MENGENAL ALLAH DENGAN BENAR

04 Nov, 2018

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya (Filipi 3 : 10)

Ayat di atas ditulis oleh Rasul Paulus dan merupakan bagian dari menjadi salah satu surat terakhir yang ditulisnya saat di dalam penjara. Surat ini merupakan isi hati Paulus, yang dalam keadaan tersiksa dalam penjara, justru yang menjadi kehendaknya adalah untuk mengenal Allah. Pengenalan terhadap Allah menjadi penentu tindakan dan perbuatan kita, dan hal itu juga yang menjadikan kuasa kebangkitan terjadi dalam kehidupan kita. Pengenalan yang benar akan Allah dari seseorang tidak dapat dilihat berdasarkan lamanya dia menjadi Kristen namun dilihat dari apa yang telah dia perbuat bagi Allahnya selama dia hidup. Jadi, jika kita mengenal Allah yang benar, maka kita mampu hidup seturut dengan Firman Tuhan. Itulah pentingnya kita mempunyai pengajaran Firman tentang Allah yang benar, karena pengajaran yang benar akan diikuti oleh roh yang benar, perbuatan yang benar, dan kuasa yang benar. Pengenalan akan Allah harus berdasarkan motivasi yang benar pula. Ketika motivasi hati kita benar, maka kuasaNya akan diberikan dalam hidup kita secara berlimpah-limpah. Haleluya!

Ketika kita mengenal Allah dengan benar, berbagai macam cobaan dan badai hidup tidak akan dengan mudah membuat kita kecewa kepada Allah dan membuat kita menjadi pahit hati. Urapan yang ada dalam diri kitalah yang akan membuat kita menang atas segala permasalahan hidup kita.
Rasul Paulus sebelumnya adalah orang yang mencari Allah melalui hal-hal lahiriah (Filipi 3 : 4 - 6). Semuanya itu membanggakan secara hukum agama bangsa Yahudi. Namun, sejak Paulus mengenal Allah dengan benar, semuanya itu dianggap rugi. Filipi 3 : 7 - 8 mengatakan, "Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,"

Semakin kita mengenal Allah semakin kita mudah untuk percaya dan mempercayakan diri kepada-Nya.
Mazmur 9 : 11 "Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN."
Kepercayaan muncul dari pengenalan. Kita tidak dapat percaya dan mempercayakan diri kepada orang yang baru kita kenal. Demikianlah dengan Tuhan. Semakin kita mengenal Dia, semakin mudah kita percaya dan mempercayakan diri kepada-Nya. Penyebab mengapa kita sulit percaya saat Dia berfirman adalah karena kita tidak mengenalnya dengan benar.

Semakin kita mengenal Tuhan semakin kita akan diubah menjadi seperti Dia.
Jika kita mengenal dan mengagumi seseorang, sadar atau tidak sadar, lama kelamaan kita akan menjadi seperti dia; baik cara bicara, perilaku, atau gerak-geriknya. Semakin kita mengenal dan mengagumi Tuhan kita, tanpa sadar kita akan berubah menjadi seperti dia. Ini bukan sesuatu yang dibuat-buat, tapi terjadi begitu saja.

Semakin kita mengenal Allah semakin kita akan hidup, bertumbuh, dan menghasilkan buah (Hosea 6 : 3).
Jika kita mengenal Dia, Dia akan muncul seperti fajar dan akan datang seperti hujan.
Matahari dan Hujan adalah 2 unsur vital yang dibutuhkan oleh semua mahluk hidup, baik manusia maupun tanaman untuk tetap hidup, bertumbuh, dan menghasilkan buah.
Jika kita mengenal Dia, Dia akan memberikan semua unsur yang kita butuhkan untuk tetap hidup, bertumbuh, dan menghasilkan buah. Sebaliknya, umat yang tidak mengenal Allah akan binasa.
"Umatku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu...."(Hosea 4 : 6).

Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang sungguh-sungguh mengenal-Nya. Tuhan akan melimpahkan berkat-Nya, dan Dia akan memberikan pertolongan pada waktunya. Allah berkata, "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! (Amos 5 : 4). Karena itu saudara-saudara, marilah kita sungguh-sungguh mencari dan mengenal Allah agar kita bisa lebih dekat kepada-Nya. (AH)