MENJADI KOMUNITAS PENUNTAS AMANAT AGUNG

13 Jun, 2022

Jika kita memperhatikan runut peristiwa pencurahan Roh Kudus, sangat jelas keterkaitan antara Amanat Agung (Matius 28:19-20), pencurahan Roh Kudus (Kis 2:1-11) serta komunitas jemaat mula-mula (Kis 2:42-47). Bahwa komunitas jemaat mula-mula adalah sebuah komunitas orang-orang percaya lahir baru yang penuh dengan Roh Kudus dan mengemban misi untuk menuntaskan Amanat Agung. Demikian juga sesungguhnya dengan kita di era sekarang ini. Kelompok COOL termasuk kita para anggota di dalamnya adalah komunitas orang percaya yang memiliki misi menuntaskan Amanat Agung. Paling tidak ada 2 (dua) alasan utama terkait dengan hal tersebut:

COOL sebagai ujung tombak penginjilan
Komunitas jemaat mula-mula merupakan hasil penginjilan Petrus ketika oleh urapan Roh Kudus berkotbah dan kira-kira tiga ribu jiwa memberi diri dibaptis (Kis 2:41). Dan yang sangat menarik adalah bagaimana komunitas jemaat mula-mula ini hidup serta mendapat kemurahan, disukai semua orang dan tiap-tiap hari Tuhan menambahkan jumlah mereka dengan orang-orang yang diselamatkan (Kis 2:47). Bahkan ketika mereka mengalami tekanan dari pihak-pihak yang berupaya menghambat pemberitaan Injil, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka. Komunitas jemaat mula-mula berdoa bukan untuk melarikan diri dari ancaman, justru mereka meminta keberanian untuk memberitakan Injil!

"Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani." (Kis 4:29-31)

Bagaimana dengan COOL Anda? Apakah seluruh anggota COOL sudah terlibat dan bertindak aktif dalam pemberitaan Injil? Apakah kita sudah berhenti memberitakan Injil karena mendapat tantangan dari lingkungan? Solusinya adalah berdoa, minta keberanian dari Tuhan, minta Tuhan melakukan tanda heran dan mukjizat dan beritakan Injil dengan berani. COOL adalah ujung tombak penginjilan, jika COOL (anggota yang ada didalamnya) tidak memberitakan Injil maka COOL kita menjadi ujung tombak yang tumpul!

COOL sebagai ujung tombak pemuridan
Ketika COOL menjadi ujung tombak yang tajam dalam pemberitaan Injil dan membuahkan jiwa-jiwa baru yang bertobat, kemana dan bagaimanakah kita tindaklanjuti jiwa-jiwa baru tersebut? Tentunya mereka harus dimuridkan! Sebagaimana Amanat Agung Tuhan Yesus: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku...dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu." (Mat 28:19-20).

Inilah teladan yang ditunjukkan oleh komunitas jemaat mula-mula, bagaimana mereka semua bertekun dalam pengajaran rasul-rasul (Kis 2:42), tentunya pengajaran yang rasul-rasul terima dari Tuhan Yesus! Dalam konteks kita sekarang ini berarti bertekun dalam pengajaran Firman Tuhan.

COOL bukan sekedar tempat kumpul-kumpul, bukan sekedar tempat bincang-bincang tanpa arah yang jelas. COOL adalah sebuah wadah, sebuah komunitas dimana semua kita dimuridkan, dibentuk, diproses agar bertumbuh secara rohani menjadi murid Kristus dimana tujuan akhirnya adalah menjadi serupa dengan Kristus. Dalam proses ini dibutuhkan ketekunan dari anggota COOL. Perlu ada persekutuan yang kontinu, berkelanjutan. Jangan berhenti di tengah jalan. Bahkan dalam proses pemuridan ini diperlukan kerendahan hati untuk ditegur, diajar, dibina, dibimbing oleh mereka yang Tuhan tetapkan sebagai gembala COOL yang bertugas menggembalakan kita. Yakinlah bahwa semuanya itu tidak akan sia-sia, melainkan menghasilkan buah yang baik dalam hidup kerohanian kita. Tetap semangat! (DL)

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto