KUASA PERKATAAN YANG MENGUBAHKAN

03 Nov, 2019

Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu. (Bilangan 14:28)

Ungkapan "Mulutmu Harimaumu" adalah ungkapan yang sangat terkenal, karena hanya terdiri dari dua kata, namun memiliki arti yang mendalam. Ungkapan tersebut mengingatkan kita bahwa kita perlu berhati-hati dengan perkataan yang kita ucapkan dari mulut kita, supaya efek dari apa yang kita ucapkan dak berbalik menerkam kita seper seekor harimau menerkam mangsanya. Alkitab menjelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai bagian dari gambar dan rupa Allah yang menciptakan segala yang ada melalui PERKATAAN atau firman-Nya. Karena itulah, PERKATAAN kita memiliki kuasa yang nyata. 

Dr. Masaru Emoto, seorang ilmuwan dari Jepang, selama bertahun-tahun melakukan suatu riset atau eksperimen terhadap air. Hasil peneli an ini kemudian ia publikasikan dalam bukunya yang berjudul "The Hidden Messages in Water". Dalam buku tersebut, ia menjelaskan bahwa ternyata air dapat menyerap, menyimpan dan bereaksi terhadap emosi manusia yang dipaparkan terhadapnya. Air yang kepadanya diucapkan PERKATAAN yang positif, kata-kata pujian atau suara musik yang indah, maka kristal-kristal molekul airnya ke ka dilihat dengan mikroskop elektron akan menunjukkan suatu konfigurasi yang indah dan menakjubkan. Sebaliknya, air yang kepadanya diekspos PERKAATAAN yang negatif, kata-kata yang berisi ekspresi ujaran kebencian atau suara musik yang gaduh dan hingar-bingar, maka kristal-kristal molekulnya akan bereaksi dengan menampilkan kon gurasi yang berantakan, buruk, bahkan menakutkan. 

Sebagaimana kita mengetahui, hampir 70% dari tubuh manusia terdiri dari unsur air. Karena itu waspadalah, karena PERKATAAN yang diucapkan terhadap diri kita maupun terhadap orang lain tanpa sadar akan diserap, tersimpan, dan dalam jangka panjang dapat mempengaruhi atau berdampak terhadap kehidupannya. Bahkan di Hari Penghakiman nanti , kita harus mempertanggungjawabkan setiap PERKATAAN kita : 

"....Setiap kata-kata yang sia-sia, yang diucapkan orang, harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum" ( Matius 12 : 36 - 37 ). 

Bila seseorang mau menginginkan hari-hari yang baik dalam kehidupannya, haruslah memperhatikan dengan baik PERKATAAN yang diucapkannya : 

"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu" ( 1 Petrus 3 : 10 ). 

"Hidup dan mati dikuasai lidah; Barangsiapa menggemakannya akan memakan buahnya" ( Amsal 18 : 21 ). 

Bagaimana dengan Anda? Bila Anda mau melihat hari-hari baik meliputi kehidupan Anda, inilah PERKATAAN yang seharusnya keluar dari mulut Anda : 

Menyadari pengaruh PERKATAAN terhadap kehidupan kita, maka pastikanlah PERKATAAN yang kita ucapkan adalah PERKATAAN yang positif, yang konstruktif atau membangun, dan bukan PERKATAAN yang negatif, yang destruktif atau menghancurkan. 

Alkitab berkata : 

"Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah PERKATAAN yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia" ( Efesus 4 : 29 ). 

Dalam sebuah terjemahan, yang dimaksud dengan 'perkataan kotor' adalah 'bad language' atau bahasa yang buruk, kosa kata yang tidak baik. Itu sebabnya, kita perlu mendisiplin mulut kita untuk terlatih mengucapkan kata-kata yang selektif, jangan tergesa-gesa berbicara. Berhati-hati lah sebelum mengucapkan sesuatu. Pertama, sebelum Anda mengucapkan sesuatu, pikirkanlah bahwa benarkah yang saya katakan ini? Banyak PERKATAAN yang enak didengar, namun belum tentu itu berasal dari informasi yang benar. Kedua, pantaskah apa yang saya katakan ini? Banyak PERKATAAN yang mendesak untuk diutarakan namun belum tentu pantas untuk diucapkan. Ketiga, pentingkah apa yang saya katakan ini? Terkadang ada PERKATAAN yang sebenarnya tidak penting untuk dikatakan. Dan yang keempat, bergunakah apa yang hendak saya katakan ini? 

Banyak perkataan yang sekalipun terasa penting namun tidak berguna untuk dikatakan. 

Orang-orang besar, dikenal dan dikenang dengan kata-katanya yang besar. Sekalipun mereka telah ada, kata-katanya yang membangun tetap mampu membangkitkan motivasi dan menjadi sumber inspirasi yang abadi. PERKATAAN mereka sering dikutip sebagai quote dari generasi ke generasi. 

Nelson Mandela, tokoh penentang rezim apartheid di Afrika Selatan yang dipenjara selama hampir tiga dekade, sangat paham tentang kuasa PERKATAAN. Kita tak jarang mengutip perkataannya saat ini, tetapi selama di dalam penjara, ia tidak banyak bicara karena menyadari akibat yang dapat ditimbulkannya. Satu dekade setelah pembebasannya, ia berkata : "Pengalaman selama 27 tahun mendekam di penjara telah mengajarkan saya untuk menggunakan kesunyian dan kesendirian itu guna memahami betapa berharganya PERKATAAN, dan betapa kuat dampak PERKATAAN terhadap hidup-mati seseorang". 

Mulailah membangun kebiasaan untuk memperkatakan PERKATAAN yang positif, kritik yang membangun, teguran yang penuh kasih dan nasehat yang membangkitkan semangat. Caranya, dengan menyendengkan telinga hati kita untuk belajar seperti seorang murid tentang cara-Nya berbicara : 

"Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan PERKATAAN aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid" ( Yesaya 50 : 4 ). 

Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa : 

"Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hati nya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hati nya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hati nya" ( Lukas 6 : 45 ). 

"Jagalah hati mu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan" ( Amsal 4 : 23 ). 

Gemakanlah PERKATAAN yang membangun setiap hari, agar kehidupan Anda dan orang-orang di sekitar Anda beroleh kasih karunia. 

Bila PERKATAAN mulut kita penuhi dengan pujian, maka dak ada lagi tempat untuk keluhan dan cacian. Alkitab berkata :  

"Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari" ( Mazmur 71 : 8 ) 

Manusia diciptakan Tuhan memiliki hanya satu mulut. Dari mulut yang satu-satunya itu, Tuhan menghendaki keluar PERKATAAN yang penuh pujian, bukan PERKATAAN yang penuh persungutan atau cacian. 

"Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita ; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini saudara-saudaraku, dak boleh demikian terjadi. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama ? Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pohon anggur dapat menghasilkan buah ara ? Demikian juga mata air asin dak dapat mengeluarkan air tawar". ( Yakobus 3 : 9 - 12 ). 

Anda bisa bayangkan apa yang terjadi bila content galon air minum di rumah atau di kantor Anda berisi dua macam jenis cairan : air mineral dan racun. Apa yang akan terjadi ? Kehidupan atau kematian? 

Pujian kepada Tuhan membuat kita dibanjiri rasa syukur dan dengan demikian maka PERKATAAN yang keluar dari mulut kita pasti lah kata-kata yang memuliakan Tuhan, yang mengalirkan damai sejahtera, yang memberkati , dan yang membawa kehidupan bagi kita dan bagi orang-orang di sekitar kita. 

Bila Anda mengiginkan kehidupan Anda menjadi kesaksian bagi banyak orang sehingga mereka pun menjadi percaya kepada Tuhan, mintalah Roh Kudus-Nya memberikan Anda kemampuan untuk memuji-muji Tuhan, seperti kata Pemazmur : 

"Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan" ( Mazmur 40 : 4 ). 

PERKATAAN pujian juga dibutuhkan oleh sesama, termasuk Anda. Sebab, pada dasarnya setiap orang memerlukan pujian berupa afirmasi, peneguhan, apresiasi atau penghargaan, yang membuat seseorang merasa diterima dan dihargai sehingga termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Taburlah PERKATAAN pujian dengan generous, dan Anda pun akan menuainya.

"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka......" ( Matius 7 : 12 ).  

Arti kata 'menggemakan' adalah : mengumandangkan, menggaungkan, memperkatakan dengan kuat, menjadikannya bergema. Pengertian lainnya adalah : memperkatakan dengan penuh OTORITAS. Bila Anda ingin PERKATAAN Anda berdampak, Anda harus memperkatakannya secara dinamis, penuh OTORITAS, bukan dengan lirih, merengek-rengek, apalagi memelas. 

Perhatikanlah apa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada murid-murid-Nya : 

"Yesus menjawab mereka : AKU berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa saja yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini : Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut hal itu akan terjadi !" ( Matius 21 : 21 ). 

Perhatikan, tidak dikatakan kepada gunung itu : Himbaulah , mohonlah, mintalah dengan sangat bila berkenan, atau "sudilah kiranya bergeser sedikit, please". Tetapi dikatakan dengan penuh OTORITAS kepada gunung itu : Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut ! 

Bukankah Alkitab berkata : 

"Jika ada orang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah". ( 1 Petrus 4 : 11 a ) 

Firman Allah selalu diperkatakan dengan penuh OTORITAS. Ketika Ia menciptakan terang, Ia berfirman, berkata dengan penuh OTORITAS : "Jadilah terang! Lalu terang itu jadi" ( Kejadian 1 : 3 ). Ketika Ia menghardik badai, Ia berkata dengan penuh OTORITAS : "Diam ! Tenanglah ! "Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. ( Markus 4 : 39 ). Setelah Daniel berdoa dengan penuh OTORITAS selama dua puluh satu hari, seorang malaikat datang kepadanya dan berkata, "Aku datang oleh karena PERKATAAN mu itu" ( Daniel 10 : 12 ). 

Alkitab menjelaskan bahwa "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu" ( Roma 10 : 8 ). Sebab itu, supaya PERKATAAN kita penuh OTORITAS dan berkuasa mengubahkan keadaan, maka mulut dan hati kita harus kita penuhi dengan firman Tuhan. 

Alkitab memiliki terminologi yang spesifik untuk "memperkatakan firman dengan penuh OTORITAS", yakni "bernubuat". Yehezkiel bernubuat terhadap tulang-tulang kering di lembah itu, supaya tulang-tulang kering itu bangkit dan "nafas hidup" itu berhembus kepada mereka. Lalu tulang-tulang yang sudah amat kering itu pun hidup kembali dan berubah menjadi suatu tentara yang sangat besar ( Yehezkiel 37 : 1 - 10 ). 

Bila kehidupan Anda terasa sedang kering, bisnis atau ekonomi dan keadaan Anda sedang kering, mulailah "bernubuat", perkatakan dengan penuh OTORITAS supaya "nafas hidup" yakni Roh Kudus berhembus, membangkitkan, menghidupkan, dan mengubahkan. 

Your WORDS change Your WORLD ! 

"Bila PERKATAAN positif dan negatif sama-sama berdampak besar bukankah lebih baik memilih PERKATAAN yang positif?"