MENJAGA PIKIRAN

01 Sep, 2019

"Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?" (Matius 9:4)

Umumnya pengajaran yang sering kita dengar adalah menjaga hati, namun ternyata ada kaitan yang sangat erat antara hati dan pikiran.

"Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat." (Matius 15:19)

Otak memang merupakan pusat berpikir, baik logik, maupun terkait dengan seni dan keindahan, namun ternyata segala bentuk pikiran (perenungan), pergumulan, strategi, dan lain-lain terkoneksi erat dengan hati kita. Tentu hati yang dimaksud bukanlah 'heart' (jantung), atau 'liver' (organ hati), melainkan pusat dari pikiran, perasaan dan kehendak manusia (psuche).

Dampak buruk dari tidak menjaga pikiran, selain dari Matius 15:19 diatas adalah antara lain :

a. Pikiran yang sia-sia

Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia (Efesus 4:17)

b. Pikiran yang senantiasa tertuju pada perkara duniawi, sehingga sulit memikirkan perkara-perkara rohani.

"Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi." (Filipi3:19)

Untuk menghindari dampak buruk tersebut, minimal ada 4 (empat) cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga pikiran kita :

1. Menjadi manusia baru

"supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." (Efesus 4:23-24)

Dengan menjadi manusia baru dalam Kristus (2 Kor 5:17), pikiran dan roh kita dibaharui, sebagaimana janji Tuhan di tahun kelahiran yang baru ini (Yehezkiel 36:26-27).

2. Minta dipenuhi dengan damai sejahtera Allah

"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." (Filipi 4:7)

Damai sejahtera Allah bisa kita dapatkan berlimpah-limpah, jika kita memperhatikan dan melakukan perintah TUHAN (Yesaya 48:18).

3. Penuhi pikiran kita dengan Firman Tuhan

"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." (Ibrani 4:12)

4. Ganti pikiran negatif dengan pikiran positif yang sesuai dengan Firman Tuhan

"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." (Filipi 4:8).

Mari kita jaga pikiran kita sesuai dengan Firman-Nya. Amin. (DL)