MANUSIA BARU SEBAGAI ANUGRAH DARI TUHAN BUKAN HASIL USAHA SENDIRI

22 Feb, 2021

Bahan Bacaan
2 Korintus 5:1, "...siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."

Penjelasan Materi
Youths, seperti yang udah kita pelajari pada Minggu sebelumnya, bahwa untuk menjadi manusia baru, kita tidak bisa mengandalkan kekuatan kita sendiri, betul kita harus punya tekad kuat dalam diri, tapi semua berdasar dan bersumber dari anugerahNya.
Tuhanlah yang menciptakan kita sebagai manusia baru, dan itu berarti semua perspektif, pikiran, perasaan, dan perilaku yang kita harus kenakan itu sudah Tuhan ciptakan. Kemampuan kita untuk hidup sebagai manusia baru bukan berdasar pada talenta, pengalaman, atau usaha kita, tetapi pada Kristus Yesus yang telah menghidupi hidup sempurna dalam ketaatan kepada Bapa di Sorga, dan yang telah mengalami kematian yang seharusnya kita alami demi kita. Untuk itu Youths, kita harus terus "mengalami Tuhan", mengalami kasih dan hadiratNya yang mampu mengubahkan. Tanpa hubungan pribadi yang intim, tanpa doa, tanpa perenungan mendalam terhadap FirmanNya, kita akan kesulitan mencapainya.

Konsep manusia baru sangat ditentukan oleh posisi kita di dalam Kristus. Jika kita berada di dalam posisi bersama dengan Kristus maka secara otomatis, kelahiran baru pada diri kita sangat jelas dan memiliki perubahan yang signifikan. Firman Tuhan dalam Kolose 2:6-7 mengatakan, "Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu.". Oleh karena Kecenderungan untuk kembali dalam kehidupan yang lama bukan sesuatu yang mustahil, bahkan sangat mungkin terjadi dalam kehidupan seorang Kristen, maka Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Kolose mengingatkan untuk kita dapat hidup tetap dan berakar di dalamNya
Youths, sebagai orang-orang pilihan Tuhaan yang telah dikuduskan dan dikasihi olehNya, perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru adalah sangat mungkin terwujud. Kematian Kristus memang telah membuat kita memperoleh pengampunan dosa. Akan tetapi, godaan untuk melakukan dosa masih ada, sehingga kita harus selalu berusaha mematikan keinginan melakukan dosa dan membuang dosa yang telah kita sadari. Setiap harinya, secepat mungkin ketika kita sadari telah jatuh di dalamnya.


Bahan diskusi:
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda telah menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru di dalam Kristus?

GBI Jalan Jend Gatot Subroto