MENJADI ORANG KRISTEN YANG LAHIR BARU

10 Feb, 2019

"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya." (Yehezikel 36:26-27)

Menjadi Kristen itu bukan karena kita lahir di keluarga kristen, bukan karena orangtua kita Kristen, dan juga bukan karena kita beribadah ke gereja setiap hari minggu. Menjadi Kristen diawali dengan sebuah titik balik yang disebut dengan lahir baru! Yakni mengaku dosa, meminta ampun atas dosa, mengaku percaya dan menerima Yesus sebagai TUHAN dan Juruselamat dalam hidupnya. Tanpa kelahiran baru, kekristenan kita hanyalah Kristen tradisi, kristen agamawi.

Kelahiran baru adalah sebuah ranah privat, ini adalah urusan masing-masing pribadi dengan TUHAN. Kita tidak bisa 'numpang' selamat dengan isteri, suami atau orangtua kita.

Ada 3 (tiga) hal penting terkait dengan kelahiran baru yang harus kita sadari:

1. Kelahiran baru, adalah proses awal untuk seseorang memperoleh keselamatan.
Tanpa kelahiran baru, seseorang tidak bisa memperoleh keselamatan. Yohanes 3:3, "Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Kelahiran baru bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh atau ditunda- tunda. Jika hari ini anda sedang beribadah di COOL dan belum lahir baru, sampaikan kepada gembala COOL untuk membimbing anda. Jika anda seorang ayah/ibu, pastikan anak-anak Anda sudah mengalami kelahiran baru, sebab keselamatan mereka tidak tergantung kepada kelahiran baru Anda, melainkan kelahiran baru mereka sendiri.

2. Kita harus yakin bahwa kita sudah lahir baru dan diselamatkan.
Dalam 1 Yohanes 5:13, "Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal." Gembala Sidang/Pembina menyampaikan dan menegaskan, ada sembilan hal untuk mengetahui apakah kita sudah memiliki hidup kekal yaitu keselamatan:

a. Percaya kepada nama Anak Allah yaitu Tuhan Yesus Kristus.
b. Menghormati Kristus sebagai Tuhan dan Tuan dalam kehidupan kita dan sungguh-sungguh berusaha untuk mentaati perintah-Nya.
c. Mengasihi Tuhan Yesus dan bukan dunia ini dan jikalau kita menang terhadap daya tarik dunia.
d. Sudah bisa dan tekun melakukan kebenaran, bukan dosa.
e. Mengasihi sesama saudara seiman.
f. Sadar bahwa Roh Kudus berdiam di dalam kita.
g. Berusaha sungguh-sungguh mengikuti teladan Tuhan Yesus dan hidup seperti Tuhan Yesus.
h. Percaya, menerima dan tetap tinggal di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita harus percaya Firman Tuhan Yesus dan para Rasul dalam Perjanjian Baru.
i. Sungguh-sungguh merindukan dan mengharapakan kedatangan Tuhan Yesus kali yang kedua.

Kesembilan hal ini adalah pengajaran Firman Tuhan sebagaimana disampaikan oleh Rasul Yohanes dalam kitab 1 Yohanes. Penjelasan lebih dalam dapat saudara pelajari dari Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan (edisi 1993-2013), pada bagian 1 Yohanes 5.

3. Kelahiran baru menjadikan kita manusia yang baru
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Kor 5:17)

Dalam proses kelahiran baru, kita dilahirkan kembali menjadi manusia yang baru, yakni manusia batiniah dengan roh dan hati yang baru bahkan Roh Tuhan tinggal dalam hidup kita (Yehezkiel 36:26-27). Dengan demikian kita diproses menjadi pribadi yang taat melaksanakan ketetapan dan peraturan Tuhan yang tertulis dalam Firman-Nya (Alkitab).

Di "Tahun Kelahiran yang Baru" kita harus yakin bahwa kita sudah lahir baru, yakin dengan keselamatan kita. Kita juga akan melihat banyak orang yang akan mengalami kelahiran baru, terutama orang ‘kristen KTP' /tradisi /agamawi, yakni mereka yang mengaku kristen tetapi belum pernah mengalami kelahiran baru. Amin