KETIKA KITA MERASA GAGAL, LELAH, BERDOSA DAN BERULANG KALI KEHILANGAN KASIH MULA-MULA

30 Aug, 2021

Bahan Bacaan
Markus 1:35
Penjelasan Materi
Youths, seandainya kita gagal dalam ujian disekolah atau kampus, nilai kita turun, pastinya kita akan memperbaikinya diujian berikutnya dengan cara belajar lebih giat, latihan soal-soal yang sulit, atau mengikuti les. Atau mungkin kita pernah salah dalam berkata, bersikap dalam pertemanan, keluarga atau saat kita dengan pasangan sehingga membuat hubungan itu menjadi rusak, pasti kita memiliki naluri untuk memperbaikinya. Begitu pula dalam hidup Kekristenan kita, mungkin kita mengalami titik terendah dimana kita jatuh berkali-kali dalam dosa, merasa tidak on fire lagi, sulit berdoa dan menyembah, lelah dengan hidup ini atau perasaan serupa lainnya, maka kita tidak bisa hanya diam dan nyaman dengan kondisi itu. Betul. Memang wajar jika dalam proses kehidupan ini, kita mengalami bimbang, ragu, lelah fisik dan rohani atau emosi negative lainnya, tapi Tuhan rindu untuk kita bisa keluar dari hidup dalam kondisi itu.
Kita semua sejatinya adalah orang berdosa, banyak pula tokoh di Alkitab yang juga merupakan orang berdosa. Tetapi kabar baiknya, keselamatan itu datang pada kita, pada saat Yesus Kristus mencurahkan darahNya di kayu salib. Dalam Kasih Nya, kita bukan saja diselamatkan, tetapi diubahkan oleh Kasih itu untuk menjadi serupa denganNya. Kasih mula-mula dari Dialah yang membuat kita dipilih, diselamatkan, bahkan membantu kita untuk menjaga hidup kita dalam kekudusan. Tugas kita mengandalkan Roh Kudus, supaya hidup kita bersesuaian dengan kasih yang telah kita terima. Youths, kita tidak akan mampu keluar dari dosa, kegagalan dan kelemahan kit ajika kita sendiri tidak mau. Kita harus memiliki kerinduan sungguh untuk diubahkan dan berubah, dan kita andalkan kuasaNya yang mampu mengubahkan kita. Tuhan
sedirilah yang akan menuntun kita menemukan kembalikKasih mula-mula yang telah hilang itu.
Youths, peliharalah kasih mula-mula itu dalam hidup kita, jika tidak demikian maka kasih kita kepada Tuhan pun akan menjadi hambar dan dingin. Jadi, kasih kita itu harus selalu "dipupuk" setiap saat melalui pergaulan kita dengan Tuhan. Ingat Youths, Firman mengatakan, "Kasihilah Allah dengan segenap hatimu", ya inti hubungan itu adalah mengasihiNya. Ciri khas hubungan kasih itu adalah selalu ingin berdekatan satu sama lain dan membina komunikasi yang indah. Demikianlah kasih kepadaNya. Kenallah pribadiNya lebih lagi melalui firman, pemberian, pengajaran, maupun penghajaran yang kita alami, maka kita akan merasakan hadirat dan kasihNya yang memulihkan . Dalam Markus 1:35, Yesus memberikan teladan yang luar biasa. "Pagi-pagi benar, masih gelap, Yesus sudah bangun dan berdoa." Youths, meskipun Yesus adalah Anak Allah, Ia tetap memberikan teladan untuk berkomunikasi dengan Bapa, maka jangan lewatkan waktu yang berkualitas untuk bersaat teduh dan berkomunikasi denganNya dalam doa.
Bahan Diskusi: Apakah kita pernah alami kehilangan kasih mula-mula? Apa yang kemudian kita lakukan?

GBI Jalan Jend Gatot Subroto