KEADAAN MANUSIA PADA AKHIR ZAMAN

03 Mar, 2019

"Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar." 2 Timotius 3:1

PENDAHULUAN
Keadaan manusia hari-hari ini semakin memburuk. Kalau kita membaca surat kabar, atau menonton Televisi kita dapat melihat bahwa manusia sudah tidak segan-segan lagi untuk membunuh sesamanya, dan melakukan berbagai kejahatan. Firman Tuhan dalam 2 Petrus 3:3 berkata "Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya." Saat manusia hidup menuruti hawa nafsunya, maka ia akan mudah untuk menyombongkan diri, menjadi pemfitnah, memberontak terhadap orangtua. Kehidupan moral manusia menurun, tidak sedikit yang hidupnya dikuasai oleh kesenangan dunia yang akan membawa mereka kepada kebinasaan. Ayah kandung yang memperkosa anak kandung sendiri, kasih sudah semakin dingin. Inilah keadaan dunia yang sangat memprihatinkan di akhir zaman ini.

ISI
Yang terjadi pada akhir zaman, yaitu :

1. Terdengar Deru Perang (Matius 24:6-8)
Deru perang memang sudah terjadi sejak lama, dan tidak sedikit orang mati tanpa harapan. Kematian karena perang bukan barang baru lagi, namun kematian karena pembunuhan nama baik, pembunuhan karakter dengan menggunakan kata-kata ancaman, kata-kata tekanan, kata-kata bohong, fitnah, atau bahasa sekarang hoax sudah mulai marak. Banyak orang mati bunuh diri, karena tertekan oleh perang kata-kata. Dan ini terjadi disekitar kita. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa tidak sedikit yang menghabisi dirinya sendiri Karena keadaan yang menekan mereka. Wanita, keadaan manusia pada akhir zaman semakin tidak menentu, oleh sebab itu di era perang ini, kita harus terus memakai selengkap senjata Allah (Baca Efesus 6:10-19).

2. Kedurhakaan Semakin Bertambah dan Kasih Semakin Dingin (Matius 24:12)
Hari-hari ini banyak terekspos mengenai anak-anak sekolah yang tidak lagi memiliki rasa hormat kepada guru-guru di sekolahnya. Anak-anak ini tidak hanya menggunakan kekerasan secara verbal, namun kekerasan secara non verbal pun mereka lakukan. Begitu pun dengan orangtua atau orang yang lebih tua. Anak-anak menjadi pemberontak dan garang. Bukan hanya itu, banyak orang mulai meninggalkan Tuhan, mereka menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan. Sehingga hasilnya pun akan dirasakan yaitu kasih sudah menjadi dingin, rasa empati, simpati, rasa mengasihi mulai pudar. Kehidupan keluarga menjadi hambar, hubungan pernikahan menjadi kendor, suami, istri dan anak-anak hubungannya semakin menjauh. Wanita yang dikasihi Tuhan, mari banyaklah berdoa dan berpuasa. Waspadalah. Perbanyak perhatian kita kepada keluarga, suami dan anak-anak kita, bahkan orangtua atau saudara-saudara kita. Perbesar kapasitas kasihmu, minta kasih Kristus semakin melingkupi kita, agar kita tetap memiliki kasih Kristus yang membawa kehangatan bagi orang-orang di sekitar kita, sehingga mereka bisa merasakan kasih Tuhan nyata melalui kita. Dan mereka pun dipulihkan. Biarlah Yosua 24 : 15 b “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" Firman ini terjadi bagi setiap kita.

3. Manusia Mencintai Diri Sendiri (2 Timotius 3:2-4)
Fokus manusia saat ini lebih banyak kepada pemenuhan kebutuhan dirinya sendiri. Sehingga dengan alasan kebutuhan manusia mulai focus terhadap dirinya saja dengan menghalalkan segala cara. Cinta akan uang, cinta akan tahta yaitu jabatan, kekuasaaan, serta mengejar berbagai kenikmatan hidup entah itu sex, bisa berselingkuh, hidup dalam percabulan, kenajisan, gaya hidup mewah, menjadi koruptor dan banyak hal lainnya. Hubungan suami istri menjadi hancur karena berfokus pada diri sendiri, tidak mau saling menolong, saling membalut luka, tidak mau mengampuni sehingga perceraian terjadi dimana-mana. Anak- anak tidak terkontrol, jatuh dalam free sex, narkoba, dan hal-hal yang menjerumuskan mereka kedalam kebinasaan. Wanita, inilah tugas kita sebagai tiang doa, menjadi pendoa syafaat. Kita diajarkan untuk terus mengandalkan Tuhan, dan peduli terhadap orang-orang disekitar kita. Sebarkan Kasih yang peduli kepada orang lain.

4. Nabi-nabi Palsu Yang Menyesatkan Banyak Orang (Matius 24:11)
Akhir zaman ini kita harus ekstra hati-hati untuk menerima ajaran-ajaran. Jangan sampai kita tertipu dengan ajaran yang menyimpang dari Firman Tuhan. Mari banyak melekat dengan Tuhan dan firmanNya, sehingga kita tidak disesatkan, dan kita memiliki kepekaan untuk membedakan mana kehendak Tuhan, mana yang palsu atau mana yang tidak.

PENUTUP
Wanita, keadaan dunia di akhir zaman memang semakin tidak baik, oleh sebab itu kita harus memiliki double Knowledge, memiliki kepekaan secara rohani, sehingga pandai dan cakap menilai, bahkan melihat situasi. Miliki juga kecerdasan sehingga kita dapat membawa orang-orang disekitar kita untuk lebih mengenal dan mengalami Tuhan. Biarlah kasih Kristus terus mengusai kehidupan kita, sehingga kita tidak larut dalam dunia di akhir zaman ini. “Hai perempuan-perempuan yang hidup aman, bangunlah, dengarkanlah suaraku, hai anak-anak perempuan yang hidup tenteram, perhatikanlah perkataanku!” (Yesaya 32:9)