MENGHIDUPI DNA RESTORASI PONDOK DAUD

06 Oct, 2019

Sejak awal, TUHAN memanggil Gembala Jemaat Induk/Gembala Pembina kita dengan panggilan yang spesifik, yakni Restorasi Pondok Daud, inilah yang kemudian menjadi DNA (ciri khusus) dari gereja kita, keluarga besar GBI Jl. Jend. Gatot Soebroto.

Sama seperti halnya DNA secara jasmani menurun kepada keturunan secara jasmani/lahiriah, demikian juga dengan 'DNA rohani' menurun kepada 'keturunan secara rohani' atau anak-cucu rohani.

Gembala Jemaat Induk/Gembala Pembina telah menjadi teladan bagi kita semua bagaimana menghidupi DNA Restorasi Pondok Daud, dengan cara hidup intim dengan Tuhan Yesus, dalam hubungan yang tak putus selama 24 jam sehari dalam doa, pujian, pen

erdapat orang-orang yang menghidupi Restorasi Pondok Daud (memiliki kehidupan yang intim/akrab dengan TUHAN), salah satunya adalah Maria. Bagaimana ciri orang yang menghidupi DNA Restorasi Pondok Daud?

1. Tahu memilih yang terbaik.

Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." (Lukas 10:41-42).

Hidup selalu menawarkan pilihan-pilihan kepada kita. Dibutuhkan kebijaksanaan untuk memilih mana yang terbaik dari beberapa pilihan yang baik, agar kita tidak terjebak dalam pilihan yang salah.

Maria dan Marta memiliki pilihan saat Tuhan Yesus datang berkunjung ke rumah mereka, apakah menjamu Yesus dengan berbagai hidangan sebagaimana layaknya memperlakukan tamu yang datang, atau memanfaatkan kesempatan yang besar dan singkat itu untuk duduk dekat kaki Tuhan Yesus dan mendengarkan pengajaran-Nya.

Marta memilih melakukan yang baik dengan berupaya menyajikan hidangan untuk menjamu Tuhan Yesus. Tapi Maria memilih yang terbaik, sebab kesempatan dikunjungi oleh Yesus dan mendengarkan pengajaran-Nya secara langsung, intens dan private (hanya beberapa orang saja) adalah sebuah kesempatan langka yang belum tentu terulang lagi.

Kadang pilihan yang sama juga kita alami, antara sibuk dalam pekerjaan dan tugas-tugas pelayanan atau duduk dan menikmati hadirat dan lawatan Tuhan, antara larut dalam kesibukan bisnis/pekerjaan atau menginvestasikan waktu yang berharga bersama keluarga. Semuanya adalah pilihan. orang yang menghidupi DNA, yang intim dengan TUHAN pasti tahu memilih mana yang terbaik dalam hidupnya.

2. Bertindak tepat disaat yang tepat.

Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. (Lukas 7:44-46)

Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku. (Matius 26:12)

Dalam beberapa kesempatan, Tuhan Yesus menyampaikan kepada murid-murid-Nya tentang kematian-Nya. Namun entah mengapa dan apa yang menyelubungi pikiran mereka sehingga mereka tidak terlalu 'aware' atau 'ngeh' dengan hal itu. Mereka melakukan aktivitas bersama dengan Tuhan Yesus seperti biasa. Sampai satu peristiwa, ketika Yesus dijamu makan oleh seorang Farisi dan Maria datang membasuh kaki Yesus dengan airmata, menyekanya dengan rambutnya serta mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal harganya. Bagi Yudas, itu adalah sebuah pemborosan yang tidak perlu. Tapi bagi Yesus itu adalah hal yang paling tepat dan dilakukan disaat yang tepat, mempersiapkan hari penguburan Yesus.

Orang yang melakukan DNA, yang intim seperti Maria, mengambil langkah, tindakan-tindakan yang tidak terpikirkan oleh kebanyakan orang lain. melakukan yang tepat disaat yang tepat adalah salah satu kunci keberhasilan dalam banyak aspek kehidupan kita, dan itu hanya bisa kita lakukan jika kita memiliki kehidupan yang intim dengan TUHAN. Amin (DL)