafasan. Ternyata saya dapat bernapas dengan baik. Puji Tuhan! Tuhan Yesus dahsyat luar biasa. Saya terus berdoa dan mengikuti ibadah-ibadah live streaming dalam wadah GBI JL. Jend. Gatot Subroto. Malam harinya saya mengikuti ibadah HMM Online dan mendapat kekuatan baru. Saya sehat sembuh dan pulih oleh bilur-bilur-Nya.

Selama 3 hari saya menjalani rangkaian fisioterapi dan tes. Tak hentinya saya memuji dan menyembah Tuhan. Saya juga mengikuti banyak streaming online yang ada serta Menara Doa. Hingga pada hari ke-11 tanggal 21 Maret 2021, kekentalan darah saya dicek. Dan hasilnya dari angka 1000 sudah menjadi normal di 350. Ini merupakan mujizat Tuhan. Saya percaya kuasa Tuhan tetap sama dan bekerja, walaupun melalui media online.

Pada hari ke-12 saya kembali mengkuti Ibadah Raya Online. Saat itu Minggu 22 Maret 2021. Saat saya tengah beribadah, dokter sempat mengecek saya, dan dokter juga melihat saya sedang beribadah melalui zoom dan saat itu banyak rekan pelayanan yang melihat dan turut mendoakan. Pada hari itu juga saya sudah diperkenankan pulang ke rumah dan menjalankan isolasi mandiri. Dan saya tetap bersekutu dengan Tuhan melalui serangkaian ibadah online.
Hari ini, saya sudah sembuh, saya dipulihkan dan dikuatkan oleh Tuhan Yesus melalui rekan-rekan pelayanan saya di GBI Marina Plaza Manado, dan penggembalaan melalui media streaming online yang di selenggarakan oleh GBI JL. Jend. Gatot Subroto - Healing Movement Ministry (HMM). Hal ini menjadi pokok penguatan saya. Meskipun kami belum bisa beribadah secara fisik, namun dampak dan mujizat dari pelayanan secara online ini sungguh dahsyat dan luar biasa. Saya merasa didampingi, dikuatkan, diperbaharui sehingga dapat melewati masa kritis selama proses penyembuhan saya dari COVID-19.

Sungguh Mujizat Tuhan yang kreatif dapat terjadi dalam hidup kita. Roh Kudus tidak terbatas, Dia sanggup menembus batas, melalui platform digital secara online kuasa-Nya tetap sama, nyata dan begitu sempurna. Amin.

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto