MENJADI SEPERTI DAUD YANG DIPILIH TUHAN

09 Sep, 2018

Berbagai kisah orang-orang dalam Perjanjian Lama dicatat sebagai contoh bagi kita di zaman kita sekarang. Firman Tuhan dengan jelas menyingkapkan yang buruk dan yang baik tentang individu-individu seperti Musa, Abraham, Elia dan yang lainnya.

Kita tidak hanya diberitahu bagaimana Tuhan sanggup bergerak dengan kuat dalam hidup mereka, tetapi juga bagaimana dan mengapa mereka gagal.

Kita bisa belajar melalui pengalaman tokoh-tokoh Alkitab mengenai keberhasilan dan kesalahan mereka. Kehidupan Daud penuh dengan berbagai pelajaran bagi kita pada zaman ini. Satu hal yang menarik dari kehidupan Daud adalah sikap hati Daud terhadap Allah.

Firman Tuhan berkata; Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan Mengurapi Daud ditengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu Berangkatlah Samuel menuju Rama.

(1 Samuel 16 : 13)

Awal kisah Daud sangat berbeda dengan Saul. Saul dicatat sebagai pemuda berwajah paling ganteng dan bertubuh paling tinggi di Israel. Ia adalah seorang yang sempurna secara fisik dan penampilan. Tidak ada yang meragukan kemampuannya untuk menjadi raja atas Israel. Namun tidaklah demikian dengan seorang yang bernama Daud. Bahkan ayahnya sendiri pun berfikir Daud tidak cukup layak untuk menjadi raja. Ia dipandang terlalu muda dan tidak siap dalam kegiatan militer, apalagi kalau dibandingkan dengan kakak-kakaknya ia sama sekali tidak memiliki penampilan yang meyakinkan untuk menjadi seorang raja. Manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati. Kriteria yang Tuhan pakai bukanlah Kriteria yang manusia pakai. Daud memang bukan kandidat pertama dalam benak banyak orang ketika mereka hendak memilih seorang raja.

Namun Firman Tuhan berkata; " Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan Mengurapi Daud ditengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu Berangkatlah Samuel menuju Rama. " (1 Samuel 16 : 13).

 

Kemudian di dalam 1 Samuel 16, Firman Tuhan pada bagian yang lain mengatakan bahwa Daud dipilih dari semua orang Israel untuk datang dan memainkan kecapinya di hadapan Saul karena ia orang yang gagah perkasa dan disertai Tuhan.

1 Samuel 16 : 18 mencatat ; Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: "Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia."

Orang yang merekomendasikan Daud kepada Saul adalah salah satu hambanya. Mereka sedang mencari seorang yang bisa bermain kecapi dan mengurangi siksaan yang sedang dialami Saul dari roh jahat yang mengganggu dia.

Di tengah pencarian ini, nama Daud muncul begitu saja. Apakah ini suatu kebetulan? Pastinya tidak!

Saat Anda mulai mencari Tuhan dan Ia melepaskan Pengurapan-Nya pada hidup Anda, maka Anda seperti sebuah pelampung. Orang bisa saja menaruh Anda di dasar sebuah danau, tetapi Anda tetap akan muncul ke permukaan. Tidak peduli apa saja yang mereka lakukan Anda selalu akan muncul dibagian paling atas.

Jika Anda mencari Tuhan dengan segenap hati Anda, maka Tuhan akan menemukan Anda. " Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. " (2 Tawarikh 16 : 9a)

Ia sedang mencari seseorang seperti itu. Sekali Ia menemukan Anda dan melepaskan kuasa-Nya ke dalam hidup Anda, Ia akan membuat Anda ditarik ke puncak. Allah akan melepaskan berkat-Nya melalui Anda ke dalam dunia ini. Ini hanya masalah waktu. Inilah yang dialami oleh Daud.

Jangan seperti Saul. Ia pria yang suka menyenangkan orang, dimotivasi oleh kebanggaan diri dan kesombongan. Karena Saul takut pada orang-orang dan ia selalu mencoba menyenangkan mereka. Ini menyebabkan ia tidak taat kepada Allah dan berkata, " Aku tidak akan melakukannya dengan cara-Mu. Caraku lebih baik ! "

Saul tidak mau menerima tanggung jawab dan menjadi keras kepala dan memberontak. Rendahkanlah diri Anda dan terimalah tanggung jawab. Bergeraklah hingga ke batas kemampuan Anda, dan mulailah dari awal dengan Allah.

Jadilah seperti Daud. Persiapkan hati Anda untuk mencari Tuhan. Apa yang sedang Allah cari adalah hati yang mengejar-Nya. Tuhan memiliki rencana , suatu tujuan hidup bagi Anda. Anda akan mendapati diri Anda berjalan dalam rencana-Nya itu semakin lama semakin dalam.

Allah memilih orang-orang berdasarkan hati mereka. Jika Anda lapar dan haus akan kebenaran, Anda akan dipuaskan. " Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. " (Matius 5 : 6)

Anda tidak hanya akan dipuaskan dan kebutuhan Anda dipenuhi, tetapi Anda juga akan dipenuhi dengan Kuasa, Hadirat dan Penyediaan Allah. Ia akan mencurahkan berkat-Nya bagi Anda dan menjadikan Anda berkat bagi orang lain. Manusia melihat penampilan luar, tetapi Allah melihat hati.

Terlepas dari keterbatasan Anda, Allah melihat hati Anda. Bahkan sekalipun tubuh Anda cacat, Allah tidak sedang memandang itu. Ia melihat hati Anda. Hati Anda tidak cacat kecuali Anda memilih untuk membiarkannya seperti itu. Anda bisa memilih Tuhan. Anda bisa mencari-Nya dengan bersungguh hati.

Jika Anda melakukannya, Ia akan mengangkat Anda dan melakukan berbagai Mujizat dalam hidup Anda sama seperti yang Ia lakukan bagi Daud.

Akhirnya, izinkan Roh Kudus mengobarkan hati Anda dengan kebenaran-kebenaran-Nya sehingga Anda juga akan menjadi orang yang berkenan di hati Allah! (AH)