MILIKI PIKIRAN DAN PERASAAN KRISTUS

07 Jul, 2019

"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus"
Filipi 2:5

PENDAHULUAN
Pikiran manusia sangat terbatas dalam mengerti kehendak Tuhan dan kemauan untuk melakukan kebenaran Firman Tuhan, itulah sebabnya sangat penting untuk selalu diperbaharui meminta didalam doa oleh Roh Kudus, sehingga pikiran dan perasaan kita sama seperti Tuhan Yesus, apalagi didalam hidup rumah tangga dalam menjalankan peran sebagai seorang istri yaitu penolong bagi suami dan ibu bagi anak-anak kita, maka sangat diperlukan untuk kita memiliki pikiran dan perasaan Kristus.

ISI
Jadi apa itu pikiran dan perasaan Kristus ?
1. Taat kepada kehendak Bapa (Matius 26:39)
Pada waktu Tuhan Yesus hendak disalibkan, Dia berdoa kepada Bapa agar jikalau mungkin Dia dijauhkan dari pada penderitaan yang harus dialami yaitu disalibkan, namun Tuhan Yesus kembali melanjutkan doaNya "janganlah seperti yang Aku kehendaki, melainkan kehendakMu Bapa yang terjadi" inilah pikiran Tuhan Yesus yaitu berbicara tentang sebuah ketaatan. Tuhan Yesus mentaati apa yang menjadi perintah dari pada Bapa disurga untuk mati diatas kayu salib, Tuhan Yesus tahu penderitaan seperti apa yang harus Dia alami, namun Tuhan Yesus tetap taat kepada Bapa disurga. Ketaatan kepada Allah merupakan prinsip hidup dari pada Tuhan Yesus dan kita sebagai umat percaya juga harus memiliki prinsip hidup untuk selalu taat pada kebenaran Firman Tuhan.

2. Rendah hati (Filipi 2:6-7)
Tuhan Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, selama berada didalam dunia Tuhan Yesus tidak merasa bahwa keadaannya yang Ilahi harus selalu diperlihatkan dengan sesuatu hal yang penuh dengan kemegahan, tetapi Ia lahir ke dunia didalam kandang domba dan menjadi anak dari tukang kayu, padahal Dia adalah Allah yang besar, yang menciptakan dunia ini dan yang memiliki segalanya, tetapi Tuhan mengajarkan kita untuk selalu memiliki kerendahan hati. Selama berada didalam dunia Tuhan juga menjadi pelayan bagi jiwa-jiwa, bahkan Dia menjadi pelayan bagi para muridNya dan membasuh kaki mereka yang merupakan tugas seorang budak. Bagaimana dengan kita ? Apa tujuan hidup kita ? Apakah kita telah hidup sama seperti Yesus hidup dalam sikap kerendahan hati ? Percayalah, ketika kita telah hidup dalam kerendahan hati maka tidak akan ada lagi perselisihan, tidak ada lagi keinginan untuk mementingkan diri sendiri dan tidak lagi merasa sombong lebih hebat.

3. Belas kasihan (Matius 9:36)
Perasaan Tuhan Yesus selalu mengasihi jiwa-jiwa yang tidak digembalakan dan jiwa-jiwa yang terhilang, selama pelayanannya didalam dunia Tuhan Yesus memberi makan orang-orang yang kelaparan, menyembuhkan yang sakit dan memulihkan setiap hati yang hancur bahkan Tuhan Yesus merelakan diriNya untuk mati diatas kayu salib yaitu menebus setiap dosa umat manusia dan menyelamatkan semua orang yang percaya kepadaNya. Matius 28:18-19 Tuhan Yesus mengatakan pergilah, beritakanlah injil, ajarlah dan baptislah mereka. Kita harus memiliki belas kasihan untuk jiwa-jiwa, mengampuni orang yang bersalah kepada kita, dan memberitakan injil kepada jiwa-jiwa Yerusalem, Samaria, Yudea dan sampai ke ujung bumi.

PENUTUP
1. Wanita ! Teruslah kita diperbaharui oleh Roh Kudus agar kita mampu jadi berkat bagi orang lain.
2. Wanita ! Jika pikiran dan perasaan kita sama seperti Kristus, pasti kita selalu memiliki semangat dan gairah untuk membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan Yesus.