Manusia Zaman Now: 7 Perbedaan Sukses kata Dunia Vs. Sukses kata Tuhan

12 Mar, 2019

". . . . And whatever he did, the Lord made it succeed." (Genesis 39:21-23)

We all want to be successful in life, don't we?
Manusia zaman now ingin hidup sukses, dalam karir, cinta, keluarga, studi dan sebagainya. Ukuran kesuksesan dunia jelas berbeda dengan apa yang Firman TUHAN katakan. Tidak semua hal-hal dunia selaras dengan kata Yesus. Success can be perilous! Yuk, intip 5 kesuksesan kata dunia Vs. kata Tuhan:

1. Raih Mimpimu Vs. Raih MimpiNya (Yeremia 29:11-14)
Do you know and enjoy success In Jesus? Dunia mengajarkan bahwa kita harus meraih apa yang menjadi mimpi kita, padahal mimpi itu belum tentu sesuai dengan mimpiNya. Bukankah yang terutama dalam hidup ini adalah meninggikan namaNya. Kalau Tuhan ngak dimuliakan dengan apa yang kita impikan, buat apa. God always writes a better story for us than we would write for ourself. Misalnya kita bermimpi menjadi Pendeta tapi nyatanya Tuhan mau kita jadi CEO di marketplace atau sebaliknya. His dreams, not ours. Make Him your greater treasure and ambition! Love God!

2. Jadilah Populer Vs. Jadilah Setia (2 Timotius 4:7-8)
"Can we find joy when God uses us, even if it looks like our influence and popularity is diminishing?" Kejar popularitas atau kejar Yesus. It's not about our name being made great, but about Him being brought glory. Nama Tuhan tida akan dimuliakan jika kita populer namun ketika kita setia dalam iman. Betapa banyak anak TUHAN yang jadi trending topic karena hidup dalam pergaulan bebas, hamil di luar nikah, cerai, narkoba, melawan orangtua sampai meninggalkan iman percaya. Do what makes you holy cause God is after your faithfulness, not your success. God did not call me to be successful; he called me to be faithful (Hebrews 11:6).

3. Menjadi Kaya Vs. Menikmati kasih AnugerahNya (Filipi 4:13-14, Pengkotbah 6:2)
Menjadi kaya tak salah. Namun kekayaan bukanlah ukuran kesuksesan. Mereka yang betul-betul sukses dapat menikmati kasih anugerahNya dalam setiap keadaan (Filipi 4:13-14).

4. Diterima Manusia Vs. Ditolak Tuhan (Yesaya 53:2-3)
"had... no beauty that we should desire him. He was despised and rejected by men." (Isaiah 53:2-3 ESV). Tuhan Yesus juga mengalami penolakan manusia (Lukas 4:16-30). Tuhan menerima kita apa adanya, mengapa harus bersedih ketika tidak diterima manusia. Orang sukses secara dunia kerap diukur dari penerimaan sesama dan relasi kelas sosial. He never promised us a glamorous, glorified lifestyle if we chose to follow Him. Luke 21:17 ESV, says "You will be hated by all for my name's sake. Jangan mau melanggar Firman Tuhan agar diterima kelompok pertemanan. We must submit to God, not people! Be faithful (Revelation 2:10 NIV).

5. Hidup Bagi Saya Vs. Hidup Bagi Sesama (Matius 22:39)
Dunia mengukur perfoma, Tuhan mengukur dengan cinta. Kita harus mencapai tujuan Tuhan, we are designed to glorify the Lord and love people. Pastikan yang terjadi adalah tujuanNya, bukan ambisi pribadi kita. His goals, not ours. Seperti tubuh Yesus yang terpecah bagi kita demikian hidup kita menjadi manfaat bagi sesama.

6. Sukses Sekarang Juga Vs. Sukses Sesuai waktuNya (Pengkotbah 3:11)
Fast track. Dunia selalu mengajarkan bergerak cepat untuk meraih cita-cita. Sadari bahwa waktu Tuhan bukan waktu kita. Hargai proses dan jangan protes ketika diproses. Belajar setia pada perkara kecil (Lukas 16:10), maka TUHAN pasti percayakan hal besar, asal yang diasah sesuai dengan talenta yang TUHAN beri (Matius 25:20-23).

7. Percaya pada Diri Sendiri Vs. Percaya pada Tuhan (Yoh 3:29-30)
He must increase, but I must decrease (John 3:29-30 ESV). Dunia ini mengajarkan percaya pada isi hati, percaya pada diri sendiri hingga kita mengambil keputusan berdasarkan emosi. Kita ingin menulis kisah hidup kita sendiri, padahal Tuhan sudah menulis kisah yang sungguh indah tentang kita. Meski yang kita inginkan mungkin bukan kehendak TUHAN, percayalah pada indah rencanaNya. Stop trying to write your own story, and learn to love the life you received embrace God's loving plan for you. Everything you experience - expected or unexpected, pleasing or painful - is part of God's good plan for you.

We are called to fullfill His plan! So, sukses itu ketika kita mengikuti kehendak Firman TUHAN, hidup benar (Mazmur 1:1-3) dan taat seperti Yesus untuk menggenapi rencana kasih Bapa (Yohanes 3:16, Lukas 22:41-46). Lastly, orang yang sukses versi Tuhan pasti memiliki sehat jiwa (3 Yoh 1:2), kuat di dalam Roh Allah (1 Yoh 4:4) dan hidup kekal (Wahyu 21:7).