Menjadi Lentur Untuk Memiliki Paradigma yang Baru

24 Jan, 2022

Bahan Bacaan :

Matius 9:17

Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

Penjelasan Materi :

Youth, Allah kita terus bergerak dalam agendaNya di muka bumi ini. Bukan Allah yang mengikuti kita, tetapi sesungguhnya kitalah yang harus bisa mengikuti Allah. Kita harus bisa menjadi lentur karena cara-cara Allah bekerja bisa sangat berbeda dari waktu ke waktu.

Ketika kita memasuki musim yang baru, dimensi yang baru, bahkan bertemu dengan generasi yang baru, diperlukan cara-cara yang baru supaya kita bisa terus bergerak melaksanakan Amanat Agung. Artinya, perlu adanya strategi yang baru dalam setiap ‘peperangan'

Untuk itu kita harus tanya sama Tuhan, karena Dia yang akan membawa kita kepada kemenangan. Selain itu kita harus memiliki kelenturan untuk bisa berjalan terus bersama Tuhan, termasuk pada saat kita harus menggunakan paradigma yang baru.

Disini kita perlu menerima hati yang baru dimana kita memiliki kerendahan hati, kebesaran hati, dan juga motivasi untuk selalu menyenangkan hati Tuhan.

Ketika ada anggur baru dicurahkan, maka kantung anggurnya juga harus baru, sebab kalau tidak akan koyak dan isinya akan terbuang percuma.

Bahan Diskusi :

Hambatan apa saja yang menghalangi kita untuk menerima paradigma yang baru? Coba diskusikan.

 

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto