KENAIKAN TUHAN YESUS KE SORGA

20 May, 2020

Shalom Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus,
Hari ini kita memperingati peristiwa Tuhan Yesus terangkat ke Sorga.
Setelah Tuhan Yesus bangkit, selama 40 hari Tuhan Yesus menampakkan diri kepada lebih dari 500 murid-murid-Nya (1 Korintus 15:6). Setelah itu dengan disaksikan murid-murid-Nya Tuhan Yesus naik ke sorga.
Saya percaya kalau kita ada di sana waktu itu, pasti kita akan seperti murid-murid Tuhan Yesus. Mereka heran... Tuhan Yesus menjadi semakin lebih tinggi dari biasanya. Mereka melihat ke bawah dan mendapati ternyata kaki Tuhan Yesus sudah tidak menyentuh tanah lagi. Perlahan tetapi pasti Tuhan Yesus terangkat ke sorga. Makin lama makin kecil kelihatannya, sampai kemudian ada awan yang menutupi-Nya dan Dia ‘hilang' dari pandangan mata.
Sementara mereka terheran-heran memandang ke langit, tiba-tiba ada 2 orang yang berpakaian putih di dekat mereka dan berkata kepada mereka,

"Hai orang-orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." Kisah Para Rasul 1:11

Dari ayat ini saya percaya kalau yang melihat Tuhan Yesus naik ke sorga adalah murid Tuhan Yesus maka yang akan melihat Tuhan Yesus turun dari sorga untuk mengangkat umat-Nya adalah juga murid Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus sekarang berada di sorga.
Di dalam Yohanes 14:1-3 tertulis bahwa Tuhan Yesus menyediakan tempat bagi kita.
Sesuai dengan Ibrani 7:25, Tuhan Yesus menjadi pendoa syafaat bagi kita supaya kita selamat secara sempurna.
Dan sesuai dengan Kisah Para Rasul 1:8, Tuhan Yesus mencurahkan Roh Kudus bagi kita.

Dalam Yohanes 14:1-3, Tuhan Yesus berkata bahwa Dia akan ke sorga untuk menyediakan tempat bagi kita. Setelah menyediakan tempat bagi kita, Tuhan Yesus akan datang kembali untuk membawa kita ke sorga dan kita akan bersama-sama dengan Tuhan Yesus selama-lamanya. Kita percaya bahwa kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali sudah sangat-sangat dekat.

BANGKIT DAN MENJADI PEMENANG
Dalam Lukas 21:25-28 Tuhan Yesus berkata bahwa salah satu tanda menjelang kedatangan Tuhan Yesus kembali adalah akan terjadi di mana orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan bencana-bencana yang menimpa bumi ini.
Mirip dengan apa yang nanti akan terjadi saat kedatangan-Nya kembali, bukankah kita saat ini melihat bahwa ciri-ciri serangan COVID-19 ini adalah membuat orang ketakutan, kuatir yang berlebihan dan panik? Ternyata banyak orang-orang yang ketakutannya kepada hal-hal lain lebih besar ketimbang kepada COVID-19 itu sendiri. Kalau keadaan ini berlarut-larut maka jumlah orang yang mati karena ketakutan dan kecemasan akan lebih banyak daripada yang mati karena COVID-19 itu sendiri.
Pesan Tuhan Yesus kepada kita adalah:

"Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."
Lukas 21:28

Kita harus bangkit, mengangkat muka kita, dan jadi pemenang; sebab penyelamatan kita sudah dekat, yang artinya kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali untuk mengangkat gereja-Nya sudah dekat.
Menjadi pemenang itu artinya:
Menang terhadap dosa,
Menang terhadap iblis,
Menang terhadap daya tarik dunia,
Menang terhadap kedagingan kita
Sebab hanya para pemenang yang masuk sorga.
Paulus dalam Roma 8:37 berkata,

"Tetapi dalam semuanya itu aku lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi aku."

TUNTUNAN TUHAN SELAMA PANDEMI COVID-19
Kita akan mengingat tuntunan Tuhan selama ini yang membuat kita menjadi pemenang melawan pandemi COVID-19 dengan segala dampaknya.
Kita puasa selama 40 hari, kemudian ditambah 51 hari lagi yaitu sampai dengan tanggal 30 Mei 2020.
Kita melakukan seperti yang tertulis dalam 2 Tawarikh 7:14 yaitu merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan serta berbalik dari jalan-jalan yang jahat.
Gereja harus membuat mezbah doa, pujian dan penyembahan dengan membayar harga yaitu Gereja harus bersatu.
Gereja tidak boleh saling menjelekkan
Gereja tidak boleh saling menyerang
Gereja tidak boleh saling menghakimi
Gereja tidak boleh saling menuduh.
Kita memperkatakan Mazmur 91 karena kita percaya
Kita menghardik badai COVID-19 dan badai krisis ekonomi dengan berkata: "Diam, tenanglah di dalam nama Tuhan Yesus!"
Kita berdoa agar nubuatan para nabi tentang COVID-19 digenapi.
Kita harus lebih banyak berdoa dan menyembah Tuhan.
Kita harus memberi, kita harus menabur.
Kita mengikuti protokol kesehatan pemerintah terkait COVID-19, yaitu physical distancing, di rumah saja, memakai masker, mencuci tangan dengan benar dan meningkatkan imunitas tubuh.
Dampak pandemi COVID-19 adalah kita mulai memasuki krisis ekonomi dunia termasuk Indonesia. Ini yang benar-benar harus kita doakan karena bisa mengarah kepada krisis sosial. Tuhan sudah memberikan cara supaya kita menang terhadap dampak krisis ekonomi ini yaitu dengan cara kita harus memberi, kita harus menabur. Saya ingatkan; bahwa hal memberi dan menabur itu bukan hanya untuk orang yang kelebihan uang, tetapi juga untuk orang yang kekurangan uang; supaya berkat Tuhan turun ke atas kita. Sebab Alkitab berkata,

"Berilah maka engkau akan diberi." - Lukas 6:38

KESAKSIAN
Waktu Tuhan menyuruh saya membangun gedung SICC yang relatif besar, keuangan yang ada jauh lebih kecil dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan.
Setiap kali akan membayar termin, selalu dengan pergumulan yang berat, sebab biasanya Tuhan ijinkan last minute baru ada uang untuk membayar. Jadi setiap kali kita empot-empotan. Kita hanya bergantung kepada Tuhan karena kita tidak tahu bagaimana caranya untuk mendapatkan uang itu.
Pada suatu hari di tengah-tengah keadaan yang seperti itu, Tuhan menyuruh saya untuk melakukan Kebaktian Kesembuhan Ilahi.
Tuhan memerintahkan kepada saya seperti ini:
"Kamu pergi ke kota-kota di mana Aku akan tunjuk. Kalau kamu tiba di kota itu, ajak gereja-gereja untuk membawa orang-orang miskin, orang-orang sakit, orang yang tidak punya uang untuk ke dokter - pada saat itu belum ada BPJS - dan orang yang tidak punya pengharapan; sebab Aku akan menyembuhkan mereka. Dan biayanya kamu yang harus mengusahakannya sendiri."
Saya tidak bisa mengerti akan tuntunan ini karena di tengah-tengah kita memerlukan uang untuk membangun SICC, sekarang kita harus mengusahakan uang untuk biaya Kebaktian Kesembuhan Ilahi yang jumlahnya relatif besar.
Saya bertanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk mendapatkan uang itu. Tuhan memberikan tuntunan-Nya sebagai berikut:
Pertama: Saya yang pertama-tama harus menabur.
Seperti Daud waktu mempersiapkan pembangunan bait Allah, pertama-tama Daud sendiri secara pribadi yang menabur.
Jadi pada waktu itu saya merekam lagu-lagu saya dengan biaya saya sendiri dan semua hasil penjualan CD nya saya serahkan untuk pembangunan SICC.
Kedua: Tuhan menyuruh saya mengumumkan kepada jemaat agar mereka menabur.
Tuhan berkata, "Siapa yang menabur untuk SICC, Aku akan memberkati; bukan hanya secara materi saja, tetapi juga kesembuhan, pemulihan, mujizat dan lain-lain."
Ternyata ketika jemaat mulai menabur, mereka mengalami janji Tuhan. Mereka juga mulai bersaksi dan makin banyak jemaat yang menabur.
Jadi, SICC ini dibangun tidak melalui penggalangan dana, tidak melalui pinjaman bank, dan sampai proyek pembangunan tersebut selesai, kita tidak pernah berhutang. Haleluya....!!!
I
Dan hari-hari ini saya mengajak Saudara-saudara semua untuk kita menabur bagi mereka yang terdampak pandemi COVID-19 itu. Seperti yang tertulis di dalam Amsal 14:21b,

"... tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita."

PENTAKOSTA
Ketika Tuhan Yesus akan naik ke sorga, Dia memberikan pesan yang terakhir kepada murid-murid-Nya. Ada berapa banyak murid Tuhan Yesus di tempat ini? Pesan terakhir Tuhan Yesus kepada kita semua adalah:

"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Kisah Para Rasul 1:8

Untuk melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus, maka kita harus menerima kuasa Roh Kudus.
Pentakosta Pertama
Sepuluh hari setelah Tuhan Yesus naik ke sorga, pada hari raya Pentakosta Roh Kudus dicurahkan. Murid-murid Tuhan Yesus dipenuhi Roh Kudus dengan tanda awal berbahasa roh, dan kemudian mereka melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus.
Ini yang Tuhan sebutkan sebagai Pentakosta Pertama. Pentakosta Pertama ini dahsyat. Mengapa? Sebab dalam kurun waktu 100 tahun, 70% dari dunia yang dikenal waktu itu menjadi Kristen. Jadi Pentakosta Pertama itu dahsyat. Pertanyaannya; "Apakah Amanat Agung Tuhan Yesus sudah selesai?" Belum!
Pentakosta Kedua
Pada tahun 1906, Tuhan mencurahkan Roh Kudus di Azusa Street. Seorang hamba Tuhan yang bernama William Seymour dipakai Tuhan dalam revival tersebut. Ini yang Tuhan sebutkan sebagai Pentakosta Kedua. Pentakosta Kedua ini dahsyat. Mengapa? Sebab menurut Gordon Conwell Theological Seminary, 77,9% dari kekristenan yang ada saat ini dimulai dari awal tahun 1900. Berarti dimulai dari peristiwa di Azusa Street ini. Jadi Pentakosta Kedua ini dahsyat. Pertanyaannya: "Apakah Amanat Agung Tuhan Yesus sudah selesai?" Belum!
Nubuatan William Seymour
Tahun 1909, William Seymour bernubuat bahwa kira-kira 100 tahun ke depan; berarti pada hari-hari ini, Roh Kudus akan dicurahkan lebih dahsyat dibanding peristiwa di Azusa Street. Dikatakan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti sampai Tuhan Yesus datang kembali. Jadi ini adalah pencurahan Roh Kudus yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang kembali.
Pentakosta Ketiga
Tahun 2013, Tuhan memberikan nama peristiwa pencurahan Roh Kudus ini sebagai Pentakosta Ketiga. Dengan adanya Pentakosta Ketiga ini, Amanat Agung Tuhan Yesus akan selesai dan Tuhan Yesus akan datang kembali.

NUBUATAN DALAM ACARA TRUMPET CALL
Dalam acara Trumpet Call tanggal 15 April 2020, Cindy Jacobs dan Chuck Pierce bernubuat untuk Indonesia.
Cindy Jacobs menubuatkan bahwa setelah COVID-19 selesai Tuhan Yesus akan mencurahkan Roh Kudus secara besar-besaran atas Indonesia yaitu Pentakosta Ketiga. Kalau Pentakosta Pertama terjadi di kamar loteng Yerusalem; Pentakosta Kedua terjadi di Los Angeles, Azusa Street maka Pentakosta Ketiga terjadi di Indonesia.
Akan terjadi lawatan Tuhan yang terbesar di Indonesia. Tuhan Yesus berkata: "Siapkan dirimu untuk pencurahan Roh Kudus besar-besaran!" Roh Kudus melanda dengan dahsyat mulai dari Timur ke Barat. Bersiaplah untuk memasuki era Pentakosta Ketiga.
Chuck Pierce bernubuat bahwa Tuhan sedang membawa pasukan Tuhan di Indonesia memasuki musim yang baru yaitu menyiapkan lumbung-lumbung untuk menampung tuaian jiwa-jiwa. Tuhan sedang menyiapkan penuaian global. Penuaian terbesar akan terjadi di seluruh Indoneisa.

Tuhan memberitahu kepada saya agar memeriksa barisan COOL. Pemuridan akan terjadi di COOL-COOL. Saya minta agar Saudara-saudara bergabung dalam COOL-COOL.
Saya berdoa agar Roh Kudus dicurahkan memenuhi kita semua dan untuk memberikan kepada kita kuasa dalam melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus.
Mari, saya ajak Saudara untuk menyanyikan lagu ini bersama-sama.
Nyanyi: Curahkanlah kuasa-Mu Tuhan
Mujizat terjadi di tempat ini
Curahkanlah kuasa-Mu Tuhan
Mujizat terjadi sekarang ini