MAKNA NATAL

29 Dec, 2019

Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." - Lukas 2:10-12

Hari Natal telah tiba, kita merayakan hari kelahiran dari Tuhan dan juruselamat kita. Jika dilihat secara kontekstual dan historikal Alkitab, maka hampir bisa dipastikan bahwa Tuhan Yesus lahir tidak pada bulan Desember / musim dingin, melainkan pada Hari Raya Pondok Daun / Sukkot. Mengapa begitu? Berikut ini beberapa alasannya:

1.     Lukas 2:8-11; Kelompok pertama yang menerima kabar gembira tersebut adalah para gembala yang sedang menjaga kawanan dombanya di padang pada malam hari. Malam hari di padang yang terbuka di Israel akan menjadi malam yang sangat dingin bila itu terjadi di musim dingin (Desember - Januari), sehingga tidak lah memungkinkan para gembala untuk menjaga kawanan dombanya di padang pada malam hari di musim dingin.

2.     Pernyataan dari malaikat : "Kesukaan besar (great joy) untuk seluruh bangsa" sangat erat sekali hubungannya dengan hari raya Pondok Daun (Sukkot). Hari Raya Sukkot dikenal sebagai perayaan yang penuh sukacita. Bangsa Israel diperintahkan oleh TUHAN untuk bersukacita di dalam pondok-pondok mereka selama 7 hari lamanya (Imamat 23:39-43). Perkataan "untuk  seluruh bangsa" juga sangat berkaitan dengan hari Raya Pondok Daun (Sukkot), karena hari Raya ini juga dikenal sebagai hari Raya bangsa-bangsa (pelajari Zakaria 14:16-17).

3.     Hari Raya Pondok Daun adalah hari Raya ke 7 yang menggambarkan Sabat, Damai (gambaran 1000 tahun damai - tidak ada lagi deru perang). Jadi rasanya tepat sekali kalau memang sang Raja Damai lahir di hari Raya ini.

"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."

Pertanyaannya, mengapa Tuhan Yesus harus lahir pada  hari perayaan yang BAPA tetapkan tersebut?

Mazmur 40:7 Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;

Matius 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Tuhan Yesus harus menggenapinya, karena memang seluruh hukum Taurat itu menceritakan tentang Dia. Tuhan Yesus tidak meninggal di sembarangan hari. Ia meninggal tepat di hari Raya Pesach (Paskah). Ia bangkit sebagai yang sulung tepat di hari Raya Buah Sulung (Bikkurim / 3 hari setelah Paskah). Roh Kudus dicurahkan di dalam Kisah Para Rasul untuk pertama kalinya tidak di sembarangan waktu, tapi tepat On the day of Pentecost (pada hari Pentakosta), di mana orang-orang Yahudi dari seluruh bangsa sedang berkumpul untuk merayakan hari yang ke 50 - yaitu hari diturunkannya 10 perintah Allah yang dituliskan di atas 2 loh batu (pada hari Pentakosta - Kisah Para Rasul 2; Bapa menepati janjinya dalam Yeremia 31 bahwa Ia akan memberikan Perjanjian Baru yang tidak lagi dituliskan Nya pada loh batu tapi di dalam loh hati kita).

Dalam Alkitab dengan jelas dikatakan bahwa BAPA menetapkan hari -hari Raya tersebut sebagai "the Appointed time"  (Waktu yang ditetapkan - Imamat 23:1-2)

4.     Dalam Lukas 2:7 dikatakan Maria dan Yusuf tidak mendapatkan tempat penginapan untuk mereka bermalam, sehingga Maria harus melahirkan anaknya yang sulung di kandang domba, karena seluruh tempat penginapan penuh. Mengapa?

Sangat bisa dipastikan karena hari-hari tersebut adalah hari perayaan besar. Bangsa Israel diharuskan oleh TUHAN untuk melakukan ziarah - menghadap TUHAN di Yerusalem tiga kali setahun, yaitu pada hari Raya Paskah, Pentakosta (Shavuot) dan Pondok Daun (Sukkot). Dan kota Bethlehem hanyalah berjarak kurang lebih 5 kilometer dari Yerusalem. Jadi hampir bisa dipastikan Bethlehem pun dipadati oleh para peziarah-peziarah.

Jadi apa makna / maksud dari pembahasan di atas?

1.     Kita semakin kagum akan kedahsyatan TUHAN, melihat betapa Ia luar biasa dan dahsyat dalam karya Nya yang sempurna; sehingga kita semakin sujud menyembah Nya.. membuang semua mahkota kita,  dan mengeluarkan EMAS, KEMENYAN dan MUR dari perbendaharaan hidup kita.

2.     Kata "palungan" atau pondok untuk hewan itu sendiri di dalam bahasa Ibrani nya = sukkah /Sukkot.

Kejadian 33:16-17 Jadi pulanglah Esau pada hari itu berjalan ke Seir. Tetapi Yakub berangkat ke Sukot, lalu mendirikan rumah, dan untuk ternaknya dibuatnya gubuk-gubuk. Itulah sebabnya tempat itu dinamai Sukot.

Tuhan Yesus tidak memilih lahir di tempat mewah, Ia telah memilih untuk lahir di kandang domba (sukkot). Ia telah lahir di hidup kita. Apa pun keadaan hidup kita saat ini, jangan menyerah! Ada pengharapan di dalam Tuhan. KelahiranNya membawa kehidupan, damaisejahtera dan sukacita bagi kita.

TUHAN YESUS MENGASIHI ANDA DAN MEMBERKATI ANDA.