MENYIKAPI MUSIBAH YANG TERJADI DI AWAL TAHUN

16 Mar, 2020

MENYIKAPI MUSIBAH YANG TERJADI DI AWAL TAHUN

Bahan Bacaan
Mazmur 91:7,10,"Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu"

Penjelasan Materi
Youthers, kita semua tahu bahwa di awal Tahun 2020 terjadi deretan peristiwa yang mengagetkan dan tidak kita duga-duga terjadi di bangsa kita. Dalam sepekan pertama di bulan Januari saja, sudah terjadi beragam peristiwa yang cukup mencuri perhatian publik, baik Indonesia maupun dunia yakni mulai dari musibah banjir yang merendam sejumlah daerah di pulau Jawa. Juga satu kabar lagi yang saat ini sedang marak-maraknya menghebohkan waega Indonesia dan dunia adalah munculnya Virus Corona yang saat ini mulai menyebar keseluruh dunia. Virus yang didapati berawal dari Wuhan, China ini dilaporkan telah menelan lebih dari 2.300 korban.

Perlu Youthers ketahui, bahwa keberadaan virus corona juga berdampak terhadap ekonomi dunia. Artikel dari media sosial mengulas bahwa Bursa Saham Amerika jatuh lebih dari 4.5%, Eropa jatuh >3% dan IHSG juga jatuh >4%. Selama 5 hari ini pekan ini bursa saham seluruh dunia sudah jatuh lebih dari 12%. Jadi perlu Youthers ketahui bahwa, ini adalah salah satu penurunan terbesar dalam 3 tahun terakhir karena bursa saham adalah indikator utama ekonomi dunia dan saat ini sudah ada tanda akan terjadi kejatuhan ekonomi global akibat virus Corona tersebut.

Mungkin Youthers bertanya, bagaimana kita sebagai orang percaya dan anak-anak Tuhan menyikapi hal ini? Apa yang Alkitab katakan untuk menjawab persoalan ini? Youthers, mari perhatikan Firman Tuhan dalam 2 Korintus 4:13, Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata" Jadi, kita harus banyak memperkatakan Firman Tuhan. Kita juga terus memperkatakan Mazmur 91. Mazmur 91 : 7, "Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu."

Youthers, mari kita mulai untuk terus memperkatakan Firman Tuhan dengan penuh iman, percaya bahwa setiap Firman Tuhan yang keluar dari mulut kita, akan terjadi.

Bahan Diskusi :
Sudahkah kita memperkatakan Firman Tuhan setiap hari?


Minggu 2
MENGAPA MEMPERKATAKAN FIRMAN MENJADI SESUATU HAL YANG PENTING?

Bahan Bacaan
2 Timotius 3:16

Penjelasan Materi
Youthers, jangan kita lupa bahwa ketika kita memasuki Tahun 2020, maka dalam kalender Tahun Ibrani itu adalah 5780 yang disebut dengan Tahun Pey. Pey diartikan sebagai angka 80 yang menggambarkan sebuah mulut. Jadi Youthers, kita harus peka terhadap pesan Tuhan kepada kita seperti apa yang Rasul Paulus katakan dalam ayat di atas, .."Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", bahwasanNya Tuhan ingin mengajak kita memasuki Tahun 2020 ini dengan banyak memperkatakan Firman Tuhan.

Mungkin kita bertanya, mengapa kita harus banyak memperkatakan Firman? Ingat Youthers bahwa saat ini kita berada di Tahun Dimensi yang Baru, hal mana berbicara mengenai ukuran yang baru yaitu ukuran yang "lebih besar" dan "lebih baik" yang Tuhan berikan kepada kita semua, Tuhan akan menyediakan dimensi yang baru baik berkat secara rohani maupun jasmani. Untuk menerima semua itu, tentu saja kita harus hidup benar dan takut akan Tuhan, hal itu dapat kita lakukan jika kita bergaul karib dengan Tuhan melalui pembacaan, perenungan dan pengaplikasian Firman Tuhan tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari. Dari kesemuanya itu, kita harus terus memperkatakan Firman dalam keadaan apapun, di manapun dan kapanpun. Penting untuk kita ingat bahwa ketika kita memperkatakan iman, kita harus mengucapkannya dengan penuh iman sungguh bukan dengan asal-asalan, dengan begitu percayalah bahwa apa yang kita perkatakan, Tuhan akan genapi atas hidup kita.

Misalnya ketika Youthers ada dalam keadaan takut, sakit, kuatir, berbeban berat janganlah kita justru semakin memperdalam rasa itu, melainkan perkatakanlah Firman Tuhan yang menjadi jawaban atas setiap hal yang kita alami, perkatakan dan percaya bahwa itu sudah terjadi.

Youthers, perhatikan kisah Yesus di padang gurun dalam Matius 4:1-11, Yesus sendiri sudah memberi contoh bagaimana kemenangan atas Iblis diperoleh karena Ia memperkatakan Firman. Firman Tuhan penting untuk selalu diperkatakan karena Firman Tuhan berguna untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakukan dan mendidik orang dalam kebenaran. Pemazmur dalam Mazmur 119:105, menegaskan fungsi Firman Tuhan, yaitu menjadi pelita bagi kaki dan terang bagi jalan hidup kita. Maka dari itu, percayalah Youthers bahwa janji Tuhan akan kita peroleh, bila kita tekun memperkatakan Firman Tuhan.
Bahan Diskusi: Firman apa yang seringkali kita ucapkan? Jika kita tidak pernah memperkatakan Firman, apa alasan kita tidak melakukannya ? Usaha apa yang kita lakukan untuk memperbaikinya?
Minggu 3
JANGAN SIBUK "MEMBANGUN RUMAH SENDIRI" TETAPI "BANGUNLAH RUMAH
TUHAN"

Bahan Bacaan
Hagai 1:9, "Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri."

Penjelasan Materi
Youthers, pesan Tuhan lainnya melalui Gembala Sidang kita di Tahun Dimensi yang Baru ini adalah mengenai kisah dalam kitab Hagai, ketika Tuhan menegur bangsa Israel karena mereka sibuk membangun rumahnya sendiri, sibuk dengan urusan rumahnya sendiri, tetapi membiarkan rumah Tuhan terbengkalai (Hagai 1 : 9). Akibatnya keadaan bangsa Israel menjadi tidak baik (Hagai 1 : 6) yaitu mereka menabur banyak tetapi membawa pulang hasil sedikit, mereka makan tetapi tidak sampai kenyang, mereka minum tetapi tidak sampai puas, mereka mendapat upah tetapi tidak pernah cukup, karena seperti ditaruh di dalam pundi-pundi yang berlubang.

Youthers, dari kisah tersebut, kita dapat membayangkan kondisi bangsa Israel kala itu yang hidup dalam keadaan tidak diberkati. Dalam keadaan seperti itu, Tuhan berkata kepada mereka "Bangun Rumah Tuhan, maka kamu akan diberkati" Pertanyaannya, Bagaimana caranya Tuhan memberkati? Perhatikan Hagai 2 : 7 - 10, "Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya (kemuliaannya) yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."

Youthers, sekarang teguran seperti ini juga ditujukan kepada kita. Tuhan menegur kita agar kita "membangun rumah Tuhan", artinya membangun kerohanian kita. Kita harus semakin serupa dengan gambar Yesus. Kalau kita hidup makin intim dengan Tuhan, maka kemuliaan Tuhan di dalam hidup kita menjadi lebih besar lagi, sehingga kita menjadi lebih serupa denganNya. Tuhan berjanji kalau kita melakukan itu maka kita akan diberkati.

Bahan Diskusi:
Bagaimana keadaan kita hari-hari ini? Sudahkah kita "membangun rumah Tuhan" setiap hari? Sudahkah kita bersaat teduh setiap pagi? Sudahkah kita membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan?

Minggu 4
BERDOA PUASA
Bahan Bacaan
2 Tawarikh 7:14, "..Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka"


Penjelasan Materi
Youthers, jika kita telaah apa yang terjadi hari-hari ini, virus corona sedang menyebar ke seluruh dunia, ancaman resesi ekonomi global sedang terjadi, hal ini merupakan wake up call bagi gereja Tuhan untuk menyelesaikan Amanat Agung Yesus. Menyikapi permasalahan tersebut, Gembala Sidang kita mengajak saudara untuk berdoa puasa selama 40 hari, dari tanggal 1 Maret 2020, sampai dengan 9 April 2020, dengan topik doa bagi Indonesia, kedamaian di Indonesiaku, dibebaskan dari virus Corona, diluputkan dari ancaman resesi ekonomi Global dan untuk kedatangan Tuhan Yesus yang kedua,

Mungkin Youthers bertanya-tanya, mengapa kita harus berdoa puasa? Karena kita mengikut teladan Yesus! Yesus sendiri memang tidak pernah memberikan perintah langsung kepada murid-murid-Nya untuk berpuasa atau melakukan puasa jenis tertentu, tetapi Dia memberi teladan dengan menjalani puasa selama 40 hari sebelum memulai pelayanan-Nya (Matius 4:1-2) dan dalam Matius 6, Ia mengajarkan cara puasa yang benar.

Kita semua dipanggil untuk menjadi serupa Yesus. Tuhan memanggil kita semua untuk berdoa dan berpuasa untuk orang-orang lain di sekitar kita. Dia mengundang kita untuk meluruskan pikiran-pikiran dan hasrat-hasrat kita dengan pikiran-pikiran dan hasrat-hasrat-Nya. Tuhan ingin jika kita mencintai rencana-rencana dan tujuan-tujuan-Nya lebih dari berbagai rencana dan tujuan kita sendiri. Tuhan senang sekali kalau berdoa syafaat untuk orang-orang lain. Ingatlah apa yang dikatakan Yesus dalam Mat 7:11. Apabila kita menghadap Tuhan dengan kerendahan hati dan sungguh mencari kehendak Tuhan, doa-doa kita pun dapat dijawab-Nya dengan cara-cara yang menakjubkan. Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar, sebab ada hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan, tidak sanggup kita jalani, tidak tahu bagaimana solusinya, maka kita harus berpuasa untuk meminta pertolongan Tuhan. Youthers, dengan berpuasa, kita juga sedang melatih diri kita untuk mencari kehendak Tuhan, meminta hikmat Tuhan dan terlebih kita akan dipersiapkan untuk melakukan pekerjaan yang telah Ia tetapkan untuk kita lakukan. Ketika kita berpuasa, jadikah itu momentum untuk kita lebih intim kepada Tuhan, lebih banyak berdoa dan bertanya apa yang ia ingin untuk kita perbuat.
Bahan Diskusi: Pernahkah kita berpuasa? Jenis puasa apa yang kita terapkan? Apa tujuan kita berpuasa?