MEMILIKI PENGHARAPAN YANG MULIA

14 Sep, 2020

Nats Bacaan:
Titus 2:13
"dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,"

1 Tesalonika 4:16-17
"Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

Pendahuluan:
Semenjak Covid-19 menjadi pandemi yang melanda seluruh dunia, mulailah perbincangan teologis yang menarik mulai dari jemaat sampai kepada para teolog yang membahas hubungan antara pandemi Covid-19 dengan akhir zaman. Tentu ada begitu banyak pemikiran teologis yang berkembang di kalangan jemaat secara umum, namun bagi jemaat dalam keluarga besar GBI Jl. Jend. Gatot Subroto, secara khusus kita yang berada dalam kelompok COOL harus memahami apa yang menjadi sikap dan pandangan teologis yang kita pegang sebagaimana disampaikan oleh Gembala Sidang/Pembina dalam khotbah bulanan secara online pada 20 Agustus 2020 yang lalu.

Tiga Pokok Penting yang harus kita pegang terkait Covid-19 dengan Akhir Zaman
Covid-19 bukan penentu tanggal kepastian kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
Maksud dari kalimat diatas adalah, kita tidak mengatakan bahwa setelah pandemi ini Tuhan Yesus pasti datang kembali, dalam hal ini kita tidak pernah tahu. Kita juga tidak bisa berkata bahwa Tuhan Yesus pasti belum datang setelah pandemi ini atau lama setelah pandemi ini berakhir. Dalam hal ini pun kita juga tidak pernah tahu.

Covid-19 adalah sebagai warning bahwa kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin dekat.
Dalam kitab Wahyu saja Tuhan Yesus berkata: "Aku datang segera" sebanyak empat kali. Waktunya sudah dekat, waktunya sudah singkat sebanyak dua kali. Apalagi hari-hari ini, pasti kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat-sangat dekat.
Dalam Matius 24:7 (KJV), "For nation shall rise against nation, and kingdom against kingdom: and there shall be famines, and pestilences, and earthquakes, in divers places." Dinyatakan disini bahwa sampar, wabah, endemi atau pandemi adalah salah satu tanda kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.

Covid-19 menjadi salah satu pemicu bagi kita untuk lebih serius menyelesaikan Amanat Agung Tuhan Yesus.
Kita yang merindukan kedatangan-Nya, seperti halnya jemaat mula-mula yang selalu berkata "Maranatha!" sebagai doa dan sebagai salam pasti akan lebih serius untuk menyelesaikan Amanat Agung Tuhan Yesus.

"Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Matius 24:14)

Sehingga pada saat Dia datang kembali kita akan mendengar nama kita dipanggil. Haleluya!

Penutup
Pandemi Covid-19 adalah sesuatu yang tidak terduga dan tidak bisa dicegah, faktanya sampai hari ini sudah melanda seluruh dunia. Terkait dengan akhir zaman, kita bersyukur kita memiliki dan menantikan pengharapan yang mulia. Apa yang harus kita lakukan dalam memiliki dan menantikan pengharapan yang mulia?
Pastikan bahwa kita menjadi milik Kristus (Yoh 3:5; Ef 1:13)
Hidup dalam Kristus (Kol 2:6-7; 1 Yoh 1:7)
Hidup dalam kekudusan (Ibr 12:14; 1 Tes 5:23; Ef 5:27)
Berjaga-jaga setiap saat (1 Tes 5:4; Luk 21:36)
Maranatha! (DL)