KEMENANGAN ATAS MUSUH

22 Jun, 2020

2 Tawarikh 20: 1-27

Di tengah keadaan yang mendatangkan ketakutan dan kepanikan yang melanda dunia, kita dipanggil Tuhan untuk berdiri tegak sebagai pemenang. Hari hari ini lebih dari 200 bangsa di dunia dilanda oleh wabah Covid-19. Pandemic ini mengakibatkan pukulan, bukan hanya pasien yang terjangkit wabah, mengakibatkan pasien yang tak tertangani rumah sakit di beberapa Negara besar, kematian yang mengenaskan baik pasien maupun tenaga medis, sehingga terjadi kesulitan untuk penguburan di beberapa Negara, namun lebih jauh, dampak social yang mengakibatkan kehilangan penghasilah akibat "Lock down" dan resesi ekonomi global yang melanda dunia. Lebih dari 7.63 juta pasien di dunia terjangkit, lebih dari 2 juta pasien di Amerika, dan di Indonesia sendiri lebih dari 33 ribu pasien terjangkit menurut data 12 Juni 2020. Kenyataan yang memprihtinkan ini ada di depan mata.


Tuhan berkata :"Jangan takut!"

Ketakutan itu lahirnya di Taman Eden akibat Manusia terpisah dari Allah karena dosa. Adam takut dan bersembunyi dari Allah ketika Allah mencariNya. Tuhan Yesus datang untuk memerdekakan kita dari takut. Dia mempersatukan kita kembali dengan Bapa di sorga oleh penebusanNya. Dia memberikan damai sejahteraNya bagi kita (Yohanes 14: 27).


Ketika kita memilih untuk tinggal di dalam Kristus dan memelihara hubungan yang benar denganNya, maka damai sejahteraNya otomatis mengalir di hati kita. Karena Roh Kudus yang tinggal di dalam hati kita adalah Roh Damai Sejahtera. Buah Roh adalah damai sejahtera. Ketakutan membuat kita tidak bisa hidup oleh iman. Ibarat matahari dan kegelapan tidak bisa berada di tempat yang sama, iman dan takut tidak bisa ada ditempat yang sama. Hati kita hanya bisa dihuni oleh salah satunya saja. Jika hidup oleh iman, maka hati dipenuhi damai sejahtera, tidak dikuasai takut. Ketika rasa takut datang maka harus memilih untuk hidup oleh iman. Harus menjadi pilihan dan keputusan yang tegas. Artinya memilih firmannya menguasai hati kita, dan sengaja menolak rasa takut. Yosafat adalah contoh orang yang menolak dikuasai takut, ketika ketakutan melanda dirinya. Dari takut dan tak berdaya Yosafat membalikkan keadaannya menjadi berkemenangan atas musuh. Keadaan ini teladan bagi kita hari ini untuk kita alami. Alktab menuliskan peristiwanya dalam 2 Tawarikh 20.

Akibat musuh yang besar gabungan 3 kerajaan yang serempak mengepungnya, Yosafat menjadi takut (2 Tawarikh 20: 3). Namun Yosafat lalu mencari Tuhan, dan focus kepada Tuhan berdiri di atas firman. Dalam keadaan tak berdaya, tidak tahu mau berbuat apa, terus tertuju kepada Tuhan (ayat 12).

Yosafat dan seluruh Yehuda bulat hati untuk mencari Tuhan dengan berdoa dan berpuasa sehati di hadapan Allah di Bait Alllah. ini membuatnya mengalami campur tangan secara supranatural. Musuh yang terlalu kuat dan menakutkan bagi Yosafat, ternyata dibuat hancur oleh tangan Tuhan. Dan itu terjadi didahului oleh nubuatan yang penuh kuasa Roh Kudus (ayat 14-15) . Karena itu dapatkanlah perkataan firmanNya , sehingga hati kita didiami firman yang hidup, dan kita bertindak atas firmanNya.
Buah dari umatNya bersungguh-sungguh mencari Tuhan, maka Tuhan yang turun tangan dan bertindak. Yahaziel bin Metanaya dihinggapi Roh Kudus dan melepaskan nubuatan yang berakibat menghancurkan seluruh musuh Yosafat yang sedang mengepungnya.
Keadaan yang tadinya menghimpit Yosafat, berbalik menjadi kemenangan yang gemilang dan menjarah musuh, karena Yosafat menerima nubuatan, dan menanggapinya dengan benar (ayat 17, 22).

Peristiwa ini teladan untuk kita belajar mengikuti pola dasar, menggantikan takut diganti suara firman yang membangkitkan keberanian dan kemenangan:
Dengan segenap hati dan focus mencari Tuhan.
Tinggal tenang di hadapan hadirat Tuhan
Hati terbuka untuk menerima firman dari Tuhan. Menerima suara Tuhan.
Menyembah dalam meresponi Tuhan.
Tindakan iman menerapkan firman, dan sorak pengagungan bagi Tuhan.
Ketika firman Tuhan itu berbicara di hati, dan kita bertindak atas firmanNya, kuasa Tuhan bekerja atas kita. KuasaNya yang menghancurkan kekuatan musuh.
Tuhan selalu ingin berbicara kepada kita sebagai umat milik kesayanganNya. Karena kita adalah anak Allah Bapa di sorga lahir dari Roh Kudus. Ke dalam manusia roh kita telah dikaruniai kemampuan untuk "mendengar suara Tuhan" .
Bangunlah gaya hidup yang selalu focus kepada Tuhan, dan tinggal tenang dalam hadiratNya, Sabat di dalam Dia, dapatkan suaraNya melalui firman, tekun hidup oleh Roh, sehingga roh kita mengalir bersamaNya. Tuhan yang membuat kita berkemenangan.
Amin.