MEREKA YANG MERINDUKAN PENUAIAN PASTI BERUSAHA UNTUK HIDUP DALAM KESATUAN HATI

13 Oct, 2019

"Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku." (Yohanes 17:21-23)

"Kunci utama penuaian adalah UNITY". Ini adalah sebuah pesan TUHAN yang kuat yang disampaikan oleh Gembala Jemaat Induk/Gembala Pembina.

Sebagaimana tertulis dalam ayat bacaan diatas, jika murid-murid, orang percaya hidup dalam kesatuan hati, maka dunia akan percaya bahwa Bapa mengutus Yesus sebagai Juru Selamat dunia, artinya terjadi penuaian jiwa-jiwa. Dengan demikian, jika kita merindukan penuaian jiwa-jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, maka kita harus berupaya dengan sungguh-sungguh untuk membangun, memelihara serta meningkatkan kesatuan hati diantara sesama anggota Tubuh Kristus. Mengapa dikatakan meningkatkan? Sebab ternyata, berdasarkan ayat bacaan kita diatas, kesatuan hati memiliki tingkatan: menjadi satu (ayat 21,22) dan sempurna menjadi satu (ayat 23).

Untuk sempurna menjadi satu memang tidak mudah, namun bukan berarti mustahil atau tidak mungkin terjadi. Sejauh kita berusaha untuk menyingkirkan segala penghalang kesatuan hati, maka sempurna menjadi satu dapat terwujud.

Paling tidak ada 3 (tiga) penghalang kesatuan hati:

1.         Kesombongan dan Keegoisan

Rasul Paulus dalan suratnya kepada jemaat di Filipi menuliskan :

"dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga." (Filipi 2:3-4

Kesatuan hati hanya dapat terwujud jika masing-masing anggota Tubuh Kristus merendahkan hati dan menganggap yang lain lebih utama serta tidak hanya memperhatikan kepentingannya sendiri saja. Sederhananya, jangan sombong dan jangan egois!

2.         Keduniawian

Salah satu penghalang kesatuan hati adalah keduniawian. keduniawian, atau sifat yang masih mencintai perkara-perkara dunia memicu terjadinya iri hati dan perselisihan, sehingga sulit bagi orang percaya untuk sempurna menjadi satu.

"Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?" (1 Korintus 3:3)

3.         Perasaan Rendah Diri/Minder

Rendah diri jauh berbeda dari rendah hati. Rendah diri sebuah perasaan tidak layak yang bercampur dengan mengasihani diri sendiri. Respon yang ditunjukkan dari sikap rendah diri mirip dengan kesombongan. Baik orang sombong maupun orang rendah diri cenderung menutup diri, menyendiri dan sulit bersatu dengan yang lain.

Didalam TUHAN semua bagian berharga dan mulia, sebagaimana dinyatakan dalam 1 Korintus 12:24-27, "Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya."

Untuk itu, jangan minder dan merasa rendah diri! Tuhan Yesus memberkati. (DL)