KITA DIPILIH & DIPANGGIL UNTUK TERIMA KASIH YANG SEMULA

09 Aug, 2021

Bahan Bacaan:
Matius 4:18-22; 10:1-4, Markus 3:16-19, Lukas 6:13-16, & KIS 1:13
Penjelasan Materi
Youths, setelah Minggu 1 kita memahami apa itu definisi kasih mula-mula, maka di Minggu 2 ini kita akan bahas lebih mendalam kasih mula-mula yang lebih dulu Yesus berikan kepada para murid. Kita semua pasti tahu kisah Yesus memilih dan memanggil ke-12 muridnya di ketiga Injil Sinoptik dalam pasal dan ayat di bahan bacaan kita hari ini. Youths, dalam Alkitab kita tahu bahwa Yesus memanggil orang-orang biasa yang hidupnya sederhana yakni sebagai penjala ikan atau nelayan dan kemudian menjadikan mereka orang-orang luar biasa sebagai para Rasul. Yesus memanggil murid dengan cara yang hampir sama ketika mereka sedang bekerja dari penjala ikan menjadi "penjala manusia". Kita semua bisa membacanya dalam Alkitab, bagaimana respon mereka, ya, merekapun segera memberi respons bersedia dengan meninggalkan pekerjaan dan segala hal yang dimilikinya untuk mengikut Yesus. Sekalipun mereka belum kenal baik dan bertemu sebelumnya dengan Yesus, tapi point penting disini adalah mereka mau menaggapi panggilanNya.
Mungkin kita bertanya, mengapa Yesus perlu ‘merekrut' murid-murid ini?
Padahal Ia mampu mengadakan berbagai tada heran dan mujizat dengan kuasa BapaNya,
tetapi mengapa Dia tetap memilih beberapa orang untuk menjadi rekan kerja-Nya dan masih meminta bantuan manusia?
Youths, Yesus memanggil murid-murid bukan untuk menjadi murid selamanya, tetapi mereka akan menjadi rasul, seseorang yang diutus dengan misi. Yesus mengundang para muridNya untuk menjalani masa pembentukan, pelatihan, proses, dengan pengalaman rasa sakit, kehilangan dan kegagalan. Puncak dari pengalaman ini adalah penderitaan dan kematian Yesus di kayu Salib sampai dengan kebangkitanNya. Dalam kebangkitan-Nya, Dia menyembuhkan dan membuat kembali utuh hati murid-muridNya. Mengapa para murid mampu melewati setiap proses itu? Karena sejak awal Yesus memilih dan memanggil mereka, Yesus telah memberikan kasih mula-mula dalam hati mereka. Itulah yang membuat mereka setia sampai akhir mengikut Yesus dan setelah kematian Yesus, mereka semakin berkobar-kobar memberitakan tentang Injil, berita keselamatan dan kedatanganNya kali kedua sampai ke seluruh dunia.
Youths, sama halnya yang Yesus lakukan pada para murid, Ia juga memanggil kita dan ingin menjadikan kita muridNya melalui proses yang tidak mudah dan mengubah kita menjadi serupa denganNya. Apapun saat ini kondisi, pekerjaan, status sosial, jabatan kita, Ia memanggil kita untuk menjadi "murid dan rasulNya" di masa kini. Pertanyannya maukah kita meneladani para murid yang merespon panggilanNya dan menjadi rekan sekerjaNya? Maukah kita percaya pada kuasaNya yang akan menolong kita melewati proses, kesulitan , penderitaan saat mengikutNya karena Ia juga akan memberikan kita kasih yang semula yang memampukan kita setia sampai akhirnya? Sama seperti para murid, kita juga adalah muridNya yang dipilih untuk dikasihi dan dipersiapkan diperlengkapi dalam mempersiapkan kedatangan-Nya kedua kali.
Bahan Diskusi : Apa respon kita ketika kita diposisi para murid saat itu jika diminta Yesus mengikutNya? Dan apa respon kita jika saat ini Tuhan juga memanggi; kita untuk menjadi rekan sekerjaNya?

GBI Jalan Jend Gatot Subroto